Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tsalatsatul Ushul (5) : Allah Adalah Rabb Semesta Alam

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
19 April 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kesimpulan Dalil
  • Penjelasan Dalil
  • Cakupan makna Ar-Rabb

Apabila Anda ditanya siapakah Rabb Anda[1. Ar-Rabb adalah Sang Pencipta, Sang Pemilik, Sang Pemberi rezeki dan Sang Pengatur alam semesta/makhluk, sebagaimana dalam catatan setelah ini, in sya Allah]? Maka katakanlah Rabbku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat-Nya. Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang benar selain Dia.

Allah Ta’ala berfirman,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji hanya milik Allah Pemelihara semesta alam” (QS. Al-Faatihah: 1).

Semua yang ada selain Allah disebut alam (makhluk), dan aku adalah bagian dari semesta alam ini.

Kesimpulan Dalil

Allah adalah satu-satunya Rabb alam semesta/makhluk. Hanya Allah lah Sang Pencipta, Sang Pemilik, Sang Pemberi rezeki, dan Sang Pengatur alam semesta/makhluk.

Penjelasan Dalil

Mengapa dapat disimpulkan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb alam semesta? Hal ini karena pada ayat yang agung ini, Allah menyebutkan bahwa diri-Nya adalah Rabbul ‘aalamin.

Cakupan makna Ar-Rabb

Ar-Rabb adalah salah satu dari nama Allah yang menunjukkan makna yang luas, tidak hanya menunjukkan kepada satu makna saja. Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullah dalam kitabnya Fiqhul Asmaa’ Al-Husna menjelaskan bahwa makna Ar-Rab adalah Pemilik Rububiyyah atas seluruh makhluk-Nya, dari sisi penciptaan, kepemilikan, kekuasaan memperlakukan (alam semesta), dan pengaturan. Beliau juga menjelaskan bahwa jika nama Ar-Rab disendirikan penyebutannya, maka mencakup semua nama Allah yang terindah dan sifat-Nya yang paling mulia.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa nama Ar-Rab adalah Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Mencipta, Yang Maha Mengadakan, Yang Maha Membentuk (makhluk), Yang Maha hidup, Yang Maha Berdiri sendiri dan Menegakkan (selain-Nya), Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat, Yang Maha Berbuat kebaikan, Yang Maha Memberi ni’mat, Yang Maha Dermawan, Yang Maha Memberi dan Yang Maha Mencegah, Yang Mendatangkan Kemanfaatan dan Kemudharatan, Yang Maha Mengawalkan dan Mengakhirkan, Yang Menyesatkan siapa yang Dia Kehendaki dan Memberi hidayah kepada siapa yang Dia Kehendaki, Yang Membahagiakan siapa saja yang Dia Kehendaki dan Menyengsarakan siapa saja yang Dia kehendaki, Memuliakan dan Menghinakan siapa yang Dia Kehendaki dan makna Rububiyyah yang lain. Dari makna Rububiyyah tersebut, terdapat nama-nama terindah yang berhak disandang oleh-Nya.

***

[bersambung]

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

____

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Saat Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Hati Kita Bergantung?

oleh Fauzan Hidayat
8 Mei 2026
0

Beberapa waktu terakhir, sebagian wilayah Sumatera dilanda musibah banjir. Rumah-rumah terendam, harta benda hanyut, ladang rusak, kendaraan tak tersisa, bahkan...

Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 3)

oleh Glenshah Fauzi
3 Mei 2026
0

Al-Quran dan As-Sunah mengandung petunjuk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Semua pertanyaan dan kebingungan telah terjawab oleh keduanya,...

Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 2)

oleh Glenshah Fauzi
2 Mei 2026
0

Ragam argumen dan narasi tentang eksistensi Tuhan mendorong kita sebagai ahli tauhid untuk menggunakannya demi membela hak Allah ﷻ. Namun,...

Artikel Selanjutnya

Fatwa Ulama: Bolehkah Berwudhu Dengan Air Hangat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 5   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah