Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tsalatsatul Ushul (15) : Do’a adalah Ibadah, Ini Dalilnya dari Al-Qur’an

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
16 Mei 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa QS. Ghaafir: 60 ini mengandung do’a masalah (berdo’a) maupun do’a ibadah (beribadah selain berdo’a) sekaligus, beliau menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dilihat dari firman Allah Ta’ala وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ, do’a (yang dimaksud disini) mengandung dua macam do’a sekaligus, dan lebih kuat jika dibawakan kepada makna do’a ibadah, oleh karena itu Allah iringi setelahnya dengan إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي sampai akhir ayat. Jadi, do’a pada ayat ini ditafsirkan dengan ini (do’a masalah) maupun dengan itu (do’a ibadah).

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa do’a itu ada dua macam, yaitu do’a masalah dan do’a ibadah. Orang yang beribadah hakikatnya berdo’a (memohon pahala) sebagaimana orang yang memohon hakikatnya juga berdo’a. Dengan kedua macam do’a inilah ditafsirkan firman-Nya Ta’ala,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

(Ayat ini) ada yang menafsirkan “ta’atlah kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pahala” dan ada pula yang menafsirkan “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permintaan kalian”

1. Ghaafir: 60 adalah Dalil Umum

Dengan demikian, hakekatnya QS. Ghaafir: 60 merupakan jenis dalil umum, namun tidak masalah dibawakan untuk pendalilan tentang pembuktian do’a merupakan ibadah secara khusus dan cara pendalilan dengan metode kandungan dalil lebih umum dari kesimpulan yang diambil atau kesimpulan yang diambil hanyalah sebagian dari kandungan dalil.” Hal ini telah dikenal oleh para Sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka, khususnya dalam masalah Tauhid.

Pengabulan Ada Dua Macam

Selanjutnya, jika makna do’a yang terkandung dalam QS. Ghaafir: 60 itu mencakup dua macam do’a sekaligus, maka pengabulan dan ancaman dalam ayat tersebut pun juga mencakup kedua macam do’a. Pengabulan dalam petikan firman Allah, أَسْتَجِبْ لَكُمْ “…niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian”, mencakup:

  1. Pengabulan terhadap do’a masalah, baik dengan diberi apa yang diminta, ditunda sebagai simpanan kebaikan di akhirat atau dihilangkan keburukan yang penghilangan keburukan tersebut sepadan dengan kebaikan yang diminta.
  2. Pengabulan terhadap do’a ibadah, dengan diterima ibadah tersebut dan diberi pahala pelakunya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh ucapan Ibnul Qoyyim di atas.

Ancaman dalam Ayat 60 dari Surat Ghaafir

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Sesungguhnya, orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina dina”

Ayat di atas mencakup ancaman bagi orang yang meninggalkan do’a masalah dan juga ancaman bagi orang yang meninggalkan do’a ibadah kepada Allah Ta’ala.

***

Penulis: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

___

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Tsalatsatul Ushul (16) : Khauf dan Raja’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah