Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keadaan Manusia Sesudah Ramadhan

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
31 Juli 2015
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan hikmah disyari’atkannya ibadah puasa yang agung berupa perealisasian ketakwaan , sebagaimana yang terdapat dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah : 183).

Oleh karena itu, seorang muslim selayaknya menghayati keberadaan bulan puasa sebagai madrasah imaniyyah, yang mentarbiyyah seseorang yang berpuasa untuk mudah melakukan amal shaleh dan ibadah serta bersungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa dan kemaksiatan.

Disebabkan hal di ataslah, pengaruh baik puasa Ramadhan -jika puasa tersebut  dilaksanakan dengan benar- akan terus nampak pada bulan-bulan sesudah Ramadhan, karena balasan kebaikan itu adalah kebaikan sesudahnya.

Berkata Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullah :

ولهذا ذكر العلماء أن من أمارات قبول الصيام والقيام أن تحسُن حال العبد بعد رمضان ؛ فإذا كانت قبل رمضان سيئة تكون بعده حسنة ، وإذا كانت قبل رمضان حسنة فإنها بعده تكون أحسن ؛ وهذا من أمارات الخير وعلاماته ، أما والعياذ بالله إذا ساءت حال الإنسان بعد رمضان ووجد نفسه مقبلة على المعاصي -والعياذ بالله- والذنوب وعلى التفريط في الطاعات والواجبات والفرائض فهذه ليست من علامات الخير .

Oleh karena inilah, ulama menyebutkan bahwa diantara tanda-tanda diterimanya ibadah puasa dan shalat taraweh adalah keadaan seorang hamba menjadi baik (baca: bertakwa) pasca Ramadhan.

Jika keadaannya sebelum Ramadhan buruk (baca: banyak maksiat), maka sesudahnya menjadi baik, sedangkan jika sebelum Ramadhan keadaannya baik , maka sesudahnya menjadi semakin baik, hal ini termasuk tanda-tanda kebaikan.

Adapun -kita berlindung kepada Allah- jika buruk keadaanannya pasca Ramadhan, ia dapati dirinya -kita berlindung kepada Allah- suka maksiat dan dosa serta suka menelantarkan ketaatan dan kewajiban-kewajiban, maka ini bukanlah termasuk tanda-tanda kebaikan.

Karena itu, termasuk perkara yang tertuntut untuk dilakukan sesudah Ramadhan adalah seseorang bersungguh-sungguh untuk terus melakukan kebaikan, seorang Salafush Shaleh mengatakan :

بئس القوم لا يعرفون الله إلا في رمضان

Seburuk-buruk manusia adalah orang yang mengenal Allah hanya pada bulan Ramadhan saja.

Inilah keadaan yang terjadi pada sebagian orang!

Anda saksikan orang tipe ini rutin melakukan kewajiban-kewajibannya sebagai hamba Allah pada bulan Ramdhan, namun ketika keluar dari bulan Ramadhan, ditinggalkanlah banyak dari kewajiban-kewajiban tersebut, ia mulai banyak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.

ورب رمضان هو رب الشهور كلها ، والمعبود في رمضان معبود في الشهور كلها ، والفرائض فرائض في رمضان وفي غيره ، والواجبات واجبات في رمضان وفي غيره ، والمحرمات محرمات في رمضان وفي غيره

(Padahal) Tuhan bulan Ramadhan, sama dengan Tuhan seluruh bulan yang lainnya. Sesembahan yang haq pada bulan Ramadhan, sama dengan sesembahan yang haq pada bulan- bulan selainnya. Ibadah-ibadah yang wajib tetaplah menjadi ibadah yang wajib, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan- bulan selainnya dan perkara-perkara yang haram tetaplah menjadi perkara yang haram, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan- bulan selainnya, demikianlah tutur Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullah mengingatkan hal ini.

Oleh karena itulah, sungguh merugi orang yang sesudah Ramadhan tidak bisa menjaga keistiqomahan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Ingatlah! Bahwa ketika kita melepaskan bulan Ramadhan, maka hakekatnya bukanlah melepaskan ketaatan, bukanlah mengatakan “selamat tinggal ketaatan!” .

Ketaatan tetaplah ketaatan dan ibadah tetaplah ibadah sampai kita meninggal dunia. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ 

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al-Hijr :99).

Hanya saja, bukan berarti tidak terbuka pintu maaf bagi seseorang yang sudah terlanjur suka melakukan kemaksiatan-kemaksiatan sesudah Ramadhan!

Karena Allah Maha Penerima Taubat, jika ia bertaubat, maka Allah akan mengampuninya!

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ   

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az-Zumar:53).

Konteks ayat yang agung ini berkenaan dengan orang yang bertaubat dari segala macam dosa dan kemaksiatan, bahwa Allah mengampuninya, walaupun dosanya sebesar apapun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

“Seorang yang bertaubat dari suatu dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa tersebut” [HR. Ibnu Majah 4250 dan yang lainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani].

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

 

Sumber: Al-badr.net

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya

Di Mana Kedudukan Kita Di Antara Mereka?

Komentar 2

  1. Chairul Nazwar says:
    11 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, artikel ini bagus, tepat waktu dan mengena. Oya kalau boleh, alangkah membantu para pengunjung blog ini, kalau di dalamnya tersedia jadwal waktu shalat. Terimakasih.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Barakallahu fikum, semoga Allah membimbing kita semua agar semakin meningkat keimanannya pasca Ramadhan. Terimakasih atas masukannya.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah