Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Menyikapi Penghina Nabi di Negeri Non-Muslim

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
30 Januari 2015
di Fatwa Ulama
menyikapi penghina nabi
Share on FacebookShare on Twitter

Fatwa Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

 

Ada yang mengatakan,”Tidaklah tersisa (pilihan) bagi orang-orang yang tinggal di negara Perancis kecuali meminta ijin kepada negara Belanda untuk membunuh penghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Aku (Syaikh Muhammad Bazmul) berkata,

“Orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di negeri Islam tidak boleh dibunuh kecuali setelah melaporkan perbuatan tersebut kepada pemerintah (penguasa kaum muslimin).

Adapun (orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) di negeri non-muslim, maka Engkau tidak boleh melakukan suatu tindakan apa pun. Yang Engkau lakukan hanyalah bersegera untuk berhijrah (pindah) dari negeri tersebut dan tidak tinggal di dalamnya kecuali jika Engkau tidak mampu untuk berhijrah (keluar) dari negeri tersebut. Karena di negeri tersebut terdapat kekafiran yang sangat besar. Engkau tidak perlu memenuhi tuntutan syarat dan perjanjian. Bahkan, tidak perlu pula menunggu keputusan (apakah boleh hijrah ataukah tidak, pen.) selama tidak ada jaminan keselamatan.

Untuk berhijrah, tidak perlu ada izin ke pemerintah, semisal Belanda dan lainnya. Hukum hudud tidak berlaku atas kaum muslimin di negeri yang rusak tersebut.

Tidakkah Engkau melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat masih tinggal di Mekah, ketika beliau dihina oleh istri Abu Lahab, maka beliau tidaklah memerintahkan untuk membunuhnya, demikian pula tidak ada satu pun dari para sahabat Rasulullah yang membunuhnya, pada waktu dan kondisi tersebut.

Maka janganlah rasa simpatimu (kepada kaum muslimin di Perancis, pen.) membuatmu terjerumus dalam berbuat keonaran (teror) yang menyelisihi syariat, meskipun Engkau bermaksud untuk menolong mereka. Semoga Allah memberikan hidayah kepadamu.”

[selesai perkataan Syaikh Bazmul]

Teks asli:

قال : لم يبق لمن يعيش في فرنسا الا ان يستأذن هولاند في قتل ساب النبي صلى الله عليه وسلم؟
قلت : ساب الرسول صلى الله عليه وسلم في بلاد الاسلام لا يقتل الا بعد رفع امره لولي الامر.
اما في بلاد الكفر فأنت لا تفعل شيئا انما تبادر الى الهجرة من هذه البلاد ولا تساكنهم الا اذا لم تقدر على الهجرة من بلادهم. فإن ما هم فيه من الكفر اعظم. وما عليك من الوفاء بالشرط والعهد مطالب به. ولا ينبغي ان يتخذ القرار في ذلك بما لا يؤمن معه سلامة المآلات .
فلا تستأذن هولاند ولا غيره هاجر او الزم حدك.. لا تجر على المسلمين في تلك البلاد الفساد.
اما ترى الرسول صلى الله عليه وسلم لما كان بمكة وكانت امرأة ابي لهب تسبه لم يامر بقتلها ولم يقتلها احد من الصحابة في ذلك الوفت وذاك الحال. فلا تأخذك العواطف فتقع في عواصف مخالفة الشرع من حيث انك تريد نصره.
هداك الله

***

Selesai diterjemahkan di pagi hari ba’da subuh, Masjid Nasuha Rotterdam NL, 29 Rabiul Awwal 1346

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Diterjemahkan dari status faceebook beliau pada tanggal 17 Januari 2015. Penerjemah mengucapkan jazakallah khair kepada Ustadz Ahmad Anshori yang telah membantu menerjemahkan sebagian kalimat dalam teks fatwa tersebut.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya
dunia jin

Surat Al Jin 11-13 : Dalam Dunia Jin Terdapat Berbagai Firqah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah