Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Inginkah Anda Menjadi Orang yang Ikhlas?

Boris Tanesia oleh Boris Tanesia
24 Juli 2008
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagaimana Agar Aku Ikhlas ?
  • Banyak Berdoa
  • Menyembunyikan Amal Kebaikan
  • Memandang Rendah Amal Kebaikan
  • Takut Akan Tidak Diterimanya Amal
  • Tidak Terpengaruh Oleh Perkataan Manusia
  • Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka
  • Ingin Dicintai, Namun Dibenci
  • الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita. Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa tiga orang yang akan masuk neraka terlebih dahulu adalah orang-orang yang beramal kebaikan namun bukan karena Allah?. Ya, sebuah amal yang tidak dilakukan ikhlas karena Allah bukan hanya tidak dibalas apa-apa, bahkan Allah akan mengazab orang tersebut, karena sesungguhnya amalan yang dilakukan bukan karena Allah termasuk perbuatan kesyirikan yang tak terampuni dosanya kecuali jika ia bertaubat darinya, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa : 48)

Ibnu Rajab dalam kitabnya Jami’ul Ulum Wal Hikam menyatakan, “Amalan riya yang murni jarang timbul pada amal-amal wajib seorang mukmin seperti shalat dan puasa, namun terkadang riya muncul pada zakat, haji dan amal-amal lainnya yang tampak di mata manusia atau pada amalan yang memberikan manfaat bagi orang lain (semisal berdakwah, membantu orang lain dan lain sebagainya). Keikhlasan dalam amalan-amalan semacam ini sangatlah berat, amal yang tidak ikhlas akan sia-sia, dan pelakunya berhak untuk mendapatkan kemurkaan dan hukuman dari Allah.”

Bagaimana Agar Aku Ikhlas ?

Setan akan senantiasa menggoda dan merusak amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba. Seorang hamba akan terus berusaha untuk melawan iblis dan bala tentaranya hingga ia bertemu dengan Tuhannya kelak dalam keadaan iman dan mengikhlaskan seluruh amal perbuatannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang dapat membantu kita agar dapat mengikhlaskan seluruh amal perbuatan kita kepada Allah semata, dan di antara hal-hal tersebut adalah

Banyak Berdoa

Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa:

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.”

Menyembunyikan Amal Kebaikan

Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakni dia menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain). Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).

Apabila kita perhatikan hadits tersebut, kita dapatkan bahwa di antara sifat orang-orang yang akan Allah naungi kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya sebaik-baik shalat yang dilakukan oleh seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik shalat adalah shalat yang dilakukan di rumah kecuali shalat wajib, karena hal ini lebih melatih dan mendorong seseorang untuk ikhlas. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadush Sholihin menyatakan, “di antara sebabnya adalah karena shalat (sunnah) yang dilakukan di rumah lebih jauh dari riya, karena sesungguhnya seseorang yang shalat (sunnah) di mesjid dilihat oleh manusia, dan terkadang di hatinya pun timbul riya, sedangkan orang yang shalat (sunnah) di rumahnya maka hal ini lebih dekat dengan keikhlasan.” Basyr bin Al Harits berkata, “Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.”

Seseorang yang dia betul-betul jujur dalam keikhlasannya, ia mencintai untuk menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita berusaha untuk membiasakan diri menyembunyikan kebaikan-kebaikan kita, karena ketahuilah, hal tersebut lebih dekat dengan keikhlasan.

Memandang Rendah Amal Kebaikan

Memandang rendah amal kebaikan yang kita lakukan dapat mendorong kita agar amal perbuatan kita tersebut lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa ridha dengan amal kebaikan yang dilakukan, di mana hal ini dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub (berbangga diri) yang menyebabkan rusaknya keikhlasan. Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang ia lakukan, maka akan semakin kecil dan rusak keikhlasan dari amal tersebut, bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia. Sa’id bin Jubair berkata, “Ada orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya”. Ditanyakan kepadanya “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”. Beliau menjawab, “seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.”

Takut Akan Tidak Diterimanya Amal

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut ( Tafsir Ibnu Katsir ).

Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih )

Ya saudaraku, di antara hal yang dapat membantu kita untuk ikhlas adalah ketika kita takut akan tidak diterimanya amal kebaikan kita oleh Allah. Karena sesungguhnya keikhlasan itu tidak hanya ada ketika kita sedang mengerjakan amal kebaikan, namun keikhlasan harus ada baik sebelum maupun sesudah kita melakukan amal kebaikan. Apalah artinya apabila kita ikhlas ketika beramal, namun setelah itu kita merasa hebat dan bangga karena kita telah melakukan amal tersebut. Bukankah pahala dari amal kebaikan kita tersebut akan hilang dan sia-sia? Bukankah dengan demikian amal kebaikan kita malah tidak akan diterima oleh Allah? Tidakkah kita takut akan munculnya perasaan bangga setelah kita beramal sholeh yang menyebabkan tidak diterimanya amal kita tersebut? Dan pada kenyataannya hal ini sering terjadi dalam diri kita. Sungguh amat sangat merugikan hal yang demikian itu.

Tidak Terpengaruh Oleh Perkataan Manusia

Pujian dan perkataan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang pada umumnya disenangi oleh manusia. Bahkan Rasulullah pernah menyatakan ketika ditanya tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian ia dipuji oleh manusia karenanya, beliau menjawab, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.” (HR. Muslim)

Begitu pula sebaliknya, celaan dari orang lain merupakan suatu hal yang pada umumnya tidak disukai manusia. Namun saudaraku, janganlah engkau jadikan pujian atau celaan orang lain sebagai sebab engkau beramal saleh, karena hal tersebut bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang mukmin yang ikhlas adalah seorang yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia ketika ia beramal saleh. Ketika ia mengetahui bahwa dirinya dipuji karena beramal sholeh, maka tidaklah pujian tersebut kecuali hanya akan membuat ia semakin tawadhu (rendah diri) kepada Allah. Ia pun menyadari bahwa pujian tersebut merupakan fitnah (ujian) baginya, sehingga ia pun berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari fitnah tersebut. Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada pujian yang dapat bermanfaat bagimu maupun celaan yang dapat membahayakanmu kecuali apabila kesemuanya itu berasal dari Allah.Manakah yang akan kita pilih wahai saudaraku, dipuji manusia namun Allah mencela kita ataukah dicela manusia namun Allah memuji kita ?

Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka

Sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari bahwa orang-orang yang dia jadikan sebagai tujuan amalnya itu (baik karena ingin pujian maupun kedudukan yang tinggi di antara mereka), akan sama-sama dihisab oleh Allah, sama-sama akan berdiri di padang mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang, sama-sama akan menunggu keputusan untuk dimasukkan ke dalam surga atau neraka, maka ia pasti tidak akan meniatkan amal perbuatan itu untuk mereka. Karena tidak satu pun dari mereka yang dapat menolong dia untuk masuk surga ataupun menyelamatkan dia dari neraka. Bahkan saudaraku, seandainya seluruh manusia mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir berdiri di belakangmu, maka mereka tidak akan mampu untuk mendorongmu masuk ke dalam surga meskipun hanya satu langkah. Maka saudaraku, mengapa kita bersusah-payah dan bercapek-capek melakukan amalan hanya untuk mereka?

Ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata: “Barang siapa yang berpuasa, shalat, berzikir kepada Allah, dan dia maksudkan dengan amalan-amalan tersebut untuk mendapatkan dunia, maka tidak ada kebaikan dalam amalan-amalan tersebut sama sekali, amalan-amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, bahkan hanya akan menyebabkan ia berdosa”. Yaitu amalan-amalannya tersebut tidak bermanfaat baginya, lebih-lebih bagi orang lain.

Ingin Dicintai, Namun Dibenci

Saudaraku, sesungguhnya seseorang yang melakukan amalan karena ingin dipuji oleh manusia tidak akan mendapatkan pujian tersebut dari mereka. Bahkan sebaliknya, manusia akan mencelanya, mereka akan membencinya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang memperlihat-lihatkan amalannya maka Allah akan menampakkan amalan-amalannya “ (HR. Muslim)

Akan tetapi, apabila seseorang melakukan amalan ikhlas karena Allah, maka Allah dan para makhluk-Nya akan mencintainya sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan menanamkan dalam hati-hati hamba-hamba-Nya yang saleh kecintaan terhadap orang-orang yang melakukan amal-amal saleh (yaitu amalan-amalan yang dilakukan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya ). (Tafsir Ibnu Katsir).

Dalam sebuah hadits dinyatakan “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata: wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi. Dan sesungguhnya apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata : wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah membenci fulan, maka benciilah ia. Maka penduduk langit pun membencnya. Kemudian ditanamkanlah kebencian padanya di bumi.” (HR. Bukhari Muslim)

Hasan Al Bashri berkata: “Ada seorang laki-laki yang berkata : ‘Demi Allah aku akan beribadah agar aku disebut-sebut karenanya’. Maka tidaklah ia dilihat kecuali ia sedang shalat, dia adalah orang yang paling pertama masuk mesjid dan yang paling terakhir keluar darinya. Ia pun melakukan hal tersebut sampai tujuh bulan lamanya. Namun, tidaklah ia melewati sekelompok orang kecuali mereka berkata: ‘lihatlah orang yang riya ini’. Dia pun menyadari hal ini dan berkata: tidaklah aku disebut-sebut kecuali hanya dengan kejelekan, ‘sungguh aku akan melakukan amalan hanya karena Allah’. Dia pun tidak menambah amalan kecuali amalan yang dulu ia kerjakan. Setelah itu, apabila ia melewati sekelompok orang mereka berkata: ‘semoga Allah merahmatinya sekarang’. Kemudian Hasan al bashri pun membaca ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga bermanfaat bagi diri penulis dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

(Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sehingga sempurnalah segala amal kebaikan)

***

Disusun oleh: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Muroja’ah: Ustadz Ahmad Daniel Lc.
Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin4
Boris Tanesia

Boris Tanesia

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

Artikel Terkait

Merenungi Usia yang Tak Pernah Kembali

oleh Fauzan Hidayat
11 Agustus 2026
0

Pernahkah Anda berdiri di depan cermin, lalu tertegun sejenak? Sekedar untuk memandangi sosok di hadapan Anda. Adakah yang berbeda? Lihatlah...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 1): Wasiat Thahir bin Al-Husain

oleh Glenshah Fauzi
7 Agustus 2026
0

Politik merupakan permasalahan yang amat pelik, tetapi memiliki urgensi sangat tinggi. Ia menjadi struktur tatanan kehidupan manusia. Hal sepenting ini...

Matang Bersama Al-Qur’an di Usia Empat Puluh

oleh Fauzan Hidayat
3 Agustus 2026
0

Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang telah menetapkan usia 40 tahun sebagai masa kematangan seorang hamba. Selawat dan salam...

Artikel Selanjutnya
sudah tahu fitnah sururiyyah

Waspadailah Fitnah Sururiyyah !!

Komentar 80

  1. Saya aja says:
    18 tahun yang lalu

    Artikelnya kena bgt. Perasaan ingin dilihat, ingin didengar, senang karena dipuji, kesal karena dicela sering menelusup ke hati saya. Lalu bgmn kalau ada peminta2 di lampu merah, atau qt ada di tempat teman dan ingin sholat sunnah, pdhl byk yg melihat kalau qt berbuat, apakah lebih baik gak dilaksanakan saja? Tapi syg kalo gak dilaksanakan, mumpung ada ksempatan. Jazakumullah khairan.

    Reply
  2. Abu 'Uzair says:
    18 tahun yang lalu

    untuk saudara “saya aja”,
    saudara seharusnya melakukan semua kegiatan baik itu bukan meninggalkannya, krena saudara meniatkan ibadah itu krena Allah, bukan karena mereka.

    apabila keadaan saudara ketika bersama teman dan tidak ada teman, saudara tetap melakukan sholat sunnah atau ibadah2 lainnya. diharapkan, semoga yang saudara lakukan adalah ikhlas karena Allah.

    semoga Allah menjadikan kita orang2 yang ikhlas.

    Reply
  3. muhtarom says:
    18 tahun yang lalu

    isi dari dari artikel diatas sangat co2k dgn keadaanq skrng, dmn saat ini saya belum bisa beramal secara ikhlas…
    untuk pembimbing saya mohon dikirim artikel2 penyejuk hati keemail saya ini.
    skrng saya sedang membutuhkan banget dukungan untuk menjalani hidup yg saya rasa kurang begitu berpihak kepadaku.
    trim dan saya tunggu artikel pembimbing.

    Reply
  4. atina says:
    18 tahun yang lalu

    sangat bagus tulisan diatas karena “ikhlas” adalah sesuatu yang harus ditanam dan di pahami oleh seorang muslim. karena segala perbuatan yang dilakukan kita sebagai hamba Allah harus di dasari oleh rasa “ikhlas”, agar perbuatan yang dilakukan tidak sia2…
    jika kita mau merenung mungkin kata “ikhlas” mudah untuk di ungkapkan tapi sulit untuk di amalkan. karena walau bagaimanapun juga rasa “ikhlas” hanya dapat di ketahui dari amal yang dilakukan dan bertolak pada perbuatan yang dilakukan setelah beramal. dan “Ikhlas” itu sendiri kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu, karena “Ikhlas” itu berada di tingkatan teratas di sisi Allah & hanya Allah semata yang mengetahui.
    Tapi kita tidak boleh menyerah dalam menggapai “ikhlas” menuju pada sesuatu yang haqi2…
    kita hanya wajib berusaha dan terus berusaha untuk mencapai kedudukan ‘Ikhlas’, semoga kita semua mampu mencapai kedudukan itu, Insya Allah-amiin. :-)

    Reply
  5. hafsah says:
    18 tahun yang lalu

    Artikel yang sangat baik, bermanfaat dan sebagai pelajaran dalam kehidupanku, semoga kita semua mampu mencapai kedudukan itu, Insya Alloh amin ya robal alamin

    Reply
  6. muggilia says:
    18 tahun yang lalu

    sangat menyentuh hati. tapi… saya jadi semakin merasa untuk menjadi ikhlas itu beraaat sekali.slama ini sih saya gak perduli, ikhlas atau tidak ikhlas. yang pasti apa yang perlu dilakukan, yah dilakukan. ternyata……perbuatan yang sia2. tapi saya tetap punya keyakinan kalau Allah Maha Melihat. walau ikhlasnya seper 100 doang, pasti adalah catatannya. amin

    Reply
    • R eka says:
      6 tahun yang lalu

      Izin save doanya ya mind

      Reply
  7. Saudara Muslim says:
    18 tahun yang lalu

    Semoga kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

    Al Fudhail bin ‘Iyadh, salah seorang imam yang zuhud, waro’ dan ahli ibadah, mengatakan,

    TARKUL ‘AMAL LIAJLIN NAS RIYA’UN. WAL ‘AMALU LI AJLIN NAAS SYIRKUN. WAL IKHLASH AN-YA’FIYAKALLAHU MINHUMA.

    (Meninggalkan amal karena takut dilihat manusia adalah RIYA’. Beramal karena ingin dilihat manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas itu adalah terbebas dari kedua hal ini karena karunia Allah.)

    Dinukil dari Al Adzkar, karya An Nawawi, hal. 10, terbitan Darul Hadits

    Silakan kunjungi http://rumaysho.wordpress.com

    Reply
  8. hina kelana says:
    18 tahun yang lalu

    Sungguh sangat indah ikhlas itu, membuat segala yang sulit menjadi mudah, iman tanpa keikhlasan adalah dusta

    Reply
  9. kuyus says:
    18 tahun yang lalu

    artikelnya sangat menarik. kebetulan saya sedang mencari artikel ikhlas, selain ingin memperdalam, juga ingin merangkumnya di blog saya. Minta ijin, mengutip beberapa paragraph untuk di salin di blog saya ya?

    Tentunya saya link blognya, di postingan saya .. thank you

    Reply
    • Kustriana says:
      6 tahun yang lalu

      Saya juga

      Reply
  10. mestika says:
    18 tahun yang lalu

    saya sedang berusaha menyakinkan diri untuk menjadi orang ikhlas, ternyata sangat sulit saya lakukan ketika saya benar-benar dihadapkan pada situasi tersebut. Saya ingin menjadi orang ikhlas.

    Reply
  11. Adiethya says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillah stelah baca ini, ada bayangan gmana sih org yg ikhlas itu..
    ternyata saya pun yg sering mnggap diri sy plng ikhlas trnyata salah… insyaallah saya akan melakukan apa yg dianjurkan pd artikel ini..
    Syukron!!

    Reply
  12. mahbub junaidi says:
    17 tahun yang lalu

    la khaula wala kuata Illabillah…..

    Reply
  13. Ani says:
    17 tahun yang lalu

    Terima kasih banyak, artikelnya sangat berguna buat saya.

    Reply
  14. Yalza says:
    17 tahun yang lalu

    ikhlas, sangat indah memang… indang di dengar, indah dibaca, indah dilihat, tapi sulit sekali untuk dilaksanakan…. ya Allah jadikan amalan kami semua amalan yang ikhlas karena mengharap ridho-Mu…. “As-Susy sebagaimana dinukil dalam Ihya ulumuddin mengatakan “Ikhlas adalah yang melupakan keikhlasannya, orang yang merasa sudah ikhlas masih perlu untuk di ikhlaskan” artinya orang yang merasa sudah ikhlas itu belum ikhlas…. Ya Robb…

    Reply
  15. muhammad ramli rahim,s.si says:
    17 tahun yang lalu

    ikhlas,mungkinkan kita bisa senantiasa ikhlas,rasanya hampir mustahil,krn kita memang senang pujian dan syetan senantiasa menggoda,tapi saya yakin kita bisa kalau mau,cuma pertanyaan saya,adakah ruang u/ berbuat ikhlas dalam dunia politik

    Reply
  16. galih rakasiwi says:
    17 tahun yang lalu

    saya ingin sekali mempunyai rasa ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu yang menyangkut urusan dunia,saya pernah mencoba untuk mengikhlaskan suatu masalah,,tapi nyatanya sampai saat ini saya belum merasa tenang akan masalah tersebut,,jujur saja saya ingin mengikhlaskan seseorang yang teramat saya sayangi,,saya tidak mau terus terbelenggu dalam perasaan yang terus menerus menyiksa.
    sekian dan terima kasih,
    saya mohon solusi nya.

    Reply
  17. Irwansyah says:
    17 tahun yang lalu

    Ikhlas…ikhlas…ikhlas… sesungguhnya nafas bagi setiap muslim yg hidup didunia ini. Ya Alloh tanamkan rasa ikhlas itu di hati kami, dan berikanlah kami ke istiqomahan didalamnya hingga akhir hayat kami… AMIN..!

    Reply
  18. yuliar says:
    17 tahun yang lalu

    semakin saya mencoba untuk ikhlas, maka semakin jauh keikhlasan yang saya rasakan,,,, entah dimana kesalahanny… semakin mencoba untuk berpasrah diri, semakin kuat seseuatu yang meronta dalam dada saya,, gmn solusinya?? ustadz

    Reply
  19. ummusyauqi says:
    17 tahun yang lalu

    Jazakumullooh khoir…
    semoga Alloh jadikan kita sebagai orang-orang yang ikhlas, berbuat dan beribadah semata-mata hanya mengharap wajah-Nya. Allohumma Amiin. boleh saya posting artikel ini untuk blog saya, dengan mencantumkan sumber asal tentunya..?

    Reply
  20. imam GHozali says:
    17 tahun yang lalu

    ya allah semoga hamba termsuk dlam hambamu yang ikhlas………

    Reply
  21. wira eka maylana says:
    17 tahun yang lalu

    Luar biasa,,,
    Ikhlas,,,
    sungguh seuatu yang susah dijalankan,,,
    terima kasih artikelnya sangat membantu saya untuk bisa mendalami bagaimana ikhlas itu,,,
    cukup susah,,, tapi akan saya usahakan bisa sesuai dengan ilmu yang anda sebarkan,,,, walawpun susah yang penting mau mencoba,,,
    terimakasih banyak atas ilmunya,,,

    Reply
  22. Reski wahyu says:
    17 tahun yang lalu

    Artiklx ckp membnt,makasih

    Reply
  23. pencari ikhlas says:
    17 tahun yang lalu

    trima kasih masukannya,insya allah bisa diterapkan dalam kehidupan ini…

    Reply
  24. arry says:
    17 tahun yang lalu

    artikelnya bagus, saat ini saya ingin sekali mempelajari ilmu ikhlas yang tidak ada hubungan dengan materi, saat ini saya tidak memikirkan tuk melakukan amalan2 baik yang saya ingin dapatkan dari tiap artikel ikhlas adalah bagaimana saya harus bersikap agar saya ikhlas dalam menerima tiap perlakuan buruk yang dilakukan seseorang terhadap keluarga saya,saya memiliki sikap keras kepala dan pemarah karena itu sekarang saya begitu tersiksa dengan perasaan sakit hati yang saya rasakan sendiri, saya bukan orang yang taat ibadah meski kepala saya telah berhias jilbab, bagaimana saya harus bersikap ikhlas? apakah ada orang yang bersedia membagi ilmu kepada saya?

    Reply
  25. Abu Hanifah Alim says:
    17 tahun yang lalu

    semoga Allah jadikan kita hamba-hamba-Nya yang ikhlash

    Reply
  26. fie says:
    17 tahun yang lalu

    actually ikhlas seperti apa??

    Reply
  27. tarkim says:
    17 tahun yang lalu

    mohon izin copas ya…nuhun,,

    Reply
  28. sribudi says:
    17 tahun yang lalu

    ass.wr.wb

    trimakasih, smoga tulisannya bermanfaat khususnya untukku dan umumnya kaum muslim yang beriman.

    wass.wr wb

    Reply
  29. Dicky Budi Prasetyo says:
    17 tahun yang lalu

    Assalammu’alaikum wr.wb
    Pada dasarnya manusia ingin dihargai bahwa dia adalah orang yang sering beramal terutama para pejabat kalau ingin beramal harus diliput di TV supaya jabatan dia langgeng dan dipandang orang.
    Yang sangat berarti disisi Allah swt adalah bila seorang miskin dapat beramal sesuai kemampuannya karena dia merasa bahwa masih ada orang yang lebih miskin dari dirinya.
    Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang riya’ dalam beramal dan tidak mersa ujub bila mempunyai kelebihan dibanding orang lain.
    Wassalammu’alaikum wr.wb.

    Ikhwan

    Reply
  30. cobaiklas says:
    17 tahun yang lalu

    bagamana kalo sebaiknya kita beramal dengan tujuan bukan mencari pahala untuk diri kita?
    untuk orang2 yag kita cintai gmn? (org tua, saudara)
    kalo kita ikhlas menerima apa adanya pasti akan ada titik jenuh kemalasan dalam beribadah????
    la wong sudah pasrah kepada Allah SWT …..

    Reply
  31. bunga says:
    17 tahun yang lalu

    Saya mau tanya..saya sudah mencoba ikhlas membantu kawan-kawan saya di kantor tempat saya bekerja, baik itu kawan sebaya saya bahkan junior saya pun saya bantu.. Tetapi, saya lihat jika mereka telah menyerap ilmu dari saya.. sudah pandai tanpa dibantu.. ada beberapa perilaku mereka yang saya anggap kurang ajar untuk saya, mereka terkadang cuek sama saya..tidak peduli..mereka sepertinya tidak tahu balas budi.. Tolong saya..

    Reply
  32. Dewi Perindu Cahaya says:
    17 tahun yang lalu

    Selaksa Syukur… bertambah banyak ilmu saya hari ini^_^
    Jazakumullah Khairon Katsiron..
    semoga terus membawa barokah & Allah snantiasa merahmati penulis & para pembaca sekalian…
    Barokallahufikum.

    Reply
  33. irma says:
    17 tahun yang lalu

    ass, kra2 yang menjadi pertanyaan dalam ikhlas apa saja?

    Reply
  34. asep says:
    17 tahun yang lalu

    artikelna sae pisan,janten nambih pengetahuan simkuring

    Reply
  35. yudi says:
    17 tahun yang lalu

    kadang sati ini sangat sulit untuk ikhlas dalam beramal. walau dihilangkan tapi selalu ada sedikit rasa uingin dipuji atau dilihat orang. syukron atas penjelasannya!ini sangat bermanfaat. amien

    Reply
  36. wiwi says:
    17 tahun yang lalu

    ngena’ bgt artikel nya., bagus…

    Reply
  37. pras says:
    17 tahun yang lalu

    alhamdulillah saya mendapat pencerahan setelah membaca artikel ini..saya masih perlu menata hati saya untuk bisa benar2 mencapai keikhlasan..trma kasih untuk sang penulis..

    Reply
  38. Puji83 says:
    16 tahun yang lalu

    “Ikhlas”,ini adalah ilmu yg mudah diucapkan tapi sulit untuk di kerjakan tanpa adanya latihan.

    Reply
  39. doni says:
    16 tahun yang lalu

    maaf buat pnulis atau para pembca sekalian,apa bila aku spertinya orang munafik y… jangan di ejek.. apakah aku juga salah ya.. aku sering sholat malam dan puasa.. agar dicintai seorang wanita yang aku idamkan… salah g itu..?? siapa yang tau jawab tg bijak sana y….

    Reply
  40. Arum says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah dgn adanya artikel ini saya bisa lebih mengerti apa itu ikhlas. AMIN

    Reply
  41. Albert says:
    16 tahun yang lalu

    Keikhlasan terpusat pada memerangi hawa nafsu.
    Karena hawa nafsu tidak mendapat bahagian dalam keihlasan

    Reply
  42. titik says:
    16 tahun yang lalu

    bener..hal yang paling susah dan sulit kita lakukan adalah ikhlas…terutama ikhlas dalam beramal saleh dan ikhlas dalam menerima cobaan atau musibah dari ALLAH swt…semaga setelah membaca artikel ini kita bisa menjadi orang2 yang ikhlas….

    Reply
  43. anam says:
    16 tahun yang lalu

    Allahu akbar, sungguh berat menjadi orang yang bsa mengikhlaskan sesuatu. semoga kita slalu dalam lindunganNya.

    Reply
  44. Naziati ainun says:
    16 tahun yang lalu

    kalau qt diduakan gmana bs ikhlas,,, alias dibhgn

    Reply
  45. SEPTI says:
    16 tahun yang lalu

    AJARI AKU BAGAIMANA UNTUK BISA IKHLAS

    Reply
  46. yon says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdukillah
    ikhlas sngat pnting dlm mjlan kn ibdah n amal2 lain,
    trima ksih sya bsa lbih mmahami ikhlas dlm hdup n br ibdah..

    Reply
  47. Nurmala says:
    16 tahun yang lalu

    Yaa Allah bantu hamba untuk bisa ikhlas tanpa batas…

    Reply
  48. putra says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah terima kasih banyak….
    semog dengan membaca tulisan anda saya bisa lebih Ikhlas lagi dalam berbuat…. aminnnn…
    Wassl…

    Reply
  49. regina says:
    16 tahun yang lalu

    assalamualaikum,
    saya sudah menikah,tetapi perkawinan kami sering mendapati masalah,salah satunya hadurnya orang ketiga di antara kami.
    berikanlah kesabaran untuk aku khususnya,karna dalam masalah ini aku adalah pihak yg selalu tersakiti dg perbuatan suamiku sendiri,aku tidak pernah meminta banyak,aku hanya ingin dia bisa berubah karna aku hanya ingin mempertahankan pernikahan ini.meskipun hatiku sakit dan hancur,aku telah memaafkannya.

    Reply
  50. erka says:
    16 tahun yang lalu

    syukron, ijin share…

    Reply
  51. elsi says:
    16 tahun yang lalu

    seseorang akan ikhlas apabila qt telah mengalami perjalanan hidup yang sulit, apalagi di saat qt kehilangan orang yang begitu berarti dlm hdp.

    Reply
  52. iriyanto says:
    16 tahun yang lalu

    kajian yg sangat bagus.
    bgmn mnjd manusia yg bnar2 ikhlas

    Reply
  53. zibril says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah…………

    Reply
  54. NIZYA says:
    16 tahun yang lalu

    Ikhlas memang berat untuk dilakukan,tapi itu tergantung dari diri kita sendiri,bagaimana niat kita dalam melakukan sesuatu..so..tata niat kalian dalam melakukan suatu hal..

    Reply
  55. Nika elk Choir says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallah… ini mrupkan peljarn bg Q.. Sungguh aQ mrsa mlu pd driQ sendri.. YaAllah..
    Smg Org yg tlh menliskn Artikel ini slalu dlm perlindngan Illahi Robbi…Amien..

    Reply
  56. forex satzuga says:
    15 tahun yang lalu

    ikhlas…ya ikhlas…

    Reply
  57. kang sahid says:
    15 tahun yang lalu

    makasih yah artikelnya,,, bagus ok,, cuma sayang,, aku masih sulit banget ya buat ngelaksanain

    Reply
  58. lazi says:
    15 tahun yang lalu

    sesuatu yang sangat sulit, mohon bimbingan nya….

    Reply
  59. mas takim daenk cambank says:
    15 tahun yang lalu

    mas numpang share ya…sukron…

    Reply
  60. yudi eko marianto says:
    15 tahun yang lalu

    ada beberapa diantara orang dengan pemikiran filosofis yang mengaku tuduk akan syariat memaknai ikhlas kurang komplit

    mereka hanya berkutat seputar keridhoan niat akan beribadah hanya berharap ridho ALLAH tanpa khauf dan rodja

    walhasil mereka mengikhlaskan juga apa yang mereka dapatkan besok di akherat. Surga ato neraka tidak penting, bagi mereka ridho ALLAH yang penting

    Insyallah hal ini sangat menyelisihi ahli sunnah yang sangat berharap surga sebagai imbalan semua ibadahnya

    wallahualam

    Reply
  61. tya says:
    15 tahun yang lalu

    memang mungkin kehidupan akan indah ya dengan ikhlas tapi kenapa kok sulit bgt??????????

    Reply
  62. riski says:
    15 tahun yang lalu

    alhamdulillah..ikhlas berarti tidak mengharapkan apapun dlm ibadah yg kita lakukan, tidak menuntut pahala dan tdk berbuat ria, ujub dan sombong….
    menyerahkan jiwa dan raga atw seluruh wujud yg ada pd diri kita hanya kepada allah, insyaallah ikhlas tertanam di hati kita wahai umat muslimin.

    Reply
  63. yuni pratiwi setyaningsih says:
    15 tahun yang lalu

    ALLAHU AKBAR…….
    ALLAHU AKBAR…….
    ALLAHU AKBAR…….

    ikhlas……susah banget….tp aku tak menyerah untuk berusaha menjadi ikhlas….thanks artikelnya…pelejeran baru buatku…

    Reply
  64. Awas Ada Lheny says:
    15 tahun yang lalu

    Ya Allah..

    Susah.y untuk ikhlasss..
    Bantu aku ya Allah..

    Amin..

    Reply
  65. mendhel says:
    15 tahun yang lalu

    ikhlas…..berarti apapun yang kita kerjakan adalah merupakan ibadah kepada Allah, bukan karena yang lain.

    Reply
  66. viniojubilee says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, tulisan yang sangat teliti dan sangat bermanfaat. Ijin share

    Reply
  67. Dimas says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallah, artikelnya bagus, menjelaskan secara rinci… Ternyata, tidak mudah menggapai keikhlasan dalam segala hal terutama amalan – amalan sholeh. Saya hanya bisa meminta pertolongan dari Allah SWT agar dibukakan pintu hati dan diberikan rahmat dari sisi-Nya. Amiiin…

    Reply
  68. lukmanul says:
    14 tahun yang lalu

    hanya Allah yg lebih tau atas segala amalan yg kulakukan ihlas atau tidaknya>>
    yang pasti aku berusaha untuk ihlas karena Allah….tak seorangpun yang tau hati seseorang….kecuali Allah, niat baik akan baik jadinya.

    Reply
  69. Waris says:
    14 tahun yang lalu

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
    Ijin share ya.

    Reply
  70. wimpi bayu says:
    14 tahun yang lalu

    ikhlas memang berat dan gk gampang…kita hanya bisa berusaha dan berdoa..karena keikhlasan adalah pemberian allah..semoga kita semua di beri keikhlasan oleh allah amin amin amin…

    Reply
  71. sarah esllan says:
    14 tahun yang lalu

    iklhas, satu kata yang paling sering kita dengar tapi sulit untuk merealisasikannya, mengikhlaskan atas semua yang telah terjadi pada diri kita kalau tanpa di dampingi dengan keimanan yang kuat karna NYA, ikhlas itu tak akan tumbuh dalam diri kita, maka pertebal keimanan, maka segala sesuatu akan mudah bagi kita untuk mengikhlaskan nya, apa pun itu.

    Reply
  72. Bang Uddin says:
    13 tahun yang lalu

    Kita tidak akan sanggup mengekang amarah dan hawa nafsu secara keseluruhan hingga tidak meninggalkan bekas apapun dalam diri kita.
    Namun jika mencoba untuk mengendalikan keduanya dengan cara latihan dan kesungguhan yang kuat, tentu kita akan bisa.
    (Imam al Ghazali)

    Reply
  73. muhammad syam al-aidid says:
    13 tahun yang lalu

    izin copas semoga bermamfaat

    Reply
  74. Putra Alhikmah says:
    11 tahun yang lalu

    Masya Allah Tabarakallah… ijin share.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Silahkan

      Reply
  75. Zaynsonnd says:
    7 tahun yang lalu

    Masha Allah… Masha Allah…
    Barakallah barakallah fiik …
    ‘asa allah yaj’allaka min alladziina aamanuu wa ‘amilu asshalihaati watawaashaw bil haq watawaashaw bis sabr
    Aaamiinn..

    Reply
  76. R eka says:
    6 tahun yang lalu

    Izin save doanya ya mind

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah