Metode Al-Qur’an Dalam Memerintah dan Melarang Hamba Allah Yang Beriman (13)

Metode Al-Qur’an Dalam Memerintah dan Melarang Hamba Allah Yang Beriman (13)

Allāh Ta’ālā berfirman:

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ ۗ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(101) Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allāh dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang menjaga (dirinya) dengan (pertolongan) Allāh, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus (QS.Ali Imraan: 101).

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa barangsiapa yang bersandar hatinya kepada Allāh, bertawakal kepada-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya dan berpegang teguh dengan agama-Nya dalam menjaga diri dari segala keburukan dan dalam memperoleh kebaikan, maka ia akan mendapatkan petunjuk kepada jalan yang lurus dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

(50) Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allāh. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allāh untukmu (QS. Adz-Dzaariyaat: 50).

Ibnu Abbas radhiyAllāhu ‘anhu mengatakan,

فروا إلى الله بالتوبة من ذنوبكم

“Bersegeralah kembali kepada Allāh dengan bertaubat dari dosa-dosa kalian.”

Ibnu Abbas juga menambahkan,

فروا منه إليه واعملوا بطاعته

“Berlarilah dari (bermaksiat kepada)-Nya kepada (ta’at) kepada-Nya dan lakukan amalan keta’atan kepada-Nya”. (Tafsir Al-Qurthubi).

Imam Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan,

فاهربوا أيها الناس من عقاب الله إلى رحمته بالإيمان به ، واتباع أمره ، والعمل بطاعته

فروا من معاصيه إلى طاعته

“Berlarilah -wahai manusia- dari ‘ażab Allāh kepada rahmat-Nya dengan beriman kepada-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan melakukan keta‘atan kepada-Nya, maka berlarilah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ta‘at kepada-Nya.”

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

أي : الجئوا إليه، واعتمدوا في أموركم عليه

“Berlindunglah kepada-Nya dan sandarkan (hati) kalian kepada-Nya dalam urusan-urusan kalian.”

Dari keterangan para ulama Ahli Tafsir di atas, dapat kita simpulkan bahwa perintah untuk bersegera kembali kepada Allāh menuntut seorang hamba untuk menjadikan-Nya sebagai satu-satunyaTuhan yang menjadi tujuan seluruh hamba-Nya dalam kembali (inābah), memohon perlindungan, pertolongan, dan petunjuk dalam setiap keadaan.

Apabila di dalam hati orang yang beriman memiliki keyakinan bahwa Allāh-lah satu-satunya Tuhan yang menjadi tujuan dalam hal-hal tersebut di atas, maka ia akan mentauhidkan Allāh dalam peribadatan, semangat mendekatkan dirinya kepada-Nya, dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

VII. Memperingatkan seorang hamba agar tidak menjadi orang-orang yang merugi, ẓālim, gāfil, dan fāsiq

Metode ini adalah metode yang disebutkan terakhir (ke-7) oleh Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah di dalam kitabnya,

Al-Qawā’idul Ḥisan Al-Muta’alliqah bi Tafsīril Qur`ān.

Terkadang di dalam Al-Qur`ān, Allāh Ta’ālā menyeru orang-orang yang beriman agar berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan dengan cara memperingatkan seorang hamba untuk tidak menjadi orang-orang yang merugi, ẓālim, gāfil (orang yang lalai), dan fāsiq (pelaku dosa besar). Dengan demikian diharapkan seorang hamba menjauhi hal-hal yang merugikan, perbuatan ẓālim, keteledoran, dosa besar, dan jalan-jalan yang menghantarkan kepadanya.

Suatu hal yang sangat logis, jika seorang mukmin membaca ayat-ayat Allāh tentang perintah atau larangan-Nya, lalu diiringi dengan penjelasan bahwa orang yang menyelisihi perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya dilabeli dengan sifat-sifat tercela, seperti ẓālim, fāsiq dan selainnya, maka ia akan terdorong untuk melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar tidak menjadi orang-orang berlabel buruk sebagaimana disebutkan. Sesungguhnya kerugian, kezaliman, kelalaian, dan kefasikan adalah perkara yang dibenci oleh orang-orang yang beriman.

[bersambung]

***

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khair

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

View all posts by Sa'id Abu Ukkasyah »