Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Cara Salafus Shalih Menyambut Ramadhan

Ari Wahyudi, S.Si. oleh Ari Wahyudi, S.Si.
17 Juni 2015
di Akhlak dan Nasihat
cara menyambut ramadhan
Share on FacebookShare on Twitter

Syaikh al-Fauzan pernah ditanya :

Bagaimanakah keadaan salafus shalih –radhiyallahu’anhum wa rahimahum– dalam menyambut bulan yang agung ini? Bagaimanakah bimbingan mereka? Bagaimanakah kebiasaan dan sikap mereka?

Bagaimanakah seorang muslim mempersiapkan dirinya agar bisa memanfaatkan waktu-waktu malam yang sekarang dijalani olehnya demikian pula siang harinya? Yaitu persiapan dalam hal ilmu dengan mengetahui hukum-hukum puasa, mengetahui hal-hal yang membatalkannya, mengenali hukum-hukumnya.

Karena sebagian orang lalai dari perkara-perkara ini, sehingga tidak mendalami hukum seputar puasa dan juga tidak berusaha memahami ilmu yang wajib dalam masalah puasa, apakah Syaikh hafizhahullah berkenan untuk memberikan nasihat berkaitan dengan hal ini?

Setelah membaca bismillah dan menjawab salam, beliau menjawab :

Keadaan salaf di bulan Ramadhan, sebagaimana hal itu telah tercatat dalam kitab-kitab yang diriwayatkan dengan sanad yang terpercaya bahwa para salaf senantiasa memohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar menyampaikan/mengantarkan mereka sehingga bisa menjumpai Ramadhan, yaitu sebelum masuknya bulan itu.

Mereka meminta kepada Allah supaya mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, karena mereka mengetahui bahwa di bulan itu terdapat kebaikan yang sangat besar dan kemanfaatan yang begitu luas.

Kemudian, apabila bulan Ramadhan sudah masuk mereka pun meminta kepada Allah untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka dalam beramal salih di bulan tersebut. Kemudian, apabila Ramadhan usai mereka juga memohon kepada Allah agar menerima amalan mereka itu, sebagaimana Allah jalla wa ‘ala firmankan (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa-apa yang sanggup mereka persembahkan sementara hati mereka itu merasa takut; bagaimanakah kiranya keadaan mereka ketika dikembalikan kepada Rabbnya. Mereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan mereka berlomba-lomba untuk meraihnya.” (QS. al-Mu’minun : 60-61).

Mereka bersungguh-sungguh dalam beramal, kemudian setelah itu mereka dirundung oleh rasa cemas dan khawatir setelah beramal; apakah amalnya itu diterima ataukan tidak. Yang demikian itu dikarenakan mereka sangat mengetahui tentang agungnya kedudukan Allah ‘azza wa jalla dan bahwasanya Allah tidak akan menerima amal kecuali yang ikhlas untuk mencari wajah-Nya dan amalan yang benar sebagaimana tuntunan/sunnah Rasul-Nya.

Oleh karena itu, mereka tidak menganggap dirinya suci, bahkan mereka merasa khawatir kalau-kalau amal-amal mereka itu terhapus/tidak diterima. Oleh sebab itulah mereka sangat berharap agar amalnya bisa diterima, dan hal ini jauh lebih membuat letih pikiran mereka daripada sekedar melaksanakannya. Karena sesungguhnya Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah hanya akan menerima -amal- dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Ma’idah : 27).

Dan adalah mereka itu dahulu berusaha untuk meluangkan waktunya untuk bisa menikmati ibadah di bulan ini -sebagaimana sudah kami sampaikan- dan mereka pun mengurangi/mempersedikit amal-amal/urusan dunia.

Adalah mereka -salafus shalih- itu memadati waktu-waktu mereka dengan duduk di rumah-rumah Allah ‘azza wa jalla. Mereka mengatakan, “Kami ingin menjaga puasa kami, kami tidak ingin menggunjing siapa pun.” Dan mereka pun menhadirkan mushaf-mushaf untuk dibaca, dan mereka saling mempelajari kandungan Kitabullah ‘azza wa jalla. Mereka senantiasa
berusaha menjaga agar waktunya tidak terbuang sia-sia.

Mereka tidak suka membuang-buang waktu dan menyia-nyiakannya sebagaimana keadaan yang ada pada banyak orang di masa sekarang ini. Akan tetapi, mereka -salafus shalih- berusaha menjaga waktu-waktu mereka; malam diisi dengan sholat malam, sedangkan siang hari diisi dengan puasa, membaca al-Qur’an, dzikir kepada Allah, dan berbagai amal kebaikan.

Mereka -salafus shalih- itu tidak mau menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadhan itu walaupun sedetik saja atau sekejap, kecuali mereka selalu berusaha untuk bisa mempersembahkan amal salih di dalamnya.

***

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/9840

Penerjemah: Ari Wahyudi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Ari Wahyudi, S.Si.

Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil".

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
orang jujur dan dusta

Tafsir Ayat "Agar Allah Mengetahui Orang Yang Jujur Dan Yang Dusta"

Komentar 1

  1. Agrippin L Finnegan says:
    11 tahun yang lalu

    Barakallahu fikum, Ustadz.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah