Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Liang Kubur: Awal Perjalanan Kita di Akhirat

Abdullah Zaen, Lc., MA. oleh Abdullah Zaen, Lc., MA.
15 Juli 2008
di Tazkiyatun Nufus
Share on FacebookShare on Twitter

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على نبيه المصطفى، أما بعد

Khalifah kaum muslimin yang ketiga Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu jika melihat perkuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.

Suatu hari ada seorang yang bertanya:

تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟

“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه

“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “Hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)

Bagaimanakah perjalanan seseorang jika ia telah masuk di alam kubur? Hadits panjang al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan Syaikh al-Albani menceritakan perjalanan para manusia di alam kuburnya:

Suatu hari kami mengantarkan jenazah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari golongan Anshar. Sesampainya di perkuburan, liang lahad masih digali. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun duduk (menanti) dan kami juga duduk terdiam di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung gagak yang hinggap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memainkan sepotong dahan di tangannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!” Beliau ulangi perintah ini dua atau tiga kali.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang. Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut. Malaikat pencabut nyawa itu berkata, ‘Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya’. Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil. Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula. Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.

Kemudian nyawa yang telah dikafani itu diangkat ke langit. Setiap melewati sekelompok malaikat di langit mereka bertanya, ‘Nyawa siapakah yang amat mulia itu?’ ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’, jawab para malaikat yang mengawalnya dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diizinkan. Maka seluruh malaikat yang ada di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit berikutnya. Hingga mereka sampai di langit ketujuh. Di sanalah Allah berfirman, ‘Tulislah nama hambaku ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu kembalikanlah ia ke (jasadnya di) bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka (para manusia), dan kepadanyalah Aku akan kembalikan, serta darinyalah mereka akan Ku bangkitkan.’

Lalu nyawa tersebut dikembalikan ke jasadnya di dunia. Lantas datanglah dua orang malaikat yang memerintahkannya untuk duduk. Mereka berdua bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Rabbku adalah Allah’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’, ‘Agamaku Islam’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” jawabnya. ‘Dari mana engkau tahu?’ tanya mereka berdua. ‘Aku membaca Al-Qur’an lalu aku mengimaninya dan mempercayainya’. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang menyeru, ‘(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya’. Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.

Saat itu datanglah seorang (pemuda asing) yang amat tampan memakai pakaian yang sangat indah dan berbau harum sekali, seraya berkata, ‘Bergembiralah, inilah hari yang telah dijanjikan dulu bagimu’. Mukmin tadi bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kebaikan’. ‘Aku adalah amal salehmu’ jawabnya. Si mukmin tadi pun berkata, ‘Wahai Rabbku (segerakanlah datangnya) hari kiamat, karena aku ingin bertemu dengan keluarga dan hartaku.

Adapun orang kafir, di saat dia dalam keadaan tidak mengharapkan akhirat dan masih menginginkan (keindahan) duniawi, turunlah dari langit malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya. Saat itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’. Maka nyawa orang kafir tadi ‘berlarian’ di sekujur tubuhnya. Maka malaikat pencabut nyawa tadi mencabut nyawa tersebut (dengan paksa), sebagaimana seseorang yang menarik besi beruji yang menempel di kapas basah. Begitu nyawa tersebut sudah berada di tangan malaikat pencabut nyawa, sekejap mata diambil oleh para malaikat bermuka hitam yang ada di sekelilingnya, lalu nyawa tadi segera dibungkus dengan kain mori kasar. Tiba-tiba terciumlah bau busuk sebusuk bangkai yang paling busuk di muka bumi.

Lalu nyawa tadi dibawa ke langit. Setiap mereka melewati segerombolan malaikat mereka selalu ditanya, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?’, ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’ jawab mereka dengan namanya yang terburuk ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia, mereka minta izin untuk memasukinya, namun tidak diizinkan. Rasulullah membaca firman Allah:

لا تفتح لهم أبواب السماء ولا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط

“Tidak akan dibukakan bagi mereka (orang-orang kafir) pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, sampai seandainya unta bisa memasuki lobang jarum sekalipun.” (QS. Al-A’raf: 40)

Saat itu Allah berfirman, ‘Tulislah namanya di dalam Sijjin di bawah bumi’, Kemudian nyawa itu dicampakkan (dengan hina dina). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta’ala:

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيْحُ فِي مَكَانٍ سَحِيْقٍ

“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 31)

Kemudian nyawa tadi dikembalikan ke jasadnya, hingga datanglah dua orang malaikat yang mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Saat itu terdengar seruan dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka baginya dan bukakan pintu ke arahnya’. Maka hawa panas dan bau busuk neraka pun bertiup ke dalam kuburannya. Lalu kuburannya di ‘press’ (oleh Allah) hingga tulang belulangnya (pecah dan) menancap satu sama lainnya.

Tiba-tiba datanglah seorang yang bermuka amat buruk memakai pakaian kotor dan berbau sangat busuk, seraya berkata, ‘Aku datang membawa kabar buruk untukmu, hari ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu’. Orang kafir itu seraya bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kesialan!’, ‘Aku adalah dosa-dosamu’ jawabnya. ‘Wahai Rabbku, janganlah engkau datangkan hari kiamat’ seru orang kafir tadi. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (XXX/499-503) dan dishahihkan oleh al-Hakim dalam Al-Mustadrak (I/39) dan al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal. 156]

Itulah dua model kehidupan orang yang telah masuk liang kubur. Jika kita menginginkan untuk menjadi orang yang dibukakan baginya pintu ke surga dan diluaskan liang kuburnya seluas mata memandang maka mari kita berusaha untuk memperbanyak untuk beramal saleh di dunia ini.

Suatu amalan tidak akan dianggap saleh hingga memenuhi dua syarat:

  1. Ikhlas
  2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan landasan dua syarat di atas.

Di antara dalil syarat pertama adalah firman Allah Ta’ala:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Di antara dalil syarat kedua adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak.” [HR. Muslim dalam Shahih-nya (III/1344 no 1718)]

Allah menghimpun dua syarat ini dalam firman-Nya di akhir surat Al-Kahfi:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Maka mari kita manfaatkan kehidupan dunia yang hanya sementara ini untuk benar-benar beramal saleh. Semoga kelak kita mendapatkan kenikmatan di alam kubur serta dihindarkan dari siksaan di dalamnya, amin.

Wallahu Ta’ala a’lam, wa shallallahu ‘ala nabiyyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Tulisan ini terinspirasi dari kitab Majalis Al-Mu’minin Fi Mashalih Ad-Dun-Ya Wa Ad-Din Bi Ightinam Mawasim Rabb Al-‘Alamin, karya Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syahlub (II/83-86)

***

Penulis: Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen, Lc.

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin22
Abdullah Zaen, Lc., MA.

Abdullah Zaen, Lc., MA.

alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, alumni Fakultas Syari’ah Institut Studi Islam Darussalam Gontor, S1 Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyah, S2 Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah. Dosen di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember.

Artikel Terkait

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Artikel Selanjutnya

Wahai Manusia Lihatlah Hatimu!!

Komentar 40

  1. titi says:
    17 tahun yang lalu

    Art ini sgt bgs,setelah bc ini aku jd lbh rjin beribadah

    Reply
  2. anis oktaviani says:
    17 tahun yang lalu

    saya jadi takut dan akan smakin mencari amal yang lebih banyak…!

    Reply
  3. muhsin bin aziz says:
    17 tahun yang lalu

    knapa yah alam kubur itu slalu ditakuti yang paling parah lagi adalah mereka meragukan keberadaannya…harus bagai manakah kita..?
    dan saya sngat senang dengan adanya artikel ini supanya manusia sadar dan saya pun jadi lebih yakin.

    Reply
  4. Awan says:
    17 tahun yang lalu

    Artikel yg bgus

    Reply
  5. ana says:
    17 tahun yang lalu

    Sekiranya seseorang itu tidak sembahyang, maka apakah org itu tergolong dari orang-orang kafir?

    Reply
  6. Rudi Irawan says:
    17 tahun yang lalu

    Ya Allah, jgn satukan hambamu ini dlm golongan orang2 kafir..
    Tapi berikan petunjukMU menuju jalanMu yg lurus
    hamba takut siksa kubur ya Allah
    terlebih lg nerakaMu..

    Reply
  7. hamba ALLAH says:
    16 tahun yang lalu

    bismillahirrahmannirrakhiim…….

    assalamu’alaikum…….
    YA ALLAH,jikalau Engkau tak mengampuni dosa hamba,niscaya hamba termasuk golongan orang-orang yang rugi,

    mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi ku dan bagi siapa saja yang membacanya..amin

    artikelNya subkanaALLAH,segala puji bagi ALLAH yang telah menganugrahkan kebesaran_Nya kepada penulis artikel ini

    assalamu’alaikum.^_^….

    Reply
  8. kay says:
    16 tahun yang lalu

    memang hanya amal dan ibadah kita yang bisa mengantarkan kita ke alam barzakh kelak!!!

    Robby.. .
    ihdinasgirotol mutaqimm

    Reply
  9. dwi says:
    16 tahun yang lalu

    marilah beribadah HANYA sesuai yang dituntunkan oleh Rasulullah Muhammad SAW,….karena hanya ibadah itu yang akan diterima oleh Alloh Azza Wa Jalla…..sekarang banyak ibadah tambahan yang tidak sesuai syarii…..jangan bid’ah lah……

    Reply
  10. zain yahya says:
    16 tahun yang lalu

    Kita harus menggunakan kehidupan yg hanya sebentar ini dg melakukan kebaikan. Sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling Bertaqwa.Tanamkanlah pokok keimanan dlm jiwa. Berbuat kebaikan LILLAAHI TA’LA.

    Reply
  11. ustadz kalong says:
    16 tahun yang lalu

    Mari selalu mendekat pada Allah, dirikan sholat,tunaikan zakat.kerjakan assunah, beramal yg ikhlas. Aku mengajak pd diriku dan para pembaca sekalian.

    Reply
  12. landyust says:
    16 tahun yang lalu

    izin share ya ustad,…

    Reply
  13. elfitah says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum. cat yg sgt bermanfaat & terima kasih telah mengingatkan

    Reply
  14. soenanto says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga kita semua di jauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka, dan semakin memperbanyak beribadah kepada Allah SWT, amien

    Reply
  15. yelmi says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…
    Syukron Ustaz atas ilmunya sangat b’manfaat, dan izin tuk share ketemen2

    Reply
  16. kiki says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah, bagus sekali artikelnya
    bikin merinding
    makasih ya ustadz

    Reply
  17. zaenal says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Ustad, Ijin Copy utk Share ya..

    Reply
  18. abu faeez says:
    16 tahun yang lalu

    Izin copy untuk di share
    Terima kasih

    Reply
  19. Wie Jie says:
    16 tahun yang lalu

    Jazakallah khairon katsir

    Reply
  20. burhanudin says:
    16 tahun yang lalu

    ASSALAMUALAIKAUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…TRIMAKASIH ATAS INFOX, MARI KITA TINGKATKAN KEMAJUAN GENERASI ISLAM YG AKAN CINTA AKHERAT, BUKAN MENCINTAI DUNIA INI.

    Reply
  21. Anton Purwanto says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanalloh…. Allohuakbar.

    hanya dengan kebesaran-Nya,kasih sayang-Nya serta ridlho-Nya kita akan bisa selamat untuk
    melaluinya

    terima kasih ustazd telah mengingatkan kita semua,semoga menjadi amalan yg baik untuk anda

    dan semmoga bisa menjadi dorongan untuk lebih baek lagi mencari Ridhlo-Nya.Amin……..

    SUBHANALLOH WALKHAMDULILLAH WALAILAHAILLALLOHUALLLOHUAKBAR.

    Reply
  22. Umieyan My says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum,
    Izin share ya ustad…
    JazakAllah…

    Reply
  23. arif says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum…
    Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua..
    Mohon maaf, saya tidak bermaksud untuk mencopy atw apa..
    saya mencopy artikel ini dengan tujuan materi tugas sekolah dan sekalian untuk berbagi ilmu utnuk semuanya…
    terima kasih…

    Reply
  24. indra says:
    15 tahun yang lalu

    allahuakbar sungguh besar kuasa allah.
    tidak ada tandingannya oleh siapapun.
    saya percaya bahwa manusia akan kekal di akhirat begitu pula oleh allah.
    dialah pencipta segala mahluk.

    Reply
  25. sholikan says:
    15 tahun yang lalu

    alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT Semoga kita semua termasuk golongan orang2 mukmin dan golongan orang2 yg beruntung. Amin..

    Izin untuk share ke tekan2.. maturnuwon. wasslm.

    Reply
  26. icih says:
    15 tahun yang lalu

    subhanallah dgn segala firmannya kita selalu mengabaikan perintahnya,astageirullohalladziim. izin share barokallah.

    Reply
  27. Alimudin says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamualaikum wr.wb
    Blog yang sangat inspiratif,
    Rudi irawan => Jalan yang lurus
    Jalan => Ada aturan,ada yang diatur,dan ada yang mengatur,Menunjukan suatu sistem.
    Lurus => Benar,Aturan yang benar adalah aturan yang di Buat ole Allah,yaitu Al-Qur’an,dan hadish shahih.
    Jalan yang lurus(Shiratal Mustaqim)=> Sistem atau aturan yang didasarkan kepada Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih,bkan aturan yang dibuat berdasarkan kebutuhan suatu masyarakat ataupun kehendak suatu golongan.
    Itu pendapat saya,
    mohon pencerahan apabila terdapat kesalahan

    Reply
  28. sukma says:
    15 tahun yang lalu

    sungguh sangat bermanfaat….muat terus artikel yang bisa mengarahkan ummat kepd jalan yang lurus

    Reply
  29. Rindra says:
    15 tahun yang lalu

    izin share ustad..

    Reply
  30. Iezals Cordova says:
    15 tahun yang lalu

    izin share tadz

    Reply
  31. Parwoto says:
    15 tahun yang lalu

    Ass. wr. wb.
    Ustadz,
    Mohon ijin untuk dicopy, dimasukkan dalam buletin wredatama (pensiunan), untuk kalangan sendiri, tidak komersiil.

    Wass. wr. wb.

    Reply
  32. Muhammad Firdaus says:
    15 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum :)
    izin share :)

    Reply
  33. fatimah says:
    15 tahun yang lalu

    mohon izin copy untuk tugas dan share ke teman2 yg lain.syukron wa jazakillah khair…

    Reply
  34. Muhd. Rifa'ie says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamualaikum. Terdapat sedikit kesilapan dalam pembikinan artikel ini pada bahagian “khalifah muslim yang keempat yang termashur”. Sebetulnya khalifah islam yang keempat termashur ialah khalifah Ali Karamullah Wajhah. Khalifah uthman adalah khalifah islam yang ketiga. Mohon maaf kerana menegur. Semoga semua nya didalam perlindungan Allah selalu. Assalamualaikum….

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Muhd. Rifa’ie
      Wa’alaikumussalam, syukran atas koreksinya

      Reply
  35. aan says:
    14 tahun yang lalu

    ya alllah ampunilah dosa dosa hambamu ini ya allah ampuilah dosa kedua orang tuaku yallah berilah kami ini kesuksesan dunia dan akhriat ya allah dan pertemukanlah kami di surga nanti ya allah . engkaulah maha mendengar dan maha mengetahui ya allah ampunilah dosa dosa kami ya allah amin amin amin amin

    Reply
  36. mohammad sanusi says:
    14 tahun yang lalu

    Bila baca takut rasanya kalau di fikir dengan amalan yg diri sendiri…
    Sy ingin skali mendakati diri dengan agama….

    Reply
  37. randy says:
    14 tahun yang lalu

    tiada upaya kecuali pertolongan allah

    Reply
  38. Ade Fathur says:
    6 tahun yang lalu

    Jazakallaahu khairan katsiiraa, Ustadz
    Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.
    Izin copas untuk keluarga, sanak dan saudara saya, tadz!

    Reply
  39. Syaiful says:
    5 tahun yang lalu

    Barakallahu fykum.. Tulisan yg sangat bagus.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah