Keberkahan Di Baitullah

Keberkahan Di Baitullah

Sungguh sangat disayangkan manakala anda banyak melakukan ibadah yang dilakukan anggota badan anda setelah anda menetap di Mekkah atau anda berkunjung ke kota Mekkah baik dalam rangka ibadah umrah atau haji atau belajar, akan tetapi hati anda tidak sampai kepada Pemilik ka’bah. Sungguh sangat disayangkan kesempatan untuk mrndapatkan keberkahan di kota penuh berkah disia-siakan karena kelalaian hati anda.

Saudaraku … Jangan kaget dan aneh!

Berapa banyak yang menetap di kota yang penuh berkah ini dikarenakan menyia-nyiakan kesempatan menetap di kota Mekkah ini dengan tidak menyambungkan hatinya kepada Allah yaitu dengan cara menghiasi hatinya dengan ketakwaan, taubat dan amalan hati lainnya disamping ibadah-ibadah yang nampak seperti shalat, menuntut ilmu, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah badan lainnya, namun tidak mengubah kondisi keimanannya ke arah yang lebih baik, bahkan ironisnya lebih jelek dari pada yang tidak menetap di kota Mekkah.

Saudaraku …

Kondisi keimanan anda akan berubah tatkala anda menetap di kota Mekkah walaupun hanya sebentar dalam rangka melaksanakan ibadah haji atau umrah atau belajar atau bekerja atau bisnis, bila disertai dengan membekali dengan sebaik-baiknya bekal secara ma’nawi yaitu dipenuhi hati anda dengan amalan-amalan hati seperti:

  • Ketakwaan kepada Allah
  • Kecintaan kepada Allah
  • Keikhlasan karena Allah
  • Taubat
  • Khusyu’
  • Dan amalan hati lainnya.

Jika anda telah sampai di kota Mekkah gunakanlah waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya. Sempurnakan penghambaan anggota badan anda yang nampak, disertai dengan ibadah-ibadah hati, atau memenuhi hati anda dengan amalan hati. In sya Allah buahnya akan dirasakan oleh anda:

  • Akan memberikan pengaruh kepada  kondisi keimanan anda yang lebih baik.
  • Akan mengeluarkan  hati anda:
    • dari kegelapan kepada cahaya
    • dari kesyirikan kepada tauhid
    • dari kebid’ahan kepada sunnah
    • dari kemaksiatan kepada keta’atan

Saudaraku …

Ibadah di kota Mekkah memiliki keberkahan dibandingkan ibadah di tempat lainnya bagi siapa saja yang lurus tujuannya ketika menetap di kota mekkah atau ketika hanya berkunjung sebentar di kota mekkah.

Berapa banyak yang dulunya menyia-nyiakan (kewajiban) menjadi baik keadaannya setelah melaksanakan ibadah haji dan umrah! Berapa banyak yang mempunyai kebaikan sebelum datang ke kota mekkah setelah haji dan umrah bertambah baik! Tidaklah yang demikian itu kecuali karena karunia Allah dan realisasi dalam menghadirkan amalan hati.

Jika ada yang sebaliknya, maka  hal demikian itu tidaklah terjadi – Wallahu ‘alam- kecuali karena kurangnya melaksanakan amalan hati.

Kisah nyata dari salaf kita yang shalih  keberkahan yang dirasakan karena pengaruh baik ketika menetap di kota Mekkah. Imam Ibnu Qayyim menceritakan apa yang dirasakannya ketika berada di kota mekkah, beliau bisa menulis beberapa karangannya yang berharga -dari permulaan menulis sampai penyempurnaannya- ketika berada di Mekkah. Di antara yang ditulis ibnu Qayyim rahimahullah di Mekkah adalah kitab yang banyak faidahnya  “Miftah daar assa’adah“.

Dalam pendahuluan kitab “Miftah Daar Sa’adah” beliau mengatakan: “Bahwa hal ini merupakan salah satu karunia yang Allah bukakan kepadaku ketika fokusnya aku kepada-Nya disisi Rumah-Nya, dan aku lemparkan diriku di pintu-Nya  dalam keaadan miskin dan hina dina, dan harapanku kepada hembusan rahmat-Nya di rumah-Nya  dan sekelilingnya di waktu pagi dan sore, maka tidak akan rugi yang menurunkan kebutuhannya dan menggantungkan cita-citanya kepada-Nya, dan selalu berdiri singgah di pintu-Nya dan penjagaan-Nya” (Miftah dar sa’adah 1/126, cetakan dar ‘alam fawaaid).

Imam Muhammad At Tamimi -semoga Allah merahmatinya-tatkala haji ke baitullah, ia berdiri di multazam, dan meminta kepada Allah untuk memenangkan agama Allah ini dengan dakwahnya, dan untuk Allah karuniakan kepadanya penerimaan dari manusia (lihat Ad Durar As Saniyyah, 12/8).

Demikian nasehat singkat ini, semoga bermanfa’at.

Makkah 8/3/1436 H.

**

Penulis: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, Lc (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Ummul Quro)
Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

2 Comments

  1. YANG BENAR: BAITULHARAM atau BAITULLAH???

    Sering kita mendengar istilah Baitullah lalu diartikan Rumah
    Allah. Istilah ini banyak dipakai oleh perusahaan pengelola pemberangkatan
    jamaah haji dan umrah. Lalu timbul pertanyaan, apakah tepat kita menggunakan
    istilah BAITULLAH?

    Saya kira penggunaan istilah ini perlu diluruskan:

    1. Istilah Baitullah itu dalam Al Quran tidak dikenal tapi
    yang ada istilah ini hanya dalam terjemahannya saja;

    2. Penggunaan istilah atau nama BAITULLAH (Rumah Allah) itu
    terlalu berat;

    3. Istilah atau nama yang tepat menurut Al Quran yang utama
    ialah KA’BAH;

    4. Sebutan lainnya seperti BAITUL HARAM (Rumah Suci) yang
    termuat pada QS. 5:2, 97 dan 14:37;

    5. Ada juga disebut BAITUL THAIFIN (Rumah bagi Orang-orang
    yang Tawaf) termuat pada QS. 2:125, 22:26.

    6. Isitilah lainnya ialah BAITUL MA’MUR termuat pada QS.
    52:4.

    Pada kesempatan ini sebaiknya kita bukan menggunakan istilah
    BAITULLAH (RUMAH ALLAH) akan lebih baik memakai istilah BAITULHARAM sesuai
    dengan arti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) saja atau nama lainnya.

Leave a Reply