Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Macam-Macam Ibadah Syirik (6)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
21 Juni 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

1. Raja’ (Harapan)

Raja‘ (الرجاء) adalah keterkaitan hati dengan sesuatu yang diinginkan untuk didapatkan di waktu yang akan datang.

Ciri Raja’ (harapan) yang Selaras dengan Tauhid

  • Adanya ketergantungan hati yang mengandung perendahan dan ketundukan yang sempurna dan totalitas yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata.
  • Sesuatu yang diharapkan adalah jenis perkara yang tidak mampu memenuhinya kecuali Allah Ta’ala, seperti harapan selamat dari neraka dan masuk surga, sembuh dari penyakit (bukan sekedar harapan agar diobati semata) dan harapan agar selamat dari segala musibah.

Maka raja‘ (harapan) yang jenis ibadah ini, akan bernilai:

  1. Tauhid, apabila hanya dipersembahkan kepada Allah Ta’ala semata. Maksudnya seorang hamba hanya berharap kepada Allah semata untuk mendapatkan sesuatu yang hanya Allah sajalah yang mampu memenuhinya, karena hal itu terkait dengan kekhususan Allah, sehingga selain-Nya tidak mampu memenuhinya.
    Demikian pula, seorang Ahli Tauhid berharap hanya kepada Allah semata dengan disertai ketergantungan hati yang mengandung perendahan dan ketundukan yang sempurna, karena Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu dan hanya Allah Ta’ala sajalah yang mampu menjadikan suatu sebab berpengaruh. Dengan demikian tidak boleh seseorang yang bertauhid berharap kepada selain Allah dengan jenis harapan ibadah.
  2. Syirik akbar (besar), apabila harapan yang jenis ibadah tersebut dipersembahkan kepada selain Allah. Maksudnya seorang berharap kepada selain Allah dengan jenis harapan ibadah ini dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari Islam. Contoh harapan yang syirik akbar ini adalah harapan seseorang kepada seorang kyai agar menyelamatkannya dari neraka dan memasukkannya kedalam surga, harapan pada seorang dukun agar menyembuhkannya dari penyakit dan agar menyelamatkannya dari segala bentuk musibah. Contoh yang lainnya, harapan seseorang kepada seorang wali dalam bentuk sampai hatinya bergantung totalitas dengan merendahkan diri dan tunduk yang sempurna kepada wali tersebut dalam mengkabulkan harapannya.

Larangan Menyekutukan Allah dalam Ibadah raja’ (harapan)

Dalil Raja’ (harapan) adalah firman Allah Ta’ala :

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan dengan apapun dalam beribadah kepada Robbnya” (QS. Al-Kahfi: 110).

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala memuji orang yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya. Dalam ayat itu pula, Allah melarang seorang hamba mempersekutukan-Nya dalam semua bentuk peribadatan kepada-Nya, termasuk dalam masalah ibadah mengharap.

Catatan:

  1. Sebuah harapan kepada selain Allah bisa juga tergolong syirik kecil, hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah bahwa harapan yang mengandung perendahan dan ketundukan hanya boleh ditujukan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan menujukan suatu harapan kepada selain Allah itu bisa termasuk perbuatan syirik besar atau syirik kecil, hal itu tergantung apa yang ada di dalam hati orang yang berharap.
  2. Sebuah harapan kepada selain Allah tidaklah termasuk syirik apabila seseorang berharap kepadanya dalam perkara yang makhluk mampu memenuhinya dengan berkeyakinan bahwa terwujudnya harapan tersebut atas kehendak Allah sehingga dia tetap bertawakal pada Allah, perendahan diri dan ketundukannya tetap kepada Allah semata. Harapan ini disebut sebagai raja’ thobi’i (harapan manusiawi). Contohnya adalah harapan kepada seseorang agar ia memaafkan kesalahan kita, mengharap seseorang hadir dalam walimah pernikahan kita dan yang semisalnya.

[bersambung]

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya

Mengenal Makiyyah dan Madaniyyah (2)

Komentar 1

  1. Abdurrahman says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,

    “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala memuji orang yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya. . . .”

    Afwan, apakah dalam ayat tersebut memang terdapat unsur pujian dari Allah Ta’ala kepada orang yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya? Saya melihatnya bahwa dalam ayat tersebut hanya terdapat pemberian syarat bagi orang yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, yaitu berupa perintah & larangan. Jadi, jika seseorang ingin meraih hal tersebut, maka dia harus melaksanakan perintah tersebut, & menjauhi larangan tersebut.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah