Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Status Air yang Kurang Dari Dua Qullah

Badrusalam, Lc. oleh Badrusalam, Lc.
18 Agustus 2016
di Fikih Ibadah
status air yang berubah sifatnya
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pertanyaan:
  • Jawaban:

Pertanyaan:

Disebutkan di dalam hadits, “Apabila air melebihi dua qullah, maka ia tidak membawa najis.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani) Pertanyaannya, bila air tersebut kurang dari dua qullah dan terkena najis, apakah menjadi najis walaupun tidak berubah warna, rasa, dan baunya?

Jawaban:

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. menjawab:

Masalah ini adalah masalah yang masih yang diperselisihkan oleh para ulama. Pendapat yang paling kuat –wallahu a’lam– adalah bahwa air apabila terkena najis dan tidak berubah warna, rasa, dan baunya, maka tidak menjadi najis. Ini adalah pendapat Abu Hurairah dan Ibnu Abbas dan riwayat dari Imam Malik dan Imam Ahmad serta madzhab ahlul hadits.

Adapun hadits yang disebutkan tadi, maka kita jawab dari beberapa sisi:

Pertama: bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menggantungkan hukum dalam hadits tersebut kepada “membawa najis”. Berarti apabila air tersebut selama tidak membawa najis, maka tetap di atas kesuciannya.

Kedua: beralasan dengan jumlah dua kullah dalam hadits tersebut masih diperselisihkan oleh para ulama ushul fiqih, apakah mafhum jumlah itu bisa dijadikan hujjah atau tidak.

Ketiga: pendapat yang mengatakan bahwa di bawah dua kullah berarti air akan membawa najis. Ini namanya mafhum mukholafah (memahami kebalikannya). Dan mafhum mukholafah tidak mempunyai makna umum. Terlebih bila mafhum bertabrakan dengan mantuq, maka mantuq lebih dikedepankan dari mafhum. Dan mafhum tersebut bertabrakan dengan mantuq hadits, “Air itu thahur (suci), tidak dinajiskan oleh apapun.” (HR. Abu Dawud)

Keempat: hadits tentang dua qullah itu nabi ucapkan karena sebab menjawab pertanyaan. Ada orang bertanya bagaimana hukum air yang berada di padang pasir dan menjadi tempat minum binatang buas. Maka beliau bersabda, “Apabila air mencapai dua qullah…dan seterusnya.” Sehingga ucapan Nabi ini tidak bisa dijadikan pengkhususan. Karena para ulama bersepakat bahwa apabila pengkhususan itu bukan karena sebab pengkhususan hukum, maka bukan hujjah.

Wallahu a’lam.

***

Penulis: Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Badrusalam, Lc.

Badrusalam, Lc.

S1 Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits, pembina Radio Rodja dan Rodja TV, penulis buku "Keindahan Islam dan Perusaknya” terbitan Pustaka Al Bashirah, penulis buku "Kunci Memahami Hadits Nabi“ terbitan Pustaka Al Bashirah, penulis buku "Menyelami Samudera Basmalah“ terbitan Pustaka Darul Ilmi, dan tulisan lainnya

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya

Ucapan Selamat Pada Momen-Momen Bahagia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah