Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kemana Masa Mudaku Melangkah? (6)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
10 November 2015
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Virus Berbahaya bagi Pemuda

1. Penyakit hati

Kedudukan hati adalah hal mendasar yang menjadi sebab baik dan buruknya seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari  dan Muslim).

Dari hadis di atas dapat diambil pelajaran, bahwa selayaknya para pemuda yang menginginkan kebaikan bagi diri, masyarakat, bangsa, dan negaranya hendaknya memperhatikan kesehatan hati. Hendaknya mereka menjauhi hal yang menyebabkan hatinya tidak sehat.

Dalam sebuah hadit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن مما أخشى عليكم شهوات الغي في بطونكم وفروجكم ومضلات الهوى

“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian adalah syahwat menyimpang pada nafsu perut dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan” (HR. Ahmad dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di shahih At-Targhib 52).

Dalam hadits ini, disebutkan kedua macam penyakit hati, yaitu:

  1. Pada kalimat “syahwat menyimpang pada nafsu perut dan  kemaluan kalian” menunjukkan kepada fitnah syahwat (kedudukan, harta, wanita, sanjungan, dan yang lainya).
  2. Sedangkan pada kalimat “hawa nafsu yang menyesatkan” menunjukkan kepada fitnah syubhat (pemikiran rancu, aliran menyimpang, keyakinan sesat, dan yang lainya).

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan kedua macam penyakit tersebut adalah induk penyakit hati, beliau berkata,

جِمَاع أمراض القلب هى أمراض الشبهات والشهوات

“Induk yang mengumpulkan seluruh penyakit hati itu ada dua syubhat dan syahwat” (Ighatsatul Lahfan).

Oleh karena itu Allah Ta’ala melarang kita mengikuti orang yang mengekor hawa nafsu lagi lalai,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah kepada Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (Al-Kahfi: 28).

2. Teman yang merusak

Teman sangat berpengaruh dalam keyakinan, prinsip hidup, gaya hidup, dan akhlak seorang pemuda. Banyak remaja yang saat masih duduk di bangku SMP berakhlak baik dan rajin salat. Akan tetapi, ketika ia salah bergaul, disadari atau tidak, pola pikir dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat Islam mulai masuk. Hampir setiap hari dia belajar dari temannya tersebut bagaimana bersikap, memilih aktifitas, dan bergabung dengan suatu komunitas.

Dari pertemannya, seolah ia mendengarkan “kuliah” yang disampaikan temannya tersebut ketika ia bergaul dengannya, sehingga kosakata buruk mulai melekat dibenaknya, pikiran kotor menjadi menu hariannya, dan hobi yang merusak pun mulai akrab dalam kehidupan kesehariannya. Anda jangan kaget, jika ia tiba-tiba berubah menjadi pemuda yang rusak, misalnya suka tawuran, mabuk-mabukan, kasar kepada orang tua, ikut kelompok teroris, dan meninggalkan salat, bahkan melakukan syirik.

Maka benarlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Oleh karena itu, salah satu cara jika Anda, wahai pemuda Islam ingin mengetahui kualitas iman Anda dan ingin mengenal tipe ruh Anda, maka perhatikanlah dengan siapa Anda bersahabat dan periksalah dengan grup dan komunitas siapa Anda berkumpul.

Simaklah hadits berikut ini. Dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari rahimahullah dalam shahihnya, disebutkan bahwa Ibunda kaum mu`minin, Bunda ‘A`isyah radhiyallahu ‘anha mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Ruh-ruh itu (seperti) pasukan yang mengelompok, maka ruh-ruh yang saling kenal akan menjadi akrab, adapun ruh-ruh yang tidak saling kenal akan menjadi saling tidak cocok.”

Berkata Al-Khaththabi rahimahullah,

يحتمل أن يكون إشارة إلى معنى التشاكل في الخير والشر والصلاح والفساد، وأن الخيِّر من الناس يحن إلى شكله والشرير نظير ذلك يميل إلى نظيره فتعارف الأرواح يقع بحسب الطباع التي جبلت عليها من خير وشر، فإذا اتفقت تعارفت، وإذا اختلفت تناكرت.

“Kemungkinan maknanya adalah hal ini merupakan isyarat kepada kesesuaian tipe, baik dalam kebaikan maupun dalam keburukan, baik dalam kebaikan maupun kerusakan. Bahwa orang yang baik itu rindu kepada orang yang setipe dengannya. Demikian pula orang yang buruk hatinya suka kepada orang yang semisalnya (pula). Jadi, saling kenalnya antar ruh itu terjadi sesuai dengan tabiat yang ada pada mereka, baik (ruh) yang baik maupun (ruh) yang buruk.  Maka jika ruh-ruh tersebut setipe, menjadi saling kenal (akrab)lah mereka. Namun, jika mereka tidak setipe, maka mereka tidak saling cocok (tidak akrab).”

Pemuda Islam! Sesungguhnya alasan klasik sebagian remaja dan pemuda ketika akrab dengan teman-teman buruknya aku gak ikut-ikutan berbuat jelek kok, aku cuman gaul aja dengan mereka adalah alasan yang tidak tepat, karena tidaklah ia suka nongkrong berlama-lama dengan mereka, mendengar obrolan yang tidak baik, dan mengikuti mereka kesana-kemari untuk hal yang buruk, melainkan karena ada kecocokan tipe keburukan antara dia dengan mereka, walaupun ia tidak ikut melakukan perbuatan buruk mereka. Jikalau seseorang benar-benar membenci keburukan teman-temannya, tentulah keimanannya menuntutnya untuk tidak betah berakrab-akrab dengan mereka. Tidaklah ia bertemu dengan mereka kecuali untuk tujuan kebaikan, mendakwahi mereka atau mengingkari kemungkaran mereka , bukannya justru diam atau larut dalam keburukan.

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
pelajaran dasar agama islam

Makna Islam

Komentar 1

  1. Umar says:
    4 tahun yang lalu

    Masya Allah sangat bermanfaat

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah