Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

I‘rab Lā ilāha illallāh dan Pengaruh Maknanya (7)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
24 September 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • 3. Huruf Illā
  • 4. Lafadz Allāh

Perbedaan Ḥaqqun dan Biḥaqqin

Syaikh Muḥammad bin Shaliḥ Al-‘Utsaimin raḥimahullāh menjelaskan bahwa ḥaqqun lebih sesuai dengan Al Quran. Hal ini sebagaimana firman Allah,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ

Żālika bi`annallāha huwalḥaqq

“(Kekuasaan Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah adalah (Sesembahan) Yang Benar” (QS. Al-Ḥajj: 62).

Adapun biḥaqqin, maka jār dan majrūr adalah khabar yang berhubungan dengan kata yang tidak disebutkan, yaitu kā`in ‘ada’. Dari penjelasan Syaikh Al-‘Uṡaimin di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penafsiran lā ilāha illallāh dengan lā ma‘būda ḥaqqun illallāh lebih utama, karena lebih sesuai dengan Alquran dan tidak membutuhkan kata yang tidak disebutkan. Wallahu a’lam.

3. Huruf Illā

Huruf illā berfungsi sebagai alat eksepsi (pengecualian). Huruf illā yang disebutkan setelah huruf lā berfungsi untuk membatasi sesuatu. Bentuk pembatasan yang seperti ini termasuk bentuk pembatasan yang terkuat dalam gaya bahasa Arab. Dalam lā ilāha illallāh, huruf  illā memiliki dua fungsi, yaitu alat eksepsi dan alat pembatas. Hal ini menunjukkan bahwa lā ilāha illallāh bermakna sesembahan yang benar hanyalah Allah semata, bukan selain-Nya atau tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.

4. Lafadz Allāh

Kata Allāh berkasus nominatif (marfū‘). Kedudukannya sebagai badal (pengganti) dari khabar lā (1), yaitu ḥaqqun, bukan sebagai badal (pengganti) dari ism lā, yaitu ilāh karena hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ

Żālika bi`annallāha huwalḥaqq

“(Kekuasaan Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah adalah (Sesembahan) Yang Benar” (QS. Al-Ḥajj: 62).

Kata Allāh pada lā ilāha illallāh tidak berfungsi sebagai khabar lā, karena lā nafiyyah liljinsi hanya member pengaruh pada ism nakirah (nomina indefinit) (2).

Makna Lafadz Allāh

Ibnu ‘Abbas raḍiyallāhu ‘anhu menjelelaskan bahwa makna lafaẓ Allāh adalah yang memiliki kekhususan ulūhiyyah dan ‘ubūdiyyah (hak untuk diibadahi) dari seluruh makhluk-Nya (3).

[Bersambung]

Rujukan

  1. Syarh Ath-Thohawiyyah, Syaikh Sholeh Alusy Syaikh, http://shamela.ws/browse.php/book-934/page-28
  2. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Al-‘Utsaimin, hal.21.
  3. Baca selengkapnya : http://www.dorar.net/enc/aqadia/307

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Kesyirikan yang Mengancam Akal

oleh Glenshah Fauzi
14 Oktober 2026
0

Besarnya gelombang informasi membawa berbagai macam pemikiran ke kehidupan kita. Ada yang membersihkan dan memperbaiki, tetapi ada juga yang mengotori...

Iman kepada Para Rasul: Dari Mengagumi Menuju Mengikuti

oleh Mochammad Wibisono
7 Oktober 2026
0

Cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikan dengan menempuh jalan yang beliau tunjukkan. Mengagumi seorang tokoh jauh lebih mudah...

Karnaval Bertema “Satanic” dan Apa Hukumnya bagi Seorang Muslim?

oleh Muhammad Insan Fathin
29 September 2026
0

Beberapa waktu lalu, media sosial kita sempat ramai disebabkan karnaval yang menampilkan atribut bertema satanik di ruang publik. Ditemukan pentagram...

Artikel Selanjutnya

Derajat Hadits Mustajabnya Doa Ketika Hujan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 4   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah