Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Inilah Manfaatnya Doa untuk Pemimpin

Arif Fathul Ulum oleh Arif Fathul Ulum
3 Desember 2016
di Manhaj
Share on FacebookShare on Twitter

Mendoakan kebaikan terhadap waliyyul amr mengandung faidah-faidah yang bayak sekali, di antaranya:

Pertama: Seorang muslim beribadah dengan doa ini, karena dia ketika mendengar dan taat kepada waliyyul amr adalah melaksanakan perintah Allah, karena Allah berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kalian.“ (QS. An-Nisa’: 59)

Maka seorang muslim mendengar dan mentaati waliyyul amr sebagai suatu ibadah, dan termasuk mendengar dan taat kepada waliyyul amr adalah mendoakan mereka, Al-Imam Nashiruddin Ibnul Munayyir rahimahullah (wafat tahun 681 H) berkata,

الدعاء للسلطان الواجب الطاعة ، مشروع بكل حال

“Mendoakan seorang penguasa yang wajib ditaati adalah disyariatkan dalam semua keadaan.” (Al-Intishaf di dalam Hasyiyah Al-Kaasyif, 4: 105-106)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata,

الدعاء لولي الأمر من أعظم القربات ومن أفضل الطاعات

“Mendoakan waliyyul amr termasuk qurbah yang paling agung dan termasuk ketaatan yang paling utama.” (Risalah Nashihatul Ummah fi Jawaabi ‘Asyarati As’ilatin Muhimmah dari Mausu’ah Fatawa Lajnah wa Imamain)

Kedua: Mendoakan waliyyul amr adalah melepaskan tanggung jawab menjalankan kewajiban, karena doa termasuk nasihat, dan nasihat wajib atas setiap muslim, Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata,

إِني لأدعو له [أي السلطان ] بالتسديد والتوفيق – في الليل والنهار – والتأييد وأرى ذلك واجبا عليَّ

“Sesungguhnya aku mendoakan dia (yaitu penguasa) dengan kelurusan dan taufik – siang dan malam – serta dukungan dari Allah, dan saya memandang hal itu wajib atasku.” (As-Sunnah oleh Al-Khollal, hal. 116)

Ketiga: Mendoakan waliyyul amr adalah satu dari tanda-tanda Ahli Sunnah wal Jama’ah. Orang yang mendoakan waliyyul amr menyandang salah satu sifat dari sifat-sifat Ahli Sunnah wal Jama’ah. Al-Imam Abu Muhammad Al-Barbahari berkata,

وإِذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى ، وإِذا رأيت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح ، فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله

“Jika Engkau melihat seseorang mendoakan kejelekan kepada penguasa, maka ketahuilah bahwa dia adalah ahli hawa. Dan jika Engkau melihat seseorang mendoakan kebaikan kepada penguasa, maka ketahuilah bahwa dia adalah Ahli Sunnah, Insya Allah.” (Syarhus Sunnah, hal. 116)

Keempat: Sesungguhnya mendoakan waliyyul amr akan kembali manfaatnya kepada para rakyat sendiri. Karena jika waliyyul amr baik, maka akan baiklah rakyat dan sejahtera kehidupan mereka. Al-Imam Bukhari meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Qais bin Abi Hazim bahwa seorang wanita bertanya kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, “Apakah yang membuat kami tetap di dalam perkara yang baik ini yang didatangkan Allah setelah Jahiliyah?”

Abu Bakar menjawab,

بقاؤكم عليه ما استقامت بكم أئمتكم

“Tetapnya kalian di atasnya selama istikamah para pemimpin kalian terhadap kalian.” (Shahih Bukhari, 3: 51)

Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو كانت لي دعوةٌ مستجابة ما جعلتها إِلا في السلطان

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka tidaklah aku jadikan kecuali kepada penguasa.”

Ketika ditanyakan tentang maksudnya maka Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

إذا جعلتُها في نفسي لم تَعْدُني.وإِذا جعلتها في السلطان صَلَح فصَلَح بصلاحه العبادُ والبلاد

“Jika saya jadikan doa itu kepada diriku, maka tidak akan melampauiku; sedangkan jika saya jadikan kepada penguasa, maka dengan kebaikannya, akan baiklah para hamba dan negeri.” (Diriwayatkan oleh Barbahari di dalam Syarhu Sunnah, hal. 116-117 dan Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah, 8: 91-92 dengan sanad yang shahih)

Kelima: Jika waliyyul amr mendengar bahwa rakyatnya mendoakan kebaikan kepadanya, maka dia akan senang sekali dengan hal itu, yang membuatnya mencintai rakyatnya dan mengupayakan apa saja yang membahagiakan mereka.

Ketika Al-Imam Ahmad menulis surat kepada Khalifah Al-Mutawakkil, maka sebelum diserahkan kepadanya, beliau memusyawarahkannya dengan Ibnu Khaaqan, menteri Al-Mutawakkil. Ibnu Khaaqan berkata kepada beliau, “Seyogyanya surat ini ditambah dengan doa kebaikan untuk khalifah karena dia senang dengannya.” Al-Imam Ahmad pun menambahnya dengan doa kebaikan kepada khalifah. (As-Sunnah oleh Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, 1: 133-134)

***

Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Arif Fathul Ulum

Arif Fathul Ulum

Pengajar di PP Al Ukhuwah Sukoharjo, kontributor majalah Al Furqon

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya

Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab (10)

Komentar 1

  1. Ibrahim says:
    3 tahun yang lalu

    Assalamualaikum syukron jzkllah dg ada y website muslim.or.id

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah