Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hidup Tak Sekedar Hidup! (Bag. 2): Beribadah kepada Allah Tujuan Hidup Kita

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
5 Desember 2015
di Akidah
ghibah

ghibah

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • ‘Ibadatullah adalah tujuan hidup kita
  • Pengertian ibadah ditinjau dari jenis ibadah yang disyari’atkan oleh Allah Ta’ala.

‘Ibadatullah adalah tujuan hidup kita

Beribadah kepada Allah, sebagaimana dijelaskan dalam artikel bagian pertama, adalah tujuan hidup kita. Nah, tahukah Anda apakah ibadah itu?

Pengertian ibadah ditinjau dari jenis ibadah yang disyari’atkan oleh Allah Ta’ala.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mendefinisikan ibadah dalam kitab beliau Al-‘Ubudiyyah, dengan mengatakan, “Ibadah adalah suatu kata yang mencakup setiap perkara yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Ta’ala, baik berupa ucapan maupun perbuatan, (baik) yang batin (hati), maupun yang lahir (anggota tubuh yang nampak).”

Kemudian beliau memberi contoh ibadah lahir, Maka sholat, zakat, puasa, haji, ucapan yang jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung tali silaturrahmi, memenuhi perjanjian, memerintahkan perkara yang ma’ruf dan melarang perkara yang mungkar, berjihad memerangi orang kafir dan munafik, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, budak dan kepada binatang, demikian pula berdo’a, berdzikir dan membaca Alquran, serta selainnya adalah bentuk-bentuk ibadah (lahir).

Beliaupun juga memberi contoh ibadah batin, Demikian pula mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut kepada-Nya, Inabah (kembali) kepada-Nya, ikhlas dalam ketaatan kepada-Nya, sabar terhadap ketetapan-Nya,  mensyukuri nikmat-Nya, ridha terhadap keputusan taqdir-Nya, bertawakal kepada-Nya, mengharap rahmat-Nya, takut terhadap adzab-Nya, serta selainnya dari bentuk-bentuk ibadah (batin) yang dipersembahkan kepada Allah.

Itulah definisi ibadah dan contoh-contohnya ditinjau dari jenis ibadah yang disyari’atkan oleh Allah Ta’ala.

Faedah:

Dari definisi di atas, terdapat beberapa faedah, diantaranya:

  1. Inti dari ibadah yang merupakan tujuan hidup kita adalah mencari sesuatu yang dicintai oleh Allah. Yaitu dengan mengucapkan atau melakukan sesuatu yang dicintai oleh Allah Ta’ala, baik dengan hati ataupun dengan anggota tubuh yang nampak. Dengan demikian, seorang muslim dan muslimah yang sadar akan tujuan hidupnya dan sadar untuk apa ia diciptakan di muka bumi ini akan berusaha agar setiap aktifitas kesehariannya dicintai oleh Allah Ta’ala, karena ia ingin setiap ucapan dan perbuatannya, baik yang batin maupun lahir itu bernilai ibadah. Seorang muslim dan muslimah yang sempurna keimanannya benar-benar ingin menghamba kepada Rabbnya, dengan menjadi sosok hamba yang dicintai-Nya dalam setiap keadaannya. Inilah prinsip hidup yang berkualitas tinggi dan mampu merombak pola pikir dan gaya hidup seorang manusia.
  2. Jenis ibadah yang disyari’atkan oleh Allah Ta’ala itu ada empat macam, yang dua macam termasuk ibadah batin dan dua macam lainnya termasuk ibadah lahir.

Ibadah batin terdiri dari dua macam, yaitu:

  1. Qaulul Qalbi (ucapan hati): Keyakinan dan pembenarannya.
  2. ‘Amalul Qalbi (amal hati): Gerakan hati yang membuahkan amal lahiriyah dan ucapan lisan, contohnnya adalah niat, ikhlas, tawakkal, takut, cinta, dan harap.

Ibadah lahiriyah terdiri dari dua macam juga, yaitu:

  1. Qoulul lisan (ucapan hati): ucapan Syahadatain, dll.
  2. ‘Amalul Jawarih (amal anggota tubuh yang nampak): shalat, puasa, zakat dan haji.
  3. Semua bentuk peribadatan yang lahir maupun yang batin haruslah dipersembahkan kepada Allah Ta’ala saja, karena Allah telah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya saja dan melarang kita dari menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dalam peribadatan, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

    وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

    “Beribadahlah kepada Allah (saja) dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun” (An-Nisaa`:36).
    Maka barangsiapa yang menyembah Allah saja berarti ia seorang Ahli Tauhid dan sebaliknya barangsiapa yang menyembah selain Allah, maka ia musyrik (pelaku kesyirikan) dan kafir.

  4. Tauhid bisa terwujud dengan ibadah hati atau lahir yang dipersembahkan kepada Allah semata, sebagaimana syirik juga bisa terwujud dengan ibadah hati atau lahir yang dipersembahkan kepada selain Allah.
  5. Cukuplah seseorang dikatakan musyrik kafir jika ia mempersembahkan satu saja ibadah batin kepada selain Allah, sebagaimana cukup seseorang dikatakan musyrik kafir jika ia mempersembahkan satu saja ibadah lahir kepada selain Allah, sebagaimana Allah sebut status orang-orang yang beribadah kepada selain Allah sebagai orang-orang yang kafir dalam firman Allah Ta’ala berikut ini,

    وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

    “Dan barangsiapa menyembah (beribadah kepada) tuhan yang lain di samping (beribadah kepada) Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang (perbuatannya) itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung” (QS. Al-Mukminuun: 117).

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 1 LANJUT KE BAGIAN 3

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Hidup Tak Sekedar Hidup! (3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah