Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tujuh Perbedaan Syirik Besar Dan Syirik Kecil

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
25 Januari 2015
di Akidah
syirik besar syirik kecil
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mengetahui sesuatu melalui lawannya
  • Definisi Syirik Secara Bahasa
  • Definisi Syirik Secara Istilah
    • Syirik Besar
    • Syirik Kecil
  • Perbedaan syirik besar dan syirik kecil
    • 1. Diampuni atau tidaknya
    • 2. Menggugurkan amal atau tidaknya
    • 3. Mengeluarkan dari Islam atau tidaknya
    • 4. Kekal di Neraka atau tidaknya
    • 5. Status dosanya
    • 6. Status kehalalan darah dan harta pelakunya
    • 7. Sikap Muslim terhadap pelakunya
  • Persamaan antara syirik besar dan syirik kecil
    • 1. Jenis dosa
    • 2. Terancam siksa

Mengetahui sesuatu melalui lawannya

Sya’ir mengatakan :

و بضدها تتبين الأشياء

“Dengan mengetahui kebalikannya, akan nampak jelas hakekat suatu perkara”.

Jika Anda ingin tahu panasnya api, maka rasakan dinginnya air, jika Anda ingin tahu enaknya penerangan sinar lampu, maka kenalilah gelapnya malam. Ya! Dengan mengetahui kebalikannya, akan nampak jelas hakikat suatu perkara.

Maka Anda tidaklah dikatakan paham tauhid dengan baik, kecuali jika Anda bisa menjelaskan apa itu syirik, karena syirik itu lawan dari tauhid. Begitu pula, tidaklah Anda bisa merasakan nikmatnya bertauhid dengan sempurna, kecuali jika Anda telah mengetahui bahayanya syirik.

Definisi Syirik Secara Bahasa

جاء في (معجم مقاييس اللغة) لابن فارس: (مادة الشرك المكونة من حرف الشين والراء والكاف أصلان:
أحدهما: يدل على مقارنة وخلاف انفراد

Dalam Mu’jam Maqayisul Lughah Ibnu Faris disebutkan bahwa, “Kata syirik (الشرك) yang tersusun dari huruf syin (ش), ra` (ر) dan kaf (ك) memiliki dua makna pokok, salah satunya adalah menunjukkan keikutsertaan dan lawan dari sendirian”

Definisi Syirik Secara Istilah

Syirik Besar

مساواة غير الله بالله فيما هو من خصائص الله

“Menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam rububiyyah, uluhiyyah, dan al-asma` was shifat)”

أن يَجْعَلَ العبد لله ندا في ربوبيته، أوألوهيته،أوأسمائه وصفاته

“Seseorang mengambil sekutu bagi Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah, atau nama dan sifat-Nya”

Definisi di atas berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu ketika bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dosa apakah yang paling besar, kemudian beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

أن تجعل لله ندا وهو خلقك

“Engkau mengambil sekutu bagi Allah padahal Dia menciptakanmu” (HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).

Syirik besar ini mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dinamakan besar karena adanya syirik yang di bawahnya, yang tingkat keburukannya tidak sampai sepertinya, yaitu syirik kecil.

Syirik Kecil

فكل ما نهى عنه الشرع مما هو ذريعة إلى الشرك الأكبر ووسيلة للوقوع فيه، وجاء في النصوص تسميته شركا

“Segala hal yang dilarang dalam syari’at sedangkan dalam nash disebut dengan nama syirik, dan menjadi sarana menghantarkan kepada kesyirikan besar”.

Syirik ini dinamakan kecil karena adanya syirik yang di atasnya, yang tingkat keburukannya lebih besar darinya. Syirik kecil ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam karena tidak sampai ada unsur menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam rububiyyah, uluhiyyah dan al-asma` was shifat).

Contoh:

Bersumpah dengan nama selain Allah dikatakan syirik kecil karena ada dalam dalil penyebutan nama syirik untuknya,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من حلف بغير الله فقد كفر او اشرك

“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, berarti telah menyekutukan Allah” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabi. Juga dishahihkan Al-Albani dalam Irwa`ul Ghalil). Di samping itu sebagai sarana untuk mengagungkan selain Allah sebagaimana Allah. Riya` yang sedikit dalam beribadah dikatakan syirik kecil karena ada dalam dalil penyebutan nama syirik untuknya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ . قَالُوا : وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Mereka (para Sahabat) bertanya : Apakah syirik kecil itu,ya Rasulullah?. Beliau menjawab : Riya`” (HR. Imam Ahmad,dishahihkan Al-Albani).  Sebagai sarana untuk sampai kepada syirik besar, yaitu sama sekali tidak mau beramal shalih kecuali jika nantinya dipuji.

Perbedaan syirik besar dan syirik kecil

Perbedaan syirik besar dan kecil dapat terlihat dari beberapa tinjauan, yaitu:

1. Diampuni atau tidaknya

Pelaku syirik besar tidak diampuni oleh Allah, kecuali jika bertaubat. Adapun syirik kecil diperselisihkan ulama jika pelakunya mati tidak bertaubat. Jumhur ulama berpendapat bahwa pelakunya tergantung kehendak Allah, sedangkan sebagian ulama yang lain berpendapat pelakunya tidak diampuni, maka pasti diadzab, namun tidak kekal di neraka.

2. Menggugurkan amal atau tidaknya

Syirik besar mengugurkan seluruh amal sholeh pelakunya, sedangkan syirik kecil hanya menggugurkan amal yang menyertainya.

3. Mengeluarkan dari Islam atau tidaknya

Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, sedangkan syirik kecil tidak.

4. Kekal di Neraka atau tidaknya

Pelaku syirik besar jika mati tidak taubat kekal selamanya di Neraka, sedangkan syirik kecil tidak.

5. Status dosanya

Syirik besar termasuk pembatal keislaman (kekafiran), sedangkan syirik kecil -secara jenis dan secara umum- termasuk dosa besar yang terbesar sesudah syirik besar.

6. Status kehalalan darah dan harta pelakunya

Syirik besar menyebabkan halalnya darah dan harta pelakunya, sedangkan syirik kecil pelakunya dihukumi muslim namun imannya tidak sempurna dan disebut fasik (pelaku dosa besar).

7. Sikap Muslim terhadap pelakunya

Pelaku syirik besar karena keluar dari Islam, maka jika masih hidup, disikapi dengan tidak boleh dimakan sembelihannya, dihukum dengan bunuh, dan eksekusinya ditangani pemerintah muslim, hanya saja diminta bertaubat terlebih dahulu, jika bertaubat, diterima taubatnya dan tidak dibunuh, serta disikapi sebagai seorang muslim. Namun jika pelaku syirik besar tersebut mati dan tidak bertaubat, maka tidak dishalati, tidak boleh dikuburkan di pemakaman kaum muslimin dan hartanya tidak diwariskan, tapi untuk Baitul Mal.

Sedangkan pelaku syirik kecil, baik ketika masih hidup maupun sudah mati disikapi sebagai seorang muslim, seperti ahli warisnya berhak mewarisi hartanya, sembelihannya halal, dishalati jika meninggal dan dimakamkan di pemakaman kaum muslimin, tidak kekal selamanya di neraka

Persamaan antara syirik besar dan syirik kecil

1. Jenis dosa

Sama-sama dosa terbesar di antara dosa-dosa besar dan sama-sama disebut dalam kelompok dosa syirik.

2. Terancam siksa

Karena sama-sama berdosa pelaku keduanya.

Wallahu a’lam.

 

Referensi :

  1. At-Tanbihatul Mukhtasharah, Ibrahim Al-Khuraishi.
  2. Taisiir ‘Aziizil Hamiid, Syaikh Sulaiman bin Abdillah.
  3. Islamqa.info/ar/121553
  4. Islamqa.info/ar/155507
  5. http://www.saaid.net/Doat/ahdal/0007.htm
  6. Al-Madkhal Lidirasatil ‘Aqidail Islamiyyah, Dr. Ibrahim bin Muhammad

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Ragu batal wudhu

Fatwa Ulama: Ketika Ragu Sudah Batal Wudhu Atau Belum

Komentar 9

  1. Nano S says:
    11 tahun yang lalu

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Pak ustaz,
    Mau nanya, kalo orang punya benda pusaka, setiap jumat kliwon dimandiin, dipotongin ayam. Setiap potong kambing, entah itu aqiqah ataupun kurban, selalu diambil kan salah satu bagian dari kambing itu buat sesaji, sisanya baru di makan. Termasuk syirik yang mana pak ustaz? Bila termasuk syirik besar, berarti haram memakan sembelihannya. Mohon pencerahan nya. Terimakasih.
    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
      Menyrmbelih hewan itu adalah ibadah, jika diniatkan untuk mengagungkan selain Allah (untuk pusaka, ruh yg menitis dipusaka itu,jin dll) sebagaimana mengagungkan Allah atau untuk taqarrub/ mendekatkan diri kepada selain Allah , maka syirik akbar. dan haram dimakan.

      Reply
  2. Zacki Alfaroby says:
    11 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,
    Ustadz, bagaimana solusinya jika saat ana shalat di masjid, hendak shalat sunnah kadang terbesit dalam hati , seperti rasa malu untuk dilihat orang, takut jatuh kedalam riya yg kadang akhirnya tidak jadi shalat sunnah karena 2 alasan tersebut padahal sudah ana niatkan ikhlas. Syukron atas jawabannya, Jazakallahu khair.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Wa’alaikumus salam,
      1. Rasa malu melakukan amal shaleh adalah tipu daya setan, jangan dituruti, teruskan niat Anda beribadah. Yng malu itu jika seseorang melakukan maksiat.
      2. Jika awalnya sudah berniat ikhlas melakukan sholat Sunnah lalu takut riya`, itu juga tipu daya setan, jangan dituruti, teruskan niat Anda sholat Sunnah, kecuali jika amalan yg hukumnya sunnah itu jika dikerjakan, dikhawatirkan membahayakan pelakunya (misal :fitnah/pujian yg membahayakan), maka itu udzur Syar’i untuk meninggalkannya dan itu disebut berstrategi yg sesuai Syari’at

      Reply
      • Zacki Alfaroby says:
        11 tahun yang lalu

        Terimakasih Ustadz.
        Ana sekarang mengerti dan harus lebih yakin..
        Barakallahu fiik

        Reply
        • Sa'id Abu Ukkasyah says:
          11 tahun yang lalu

          Ahsanallahu ilaikum

          Reply
  3. Brontok says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Pak Ustad, kira2 apa hukumnya jika menggunakan jimat untuk membantu mempermudah urusan kita. Tapi jimat itu juga harus dizikirkan/diwitirkan sesuai syariat Islam, dan kita tetap percaya bahwa sesungguhnya jimat itu hanya pembantu, namun segala kuasa adalah milik Allah swt.
    Apakah itu tergolong syirik? Terimakasih banyak ustad.
    Wassalamualaikum wr. wb.

    Reply
  4. Hany says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum pak ustad saya mau menanyakan termasuk syirik yg mana kalo kita pergi ke orang pintar untuk menyelesaikan suatu masalah misalkan masalah rumah tangga agar supaya rumah tangga kita baik2 saja.dan pergi ketempat itu adalah pilihan terakhir.sedangkan yg menyarankan untuk pergi ketempat orang pintar tersebut mertua Dan kerabat dekat.apakah dosa yg dilakukan bisa diampuni dan apakah mertua saya ikut dalam dosa tersebut krn telah ikut andil padahal hal tersebut dilakukan agar masalah yg dihadapi saya menjadi baik.dan apakah solat puasa dan amal ibadah lain yg telah saya lakukan tidak diterima Allah dan sia sia.mohon penjelasan pak ustad Terima kasih

    Reply
  5. Fahrizal Fasalama says:
    11 bulan yang lalu

    Alhamdulillah

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah