Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Kasyfus Syubuhat (5) : Definisi Dan Macam-Macam Tauhid

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
20 Januari 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagian I: Pembukaan
    • 1. Dasar Pertama: Definisi Tauhid
    • Macam-macam Tauhid

Bagian I: Pembukaan

Dengan memohon taufik dari Allah Ta’ala, penyusun memulai penjelasan mutiara faedah bagian pembukaan ini. Dua belas kaedah atau perkara yang mendasar dalam bagian pembukaan, yaitu:

1. Dasar Pertama: Definisi Tauhid

Tentang definisi Tauhid ini diambil dari ucapan penulis rahimahullah berikut ini,

Petikan Matan

أن التوحيد هو إفراد الله سبحانه بالعبادة

“Bahwa Tauhid adalah mengesakan Allah subhanahu dalam peribadatan”

Penjelasan:

Kata tauhid secara bahasa diambil dari وحّد – يوحّد – توحيدا yaitu, menjadikan sesuatu itu satu saja.

Kata tauhid terdapat dalam beberapa hadits yang agung, mislanya terdapat di dalam HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, HR. Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dan HR. Muslim dari Umar bin Al-Khoththob radhiyallahu ‘anhu. Jadi, kata tauhid itu syar’i.

Adapun dalam istilah syari’at secara umum adalah

إفراد الله سبحانه بما يَخْتَصُ به من الربوبية، والألوهية و الأسماء و الصفات

“Mengesakan Allah Subhanahu dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya, yaitu Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Asma` was Shifat”.

Macam-macam Tauhid

Dari definisi tauhid di atas dapat kita ketahui macam-macam tauhid itu ada tiga, yaitu:

1. Tauhid Rububiyyah

إفراد الله بأفعاله

“Mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya”

Tauhid rububiyah berarti meyakini hanya Allah yang mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadi kekhususan-Nya, seperti menciptakan makhluk, mengaturnya, memberi rezeki, memberi manfa’at, menimpakan musibah/mudhorot, menghidupkan, mematikan dan lainnya yang menjadi kekhususan Allah.

 

2. Tauhid Uluhiyyah

إفراد الله بالعبادة

“Mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya”

Tauhid uluhiyah berarti meyakini hanya Allah yang berhak diibadahi, tidak boleh mempersembahkan peribadatan kepada selain-Nya, dalam bentuk ibadah yang lahir maupun yang batin, ucapan maupun perbuatan.

3. Tauhidul Asma` was Shifat :

إفراد الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلى الواردة في القرآن والسنة، والإيمان بمعانيها وأحكامها

“Tauhid Nama dan Sifat adalah mengesakan Allah dalam nama-nama-Nya yang terindah dan sifat-sifat-Nya yang termulia, yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah,dan beriman terhadap makna-makna dan hukum-hukumnya”

Tauhid asma` wa sifat berarti meyakini hanya Allah yang memiliki nama yang husna dan sifat yang ‘ulya. Sedangkan selain Allah tidak berhak dikatakan memiliki nama dan sifat tersebut.

Mengapa dalam kitab ini kata “Tauhid” didefinisikan dengan salah satu dari ketiga macam Tauhid?

Tauhid uluhiyah

Penulis rahimahullah mendefinisikan tauhid uluhiyah dikarenakan salah satu dari kedua sebab berikut ini.

  1. Untuk menjelaskan bahwa tauhid jenis ini adalah jenis tauhid yang paling penting, sebagai dasar yang paling mendasar. Tauhid Uluhiyyah lah yang menjadi inti permusuhan dan perselisihan antara para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam dengan kaum musyrikin. Secara umum, kaum musyrikin mengakui dua jenis tauhid yang lainnya, namun menentang jenis tauhid uluhiyah.
  2. Tauhid uluhiyah mengandung tauhid rububiyah dan tauhid asma` wa sifat. Adapun tauhid uluhiyah dikatakan mengandung tauhid rububiyah, karena setiap orang yang menyembah Allah semata, tidak dikatakan menyembah Allah hingga ia mengakui tauhid rububiyah. Sedangkan tauhid uluhiyah dikatakan mengandung tauhid asma` wa sifat karena manusia tidaklah menyembah Zat yang berhak disembah kecuali Zat tersebut memiliki kekhususan nama dan sifat yang tak tertandingi.

***

(bersambung)

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
anak yatim, orang miskin

Sampaikan Perasaan Cintamu Padanya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah