Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Zakat Untuk Harta Yang Digadaikan

Cipto Nugroho Soleh oleh Cipto Nugroho Soleh
27 Februari 2016
di Fikih
Share on FacebookShare on Twitter

Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid

Soal:

Saya meminjam sejumlah uang dan menggadaikan sebagian emas milikku kepada pemberi hutang sebagai jaminan. Apakah saya wajib mengeluarkan zakat untuk emas tersebut?

Jawab:

Jika ternyata emas ini sudah mencapai nishab atau Anda memiliki emas yang lain sehingga kadarnya mencapai nishab bila digabungkan dengan emas yang digadaikan, maka wajib dizakati jika sudah terpenuhi haul-nya (dalam kurun waktu setahun –pent).

Status emas tersebut sebagai barang gadai atau imbal balik atas hutang tidaklah menggugurkan kewajiban zakat karena emas tersebut sepenuhnya masih berada dalam kepemilikan Anda.

Imam Nawawi berkata dalam al Majmu’ (5/318),

لو رهن ماشية أو غيرها من أموال الزكاة ، وحال الحول وجبت فيها الزكاة ؛ لتمام الملك ” انتهى بتصرف

“Jika seseorang menggadaikan ternak atau komoditas zakat lainnya dan haul telah terpenuhi, maka wajib dikeluarkan zakatnya karena kepemilikannya secara penuh terhadap harta tersebut”.

Asy-Syaikh Manshur al-Buhutiy rahimahullah mengatakan dalam Kasysyaf al-Qinaa’ ‘an Matan al-Iqnaa’ 2/175,

وَتَجِبُ الزكاة أيضا في …. َمَرْهُون وَيُخْرِجهَا الرَّاهِنُ مِنْهُ أَيْ : مِنْ الْمَرْهُونِ إنْ أَذِنَ لَهُ الْمُرْتَهِنُ ” انتهى .

“Zakat juga wajib untuk komoditas zakat yang digadaikan. Rahin dapat membayar zakat tersebut dengan menggunakan harta yang digadaikan jika diizinkan oleh murtahin”.

Rahin diartikan sebagai orang yang menggadaikan barang (yaitu orang yang berhutang). Sedangkan murtahin adalah orang yang menerima barang gadai (yaitu si pemberi hutang).

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya,

هل تجب الزكاة في المال المرهون ؟ . فأجاب رحمه الله : ” المال المرهون تجب الزكاة فيه إذا كان مالاً زكوياً ، لكن يخرجها الراهن منها إذا وافق المرتهن ، مثال ذلك : رجل رهن ماشية من الغنم ـ والماشية مال زكوي ـ رهنها عند إنسان ، فالزكاة فيها واجبة لابد منها ؛ لأن الرهن لا يسقط الزكاة ، ويخرج الزكاة منها ، لكن بإذن المرتهن ” انتهى .

“Apakah zakat wajib dikeluarkan untuk harta yang digadaikan?”

Beliau menjawab, “Harta gadai tetap wajib dikeluarkan zakatnya jika termasuk komoditas yang wajib dizakati. Namun, Rahin harus memperoleh persetujuan Murtahin jika ingin menggunakan harta yang digadaikan untuk membayar zakat.

Misalnya, ada seseorang yang menggadaikan ternak berupa kambing, yang mana kambing juga termasuk harta yang wajib dizakati. Dia menggadaikan kambing tersebut pada orang lain.

Zakat atas harta tersebut tetap menjadi kewajiban karena status gadai tidaklah membatalkan kewajiban zakat. Rahin boleh menggunakan sebagian harta gadai untuk membayar zakat tersebut, namun dengan persetujuan Murtahin” (Majmu’ Fataawa Ibn al-Utsaimin 18/34).

Seandainya pemberi hutang (murtahin) tidak memberikan persetujuan, maka pembayaran zakat bisa diambil dari harta yang lain jika ada, atau peminjam dapat menunggu hingga barang gadai tersebut ditebus lalu dikeluarkan zakatnya untuk setiap tahun yang terlewat. Wallahu a’lam.

***

Sumber : https://islamqa.info/ar/99311

Penerjemah : Cipto Nugroho Soleh

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Cipto Nugroho Soleh

Cipto Nugroho Soleh

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

Artikel Terkait

Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
7 Juli 2026
0

Ketentuan selanjutnya adalah taqabudh (serah terima). Ketentuan ini wajib hukumnya apabila transaksi jual beli barang ribawi berbentuk: Satu jenis dan...

Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
30 Juni 2026
0

Di antara ketentuan pada riba buyu’ (jual beli) adalah wajibnya sama rata (tamatsul) dalam takaran dan timbangan. Hal ini khusus...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya

Dicari: LGBT Yang Mampu Dan Mau Memahami Al-Qur’an Dengan Benar! (2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah