Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (7)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
25 Desember 2016
di Fikih Keluarga
Share on FacebookShare on Twitter

2. Panggilan Cinta

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menjenguk kami. Ketika itu saya memiliki adik laki-laki yang masih kecil, dijuluki Abu Umair. Ia memiliki burung kecil yang ia suka bermain dengannya. Lalu matilah burung itu. Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya, lalu beliau melihatnya sedang bersedih, kemudian beliau bertanya,

مَا شَأْنُهُ

“Ada apa dengannya?”

Orang-orang menjawab “Telah mati burung kecil itu!”, maka beliaupun bertanya,

يَا‏ ‏أَبَا عُمَيْرٍ‏ مَا فَعَلَ ‏ ‏النُّغَيْرُ

“Wahai Abu Umair! Apakah gerangan yang dilakukan oleh burung kecil itu?” (HR. Abu Dawud, shahih).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sengaja memanggilnya dengan panggilan khas (tashghiir) dalam rangka untuk membuatnya senang dan merasa diperlakukan dengan sikap yang memang diharapkannya, yaitu memberi perhatian yang lebih disaat dirinya sedang bersedih. Cobalah ayah dan ibu perhatikan kisah di atas, bukankah sebenarnya beliau sudah diberitahu bahwa Abu Umair sedih karena burung kecilnya mati?

Namun mengapa beliau tetap saja bertanya? Hikmah yang besar tentunya di balik sikap beliau tersebut.

Secara psikologis, anak-anak yang mengalami kesedihan butuh tempat untuk curhat, mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatinya. Dan semakin orang itu memiliki keutamaan yang tinggi ditambah dengan sifatnya yang mudah akrab dengan anak-anak, hal ini akan mendorong anak-anak semakin terbuka untuk curhat kepadanya.

Oleh karena itu, sengaja beliau bertanya menggunakan kalimat yang memancing tercurahkannya isi hati sang anak kepadanya. Di samping itu, seorang anak kecil ketika mendapatkan perhatian dari orang yang terhormat, apalagi dari sosok Utusan Allah yang termulia, akan sangat merasa dihargai, sehingga giliran selanjutnya diharapkan terbentuk kepribadian yang memiliki kepercayaan diri yang bagus.

3. Sambutan Cinta

Dari Abdullah bin Ja’far berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ تُلُقِّيَ بِصِبْيَانِ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Dahulu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika datang dari safar, diarahkanlah anak-anak dari Ahli Bait beliau (untuk menyambut beliau)”.

Abdullah bin Ja’far berkata,

وَإِنَّهُ قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَسُبِقَ بِي إِلَيْهِ فَحَمَلَنِي بَيْنَ يَدَيْهِ ثُمَّ جِيءَ بِأَحَدِ ابْنَيْ فَاطِمَةَ فَأَرْدَفَهُ خَلْفَهُ قَالَ فَأُدْخِلْنَا الْمَدِينَةَ ثَلَاثَةً عَلَى دَابَّةٍ

“Suatu saat beliau datang dari safar, lalu akupun didahulukan untuk menyambut beliau, lalu beliaupun mengangkatku (untuk didudukkan di atas tunggangan beliau) di depan beliau, kemudian didatangkanlah salah satu dari dua putra Fathimah (Hasan atau Husain, pent.), beliaupun memboncengnya di belakangnya, lalu kamipun bertiga menaiki binatang tunggangan masuk Madinah” (HR. Muslim).

Lihatlah bagaimana sambutan hangat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat memungkinkan beliau ketika itu masih dalam keadaan capai karena beratnya safar zaman dahulu, namun tetap bertawadhu’ dan menyempatkan diri untuk menyambut kedua anak tersebut dengan penuh kedekatan, sehingga mereka berduapun merasa tersanjung dan merasa akrab dengan manusia yang paling mulia di muka bumi. Kenangan seperti inilah yang masih diingat oleh bocah sang pelaku sejarah ketika itu, Abdullah bin Ja’far radhiallahu ‘anhu. Hal ini menanamkan pelajaran-pelajaran karakter yang mulia, seperti rendah hati, kemampuan membangun komunikasi dengan baik, dan empati yang bagus kepada orang lain.

[Bersambung]

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
27 Juni 2026
0

Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling mengguncang dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya tentang suami istri yang berpisah, tetapi...

Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam

oleh Muhammad Insan Fathin
17 Juni 2026
0

Media sosial memang memudahkan banyak hal. Termasuk dalam urusan berkenalan. Yang awalnya hanya saling follow, lama-lama jadi sering lihat story,...

Dosa dan Bahaya Perselingkuhan

oleh Muhammad Insan Fathin
16 Juni 2026
0

Perselingkuhan belakangan ini sering menjadi bahan pembicaraan nasional. Bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena kasus perselingkuhan juga marak ditemukan...

Artikel Selanjutnya

Toleransi Bukan Berarti Korbankan Akidah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah