Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Merasa Tak Pantas Untuk Berdakwah

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
24 April 2015
di Manhaj
Berdakwah
Share on FacebookShare on Twitter

Saat sesi tanya jawab kajian Ushul as-Sittah (enam kaidah penting dalam beragama) di Masjid Nabawi, Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili – hafizhahullah – mendapatkan sebuah pertanyaan sebagai berikut:

Banyak dari kalangan penuntut ilmu enggan mendakwahkan ilmu yang didapatnya, saat kembali ke negerinya. Mereka berdalih dengan ayat,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqarah : 44).

“Saya masih banyak kekurangan, dan masih melakukan sebagian perbuatan dosa. Aku merasa tidak pantas untuk berdakwah, sementara diriku sendiri masih banyak kekurangan”, demikian alasan mereka. Padahal ia tahu kalau di negerinya tersebut banyak tersebar kemungkaran. Apa nasehat Anda wahai Syaikh -semoga Allah menjaga Anda-.

Syaikh menjawab:

Ini adalah tipuan setan. Para ulama menjelaskan makna firman Allah ta’ala,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqarah : 44).

bahwa maknanya adalah,

ما لامهم على الدعوة.. ما لامهم على أمر الناس في الخير، وإنما لامهم على التقصير

“Allah mencela mereka bukan karena berdakwah dan beramar makruf, tapi karena bersikap meremehkan terhadap diri sendiri.”

Sebagian ulama muhaqqiqin lainnya menjelaskan, Allah ‘azza wa jalla telah mensyariatkan dakwah atau mengajak manusia kepada kebaikan dan telah mensyariatkan pula kepada manusia untuk mengamalkan kebaikan. Apabila dia lemah dalam hal mengamalkan kebaikan,  maka jangan ia mengumpulkan keburukan dengan keburukan yang lain, yaitu meninggalkan dakwah orang lain kepada kebaikan. Seandainya dakwaan semacam ini benar, tentu tidak ada seorang pun yang pantas mengajak manusia kepada kebajikan. Karena tak seorang manusia kecuali ia memiliki kekurangan.

Akantetapi bila ia jujur dalam berdakwah, ikhlas dalam mengajak manusia kepada kebaikan,  maka sesungguhnya Allah menerima amal kebaikannya berupa ajakannya kepada manusia untuk melakukan amal kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Semoga hal ini menjadi penghapus dosanya atau memperkecil hukumannya atas kekurangan yang ada pada dirinya (tidak mengamalkan yang ia perintahkan).

Meski tidak dapat dipungkiri, ia tercela disebabkan kekurangan tersebut. Akan tetapi bukan berarti kekurangannya dalam hal amalnya, menjadi alasan untuk meraih kekurangan pula dalam dakwahnya.

***

Simak rekamannya di link berikut: https://www.dropbox.com/s/ult5g0hwq8o44ut/Fatawa%20Syaikh%20Ibrahim%20Ar-Ruhaili?dl=0, pada menit ke 9.43.

Diterjemahkan dan didengarkan langsung oleh: Ahmad Anshori
Artikel : Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
Iman kepada takdir

Beriman Kepada Takdir Allah (1)

Komentar 2

  1. Syarif Rangkuti says:
    11 tahun yang lalu

    ustad, adakah syarat – syarat untuk berdakwah

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Silahkan baca :
      Silahkan baca:
      14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah , Ust. Abdullah Zaen, MA.

      http://almanhaj.or.id/content/1074/slash/0/syarat-dan-kaidah-dalam-dakwah-mengajak-manusia-kepada-agama-Islam-yang-benar/

      http://almanhaj.or.id/content/3353/slash/0/hikmah-dalam-berdakwah/

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah