Lehernya paling panjang di hari kiamat
Dari Muawiyah radhiallahu ‘anhu, katanya, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمُؤَذِّنِينَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti.” (HR. Muslim no. 387, Ibnu Majah no. 725, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 777, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2789, Ahmad no. 1681, Abu Ya’la no. 7384, 7388, Al-Qudha’i dalam Musnad-nya no. 235, Abu ‘Uwanah no. 971, 973, Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 2: 277, no. 415, dan lain-lain)
Semua makhluk yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi muadzin pada hari kiamat
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, dia berkata kepada seorang laki-laki,
إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الغَنَمَ وَالبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ، أَوْ بَادِيَتِكَ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاَةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ: «لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Aku perhatikan kamu ini orang yang suka menggembala dan berkelana, maka jika kamu sedang menggembala kambingmu atau sedang berkelana maka adzanlah kamu dengan adzan seperti adzan shalat, tinggikan suaramu dengan adzan karena sesungguhnya semua yang mendengarkan adzan, baik dari golongan jin dan manusia dan apa pun saja, mereka akan menjadi saksi bagi si muadzin ada hari kiamat nanti. Abu Sa’id berkata: Aku mendengar hal ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 609)
Akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan semua yang mendengarkan adzan di bumi akan mendoakan ampun baginya
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ، مَدَى صَوْتِهِ، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ، رَطْبٍ، وَيَابِسٍ، وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ، يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حَسَنَةً، وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا
“Bagi muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan akan memohonkan ampun baginya semua benda yang basah dan kering, dan orang menghadiri shalat berjamaah akan dicatat baginya 25 kebaikan dan akan dihapus kesalahan di antara keduanya (antara adzan dan shalatnya, pen).” (HR. Ibnu Majah no. 724, Abu Daud no. 515, dengan lafaz, “Dan akan menjadi saksi baginya semua benda yang basah dan kering …”, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2794, dan lain-lain)
Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu As-Sakkan. (Lihat At-Talkhish Al-Habir, 1: 367), Syaikh Syu’aib Al-Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad, 10: 337), juga Syaikh Al-Albani dalam berbagai kitabnya. (Shahih Abi Daud, Shahihul Jami’, Tsamar Al-Mustathab, At-Ta’liqaat Al-Hisaan)
Apa maksud “dosanya akan diampuni sepanjang suaranya”? Berikut ini keterangannya,
قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ وَهُوَ أَنَّهُ كَلَامُ تَمْثِيلٍ وَتَشْبِيهٍ، يُرِيدُ أَنَّ الْمَكَانَ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الصَّوْتُ لَوْ يُقَدَّرُ أَنْ يَكوُنَ مَا بَيْنَ أَقْصَاهُ وَبَيْنَ مَقَامِهِ الَّذِي هُوَ فِيهِ ذُنُوبُهُ تَمْلَأُ تِلْكَ الْمَسَافَةَ غَفَرَهَا اللَّهُ.
“Al-Khaththabi berkata, pada kalimat ini ada makna yang lain, ini adalah ucapan tasybih dan tamtsil, maknanya adalah bahwa sepanjang tempat yang dicapai oleh suaranya sampai akhir, yang seandainya dosa-dosa dia sepenuh antara ujung terjauh dari suaranya sampai tempat dia berdiri, maka Allah akan mengampuni semuanya.” (Ittihaf Al-Khairah, 1: 475)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan imam shalat dan para muadzin
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
الْإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، اللهُمَّ أَرْشِدِ الْأَئِمَّةَ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ
“Imam adalah penanggung jawab, muadzin adalah pembawa amanat, Ya Allah berikanlah bimbingan kepada para imam, dan ampunilah dosa para muadzin” (HR. At-Tirmidzi no. 207, Abu Daud no. 517, Ahmad no. 7169, Abu Daud Ath-Thayalisi no. 2526, Abu Ya’la no 4562, dan lain-lain)
Hadits ini dishahihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Syaikh Salim Husein Asad, Syaikh Syuaib Al-Arnauth, Syaikh Al-Albani, Syaikh Muhammad Mushthafa Al-A’zhami, dan lainnya, dan dihasankan oleh Imam Zainuddin Al-‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya.
Maka, kebahagiaan besar bagi para muadzin, Anda didoakan ampunan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Surga bagi para muadzin
Bergembiralah para muadzin dengan berita ini. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةِ الْجَبَلِ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُصَلِّي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ يَخَافُ مِنِّي، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ
“Rabbmu takjub dengan penggembala kambing diatas bukit yang melakukan adzan lalu sholat, maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Lihatlah hambaku ini! ia adzan dan iqomat karena takut kepadaku, maka Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya kedalam surga.” (HR. Abu Daud no. 1203, Ibnu Hibban no. 1660, dishahikan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
“Barang siapa adzan selama dua belas tahun maka wajib baginya mendapatkan surga, dan dengan adzannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh kebaikan, dan setiap iqamah yang dia lakukan dia mendapatkan tiga puluh kebaikan.” (HR. Ibnu Majah no. 728, Al-Bazzar no. 5933, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2795, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath no. 8733, Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah no. 418)
Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al-Bushiri (Mishbah Az-Zujaajah, 1: 92), Imam Ali Al-Qari (Mirqah Al-Mafaatih, 2: 572), dan Syaikh Al-Albani (Ash Shahihah no. 42, Al-Misykah no. 678)
***
Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.
Artikel Muslim.or.id


