Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Rahasia Keagungan Hari Arafah

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi oleh Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
10 September 2016
di Fikih
Share on FacebookShare on Twitter

Hari Arafah 9 Zulhijah sudah diambang pintu. Memangnya ada apa?

Ketahuilah bahwa hari Arafah merupakan hari yang penuh dengan keutamaan, karena hari Arafah adalah hari:

  1. Hari Allah membuka pintu maghfirah (ampunan) seluas-luasnya.
  2. Hari bagi para jama’ah haji untuk wukuf yang merupakan inti haji.
  3. Hari penyempurnaan agama dan nikmat yang agung kepada umat Islam.

Ummul mukminin Aisyah pernah menuturkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمْ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُوْلُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

“Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348)

Imam An-Nawawi berkata, “Hadits ini jelas sekali menunjukkan keutamaan hari Arafah.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga bersabda,

إِنَّ اللهَ لَيُبَاهِيْ الْمَلاَئِكَةَ بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ يَقُوْلُ: اُنْظُرُوْا إِلىَ عِبَادِيْ شَعْثًا غَبْرًا

“Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah kepada para malaikat. Allah berkata kepada mereka: Lihatlah para hamba-Ku, mereka dalam keadaan kusut dan berdebu.” (HR. Ibnu Khuzaimah, no. 2839, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Ibnu Khuzaimah)

Maka semestinya bagi kita untuk memanfaatkan hari Arafah untuk memperbanyak pundi-pundi pahala sebagai bekal menghadap Sang Maha Kuasa.

Di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa, berdasarkan hadits dari Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab,

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Subhanallah, alangkah murahnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan modal amalan yang sederhana, tapi pahalanya begitu melimpah. Bukankah kita adalah makhluk hina yang berlumuran dosa? Bukankah kita sangat butuh pada ampunan-Nya?

Sungguh berbahagia orang yang menghidupkannya dan sungguh rugi orang yang melalaikannya.

Dan di antara amalan yang ditekankan juga adalah memperbanyak doa di hari Arafah. Karena doa saat itu adalah mustajab. Dan ini merupakan keadilan Allah. Jika para jamaah haji yang sedang wukuf doanya mustajab, demikian juga yang tidak haji disyariatkannya puasa karena doa orang puasa juga mustajab.

***

Penulis: Ust. Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Artikel Terkait

Fikih Riba (Bag. 19): Pengecualian pada Transaksi ’Araya (1)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
25 Oktober 2026
0

Telah berlalu pembahasan tentang muzabanah, yaitu jual beli atau tukar menukar kurma basah yang ada di atas pohon dengan kurma...

Fikih Riba (Bag. 18): Jual Beli Muzabanah  

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
17 Oktober 2026
0

Salah satu hal yang diwajibkan dalam transaksi jual beli barang ribawi yaitu adanya tamatsul (samarata) antara barang yang ditukar atau...

Kaidah Fikih: Hukum Asal Setiap Manusia adalah Terlepas dari Tanggungan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
25 September 2026
0

Kaidah ini berbicara tentang hak seorang manusia. Tatkala berbicara tentang hak manusia, seringkali mengharuskan kita untuk berbicara soal adil dan...

Artikel Selanjutnya

I‘rab Lā ilāha illallāh dan Pengaruh Maknanya (3)

Komentar 1

  1. Redy Basuki says:
    5 tahun yang lalu

    maaf, saya ingin bertanya mengenai derajat hadits

    Rasulullah SAW bersabda:

    من قرأ قل هو الله أحد ألف مرة يوم عرفة أعطي ما سأل

    “Barangsiapa membaca surat Al Ikhlas 1.000 kali pada hari Arafah, akan dikabulkan seluruh permintaannya.” (HR Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas).

    apakah hadits itu shahih?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 9   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah