Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Perbanyaklah Do’a

Abdullah Taslim, Lc., MA. oleh Abdullah Taslim, Lc., MA.
18 Maret 2010
di Hadis
Share on FacebookShare on Twitter

 

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من مسلمٍ يدعو بدعوة ليس فيها أثمٌ ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث؛ إما أن تعجل له دعوته، وإما أن يدخرها له في الآخرة، وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها”. قالوا: إذا نكثر. قال: “اللهُ أكثرُ”. رواه أحمد والحاكم وغيرهما[1].

“Tiada seorang muslim pun yang memohon (kepada Allah Ta’ala) dengan doa yang tidak mengandung dosa (permintaan yang haram), atau pemutusan hubungan (baik) dengan keluarga/kerabat, kecuali Allah akan memberikan baginya dengan (sebab) doa itu salah satu dari tiga perkara: [1] boleh jadi akan disegerakan pengabulan doanya, [2] atau Allah akan menyimpannya untuk kebaikan (pahala) baginya di akhirat, [3] atau akan dihidarkan darinya keburukan (bencana) yang sesuai dengannya”. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata: Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa kepada Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda, “Allah lebih luas (rahmat dan karunia-Nya)”.

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan berdoa kepada Allah Ta’ala, dan kepastian dikabulkannya doa seorang muslim dengan salah satu dari tiga perkara yang tersebut dalam hadits di atas, jika terpenuhi padanya syarat-syarat dikabulkannya doa. Inilah makna firman-Nya:

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ}

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila dia berdoa kepada-Ku” (QS al-Baqarah:186)[2].

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

– Doa seorang muslim akan dikabulkan dan tidak tertolak jika memenuhi syarat diterimanya doa[3].

– Luasnya karunia Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, dengan menjadikan pengabulan doa mereka dalam berbagai macam kebaikan dan keutamaan[4].

– Dalam hadits ini disebutkan dua di antara syarat-syarat dikabulkannya doa, dan masih ada syarat-syarat yang lain, yaitu: ikhlas dalam berdoa, tidak tergesa-gesa dalam pengabulan doa, halalnya makanan dan pakaian, dan lain-lain[5].

– Syarat penting lain dikabulkannya doa adalah yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin (Allah akan) mengabulkannya, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari (seorang yang ketika berdoa) hatinya lalai dan lupa (tidak berkonsentrasi)”[6].

– Keburukan yang dihindarkan dari seorang hamba dengan doanya adalah mencakup semua keburukan, baik dalam urusan dunia maupun agama[7].

– Dianjurkan memohon doa sebanyak-banyaknya kepada Allah, karena rahmat dan karunia-Nya lebih luas dari apa yang diminta oleh hamba-hamba-Nya[8].

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA

Artikel www.muslim.or.id


[1] HR Ahmad (3/18), al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” (no. 710), dan al-Hakim (1/493), Dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu Hajar dalam “Fathul Baari” (11/96) dan syaikh al-Albani dalam “Shahiihut targiib wat tarhiib” (no 1633).

[2] Lihat keterangan imam Ibnu Abdil Barr dalam kitab “at-Tamhiid” (10/297).

[3] Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” (2/592).

[4] Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/228).

[5] Lihat kitab “Fathul Baari” (11/96) dan “Tuhfatul ahwadzi” (9/228-229).

[6] HR at-Tirmidzi (no. 3479) dan al-Hakim (no. 1817), juga oleh Ahmad dari jalur lain (2/177), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani karena diriwayatkan dari dua jalur yang saling mendukung, dalam kitab “silsilatul ahaaditsish shahiihah” (no. 594).

[7] Lihat “Tuhfatul ahwadzi” (10/18).

[8] Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” (2/592).

ShareTweetPin
Abdullah Taslim, Lc., MA.

Abdullah Taslim, Lc., MA.

Lulusan Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Beliau adalah penulis aktif di majalah Pengusaha Muslim.

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Inilah Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Komentar 12

  1. Fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum
    Bolehkah kita berdoa di dalam shalat seperti saat sujud atau duduk tasyahud memekai selain bahasa Arab seperti bahasa Indonesia dan bagaimana caranya dan apakah shalat kita sah?
    Mohon penjelasannya. Jazakallah

    Reply
    • Muslim.Or.Id says:
      16 tahun yang lalu

      Wa’alaikumus salam.
      @ Fahrul, berdoa selain bahasa Arab di dalam shalat itu dimakruhkan. Coba gunakan aja doa sapu jagad: Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Kan bisa mencakup semua hajat. Jika ingin dengan bahasa selain bahasa Arab cukup di luar shalat saja.

      Reply
  2. hotel jogja says:
    16 tahun yang lalu

    bisa jadi masih lama do’a akan dikabulkan. dulu waktu kecil saya juga pernah berdo’a, dan baru setelah besar ini dikabulkan Allah

    Reply
  3. Tommi says:
    16 tahun yang lalu

    Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Pemurah. Dia akan senang jika hambaNya meminta dan memohon langsung kepadaNya. Sebaliknya, Dia akan murka jika hambaNya tidak pernah berdoa.

    Semoga kita termasuk dalam golongan hamba yg sering bermunajat pada Allah.

    Reply
  4. dimas says:
    16 tahun yang lalu

    Maha Suci Allah……..

    Reply
  5. ega says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum wr.wb.
    saya pernah membaca do’a yg bunyinya kurang lebih spt ini “ALLAHUMARZUQNA FAHMANNABIYINA WAKHIFDZOL MURSALINA WALMALAIKATAL MUQOROBINA WAHIKMATAKA BIROHMATIKA YA ARHAMARROHIMIN”, saya tahu artinya, tp belum paham dg do’a ini,kl boleh saya minta tolong dijelaskan makna do’a atau mungkin siroh tentang do’a ini pak ustadz. jazakallahu khoir

    Reply
  6. khfidl khfidi says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum., afwan sy ijin share di FB ya. syukron. wassalamu’alaikum.

    Reply
  7. Erny says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum

    Ijin mau di share ke Fb

    Wasalam

    Reply
  8. Arendy65 says:
    16 tahun yang lalu

    ustadz..

    apakah ketika berdoa harus mengangkat tangan…??
    dan apakah doa harian, seperti mau makan, masuk mesjid, harus mengangkat tangan…??

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Arendy65
      Silakan simak:
      http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3058-hukum-mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html

      Reply
  9. Ishak Tutu says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu Alaikum saudaraku….,mohon ijin untuk membagikan tautan-2nya, mudah-2an bermanfaat dan mendapat berkah sari Allah SWT, amien…., terima kasih

    Reply
  10. Sandhiarta says:
    4 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Ustadz, izin copas dan share tulisan ini nggih

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah