Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kiat-Kiat Mengendalikan Hawa Nafsu

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
6 Februari 2015
di Akhlak dan Nasihat
kiat mengendalikan hawa nafsu
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kiat umum mengendalikan nafsu
    • 1. Konsultasikan kepada dua “Dewan Pertimbangan Jiwa”, yaitu Agama Islam dan Akal Sehat sebelum melangkah
    • 2. Anda galau? Jauhilah apa yang paling disukai hawa nafsu Anda!

Dalam artikel Apakah Mengikuti hawa nafsu syirik akbar? telah dijelaskan bagaimana bahayanya seseorang mengikuti hawa nafsu, bahkan pada tingkatan tertentu seseorang akan bisa terjatuh ke dalam syirik akbar karena ia memperbudakkan dirinya kepada hawa nafsu dan menyembahnya!

Nah, bagaimana cara mudah agar selamat dari penyembahan hawa nafsu tersebut? Dua kiat berikut semoga bisa membantu Anda.

Kiat umum mengendalikan nafsu

1. Konsultasikan kepada dua “Dewan Pertimbangan Jiwa”, yaitu Agama Islam dan Akal Sehat sebelum melangkah

Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Tatkala seorang yang sudah baligh diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti binatang (yang tidak diuji dengannya), dan setiap waktu ia menghadapi gejolak hawa nafsu, maka dianugerahkan kepadanya dua penentu keputusan, yaitu agama Islam dan akal sehat. Ia pun selalu diperintahkan untuk mengkonsultasikan gejolak hawa nafsu yang dihadapi kepada dua penentu keputusan tersebut dan tunduk kepada keduanya”.

Maksudnya:

Ulama sudah menjelaskan bahwa setiap kali seseorang menghadapi suatu masalah, sebelum mengambil langkah, ia tertuntut untuk muhasabah (intropeksi) diri, agar bisa memutuskan langkah yang tepat, yaitu langkah yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Untuk bisa memutuskan langkah yang tepat, maka haruslah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada penentu keputusan yang asasi, yaitu syari’at Islam, ia harus menimbang keputusan yang akan diambilnya dengan tinjauan syari’at Islam, dan ia gunakan akal sehatnya agar bisa memahami syari’at Islam dengan baik, mengokohkan keimanannya, dan membantunya dalam mempertimbangkan maslahat dan mudharat yang ada.

Jika sebuah alternatif keputusan sesuai dengan syari’at Islam dan  akal sehatnya, maka diambillah keputusan tersebut, namun jika tidak, maka ditinggalkannya. Dan ketahuilah bahwa agama Islam pastilah selaras dengan akal  sehat (yaitu akal yang lurus dan sesuai dengan fitrah), keduanya tidaklah mungkin bertentangan.

Orang yang tidak sudi menghambakan hatinya kepada hawa nafsu adalah orang yang selalu menimbang suatu masalah dengan tinjauan syar’i dan akal sehat, dengan keduanya ia kendalikan hawa nafsunya

2. Anda galau? Jauhilah apa yang paling disukai hawa nafsu Anda!

Sebagian Salafus Shalih berkata,

إذا أشكل عليك أمران لا تدري أيها أشد، فخالف أقربهما من هواك، فإن أقرب ما يكون الخطأ في متابعة الهوى

“Jika Anda bimbang menghadapi dua alternatif pilihan keputusan, Anda tidak tahu mana yang paling bahaya, maka tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat/disukai hawa nafsumu, karena sikap yang terdekat dengan kesalahan itu ada pada mengikuti hawa nafsu”.

Maksudnya:

Tidak jarang dikarenakan minimnya ilmu syar’i yang dimiliki seseorang dan kelemahan akal sehatnya, maka di dalam memutuskan suatu perkara, ia menemui kesulitan.

Ia bingung ketika menghadapi dua alternatif pilihan keputusan, mana yang harus diambil, padahal, ia harus mengambil keputusan sekarang juga, tidak ada satupun orang ‘alim yang bisa dihubungi ketika itu. Maka sebagian salaf sudah memberikan resep mudah kepada kita, yaitu  tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat dengan hawa nafsumu atau paling disukai hawa nafsumu! Dan pilihlah sebuah keputusan yang terjauh dari hawa nafsumu.

Mengapa demikian? Rahasianya terdapat dalam ucapan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berikut ini, “Ketika sikap yang sering terjadi pada orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan amarah adalah tidak bisa berhenti sampai pada batas mengambil manfaat saja (darinya), karena itulah (banyak) disebutkan nafsu, syahwat, dan amarah dalam konteks yang tercela, karena dominannya bahaya yang ditimbulkannya (dan) jarang orang yang mampu bersikap tengah-tengah dalam hal itu (mengatur nafsu, syahwat, dan amarahnya- pent)”. Wallahu a’lam.

***

(Diolah dari : Asbabut Takhallaush minal hawa, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah)

 

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin2
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian

oleh Mochammad Wibisono
12 Oktober 2026
0

Bayangkan kita sedang duduk di ruang tunggu. Seseorang memutar video dari ponselnya dengan suara keras. Ia tampak menikmati tayangan itu,...

Belajar Mencari Rezeki Ala Para Sahabat Nabi

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Oktober 2026
0

Kalau kita bayangkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang muncul di kepala kebanyakan orang mungkin sosok yang sepanjang hari...

Muslim dan Kebiasaan Membaca

oleh Fauzan Hidayat
4 Oktober 2026
1

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan...

Artikel Selanjutnya
tsubutiyyah salbiyyah

Mengenal Sifat Tsubutiyyah Dan Sifat Salbiyyah

Komentar 10

  1. Mohammad Adhi Praharsa says:
    12 tahun yang lalu

    Bukannya yang bisa mengerti isi hati hanyalah Allah | kenapa harus menyertakan dengan menyebut istilah ikhwan / akhwat salafy? | kenapa tidak dengan menyertakan kaidah umum? ||

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      12 tahun yang lalu

      Bisa diperjelas maksud Anda? Dan kaedah umum yg mana yg dimaksud? Pada kalimat mana dari artikel di atas yang Anda tanyakan?

      Reply
  2. trianahmadi says:
    11 tahun yang lalu

    saya mau tau gimana cara menghilangkan hawa nafsu selamanya?

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Hawa nafsu tidak bisa dihilangkan, yg bisa dikendalikan. Hawa nafsu itu sebagai ujian keimanan.

      Reply
  3. Dika says:
    11 tahun yang lalu

    Kalau mengikuti nafsu mencari rasa aman apakah dosa?

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      bisa diperjelas maksud “merasa aman”?

      Reply
  4. Dalvin Mf says:
    11 tahun yang lalu

    Apa jadinya bila kita sudah terlanjur memilih suatu perkara, sedangkan kita baru menyadari perkara tersebut itu berdasarkan hawa nafsu??

    *trimakasih..

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      JIka sampai melakukan dosa, segera bertaubat dan tingkatkan menuntut ilmu agama Islam ini, semoga dengannya bisa mendapatkan taufik Allah, agar hal itu tidak terulang lagi

      Reply
  5. martika says:
    6 tahun yang lalu

    syukron, jazaakallah khoiron ustadz.

    Reply
  6. Tri aditiawan says:
    3 tahun yang lalu

    terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini, setelah membaca saya harap bisa mengamalkaan dan mengendalikan hawa nafsu diri saya sendiri, semoga artikel ini bisa menjadi pahala zariah bagi pembuatnya amiin

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah