Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Untuk Saudaraku Yang Sedang Tertimpa Musibah

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
23 Desember 2014
di Akhlak dan Nasihat
sedang tertimpa musibah
Share on FacebookShare on Twitter

(Pelipur lara bagi saudaraku di Banjarnegara)

Banyak orang yang menghadapi musibah dengan cara-cara yang justru menimbulkan musibah baru! Sebagian lagi ada yang stress berat, sehingga bermata gelap! Alih-alih menyelesaikan masalah, kenyataannya malah justru menambah masalah, dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kezaliman, karena menuruti kemarahannya. Misalnya, ia melampiaskan kesedihannya dengan membunuh, mencuri dan merusak barang orang lain tanpa alasan yang hak! Padahal itu bukan jalan keluar, camkanlah!

Sebagian lagi ada yang putus asa, memilih bunuh diri sebagai ‘jalan keluarnya’, padahal sesampai di alam kubur, bukan malah selesai masalahnya. Justru dia terancam mendapatkan musibah yang lebih besar, yaitu siksa!

Ada pula yang memprovokasi manusia untuk melakukan makar dan pengrusakan. Yang lainnya, terus menggerutu dan berkeluh kesah, semua ditumpahkan di berbagai media sosial, apakah itu solusi?? Tentu tidak! Malah memperluas masalah, orang yang gak tahu jadi tahu aib orang lain, akhirnya ghibah rame-rame!

“Daripada sibuk menggerutu karena lampu mati, ambillah kursi, lalu gantilah lampu tersebut! Toh dengan menggerutu lampu tetap padam!”

Namun, masih ada orang yang dengan taufik Allah, tegar di tengah-tengah gelombang musibah yang silih berganti,sembari mengatakan :

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ

Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ

(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا

(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ

(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي

(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).

Itulah sikap baik seorang Mukmin ketika tertimpa musibah!

Barangsiapa yang mendapatkan taufik Allah saat mendapatkan musibah,dengan cara merealisasikan empat pedoman hidup di atas ,sembari memuji Allah, maka musibah yang menimpanya menjadi kebaikan dan keberkahan baginya, dan sesungguhnya dalam kamus hidup seorang Mukmin, semua urusannya adalah kebaikan baginya.

Bagi seorang Mukmin, tertimpa musibah dan mendapatkan kesenangan adalah sama-sama baik akibatnya, karena keduanya merupakan ujian. Sebagaimana suatu musibah, jika dihadapi dengan sabar, itu adalah kebaikan dan sebab pahala. Maka demikian pula kesenangan, jika dihadapi dengan syukur, itu juga kebaikan yang diiringi pahala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR.Muslim, shahih).

 

(Diolah dari artikel Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr di http://al-badr.net/muqolat/3116)

—

Penulis: Ust. Sa’id Abu ‘Ukkasyah

Artikel Muslim.Or.Id

Kaum muslimin yang ingin turut berpartispasi dalam program bantuan untuk korban longsor di Karangkobar – Banjarnegara, dapat menyalurkannya melalui Peduli Muslim via rekening:
BNI Syariah, no: 77.55.33.11.15 a.n. Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari
*) Konfirmasi donasi dapat disampaikan melalui SMS: 0823.2258.9997
Jazakumullah khaira

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 1): Wasiat Thahir bin Al-Husain

oleh Glenshah Fauzi
7 Agustus 2026
0

Politik merupakan permasalahan yang amat pelik, tetapi memiliki urgensi sangat tinggi. Ia menjadi struktur tatanan kehidupan manusia. Hal sepenting ini...

Matang Bersama Al-Qur’an di Usia Empat Puluh

oleh Fauzan Hidayat
3 Agustus 2026
0

Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang telah menetapkan usia 40 tahun sebagai masa kematangan seorang hamba. Selawat dan salam...

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
25 Juli 2026
0

Setelah memahami betapa pentingnya tobat dalam kehidupan seorang mukmin, hendaknya ia tidak menunda-nundanya karena ajalnya dapat datang kapan saja. Setiap...

Artikel Selanjutnya
dua jenis hujan

Dua Jenis Hujan Yang Bermanfaat

Komentar 4

  1. joheun chingu says:
    12 tahun yang lalu

    Jika terkena musibah maka bersabarlah dan pahamilah bahwa segala musibah buruk bukan berasal dari ALLAH meskipun saat ini dibiarkan terjadi (QS 4:40,79; 30:41; 22:47) Dan yakinlah bahwa ALLAH pun sedih hatiNya saat melihat kita menderita meskipun karena kesalahan diri kita sendiri. Dengan belajar bersabar maka janjiNya di masa depan bahwa tidak ada lagi hal-hal buruk terjadi termasuk tidak ada lagi kematian tanpa terasa akan tiba dan kesusahan hanyalah cerita lalu yg terlupakan. Dan jangan pernah memfitnah ALLAH dng mengatakan bahwa hal buruk juga ijin dariNya karena anda suatu saat akan menyesal pernah berpikiran salah seperti banyak orang.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      1. Berbicara tentang Allah harus dengan dalil. Baca: Al-A’raaf : 33
      2. Jadi berbicara tentang Allah ,seperti Allahbergembira, tertawa , bersedih, memiliki hati, dll , semua harus ada dalilnya, tidak boleh mengada-ada. Yang ada dalilnya kita terima, yang tidak ada dalilnya tidak kita terima.
      3. Anda mengatakan Allah memiliki hati, mana dalilnya?
      4.Jika yg Anda maksud adalah : tidak boleh mengatakan musibah yg buruk itu atas izin Allah, mana dalilnya?
      Bahkan yang benar : semua kejadian yg buruk atas izin Allah. Tidak mungkin ada kejadian yg trjadi di alam semesta tanpa izin Allah. Hanya saja, maksudnya: Izin-Nya yang kauni , yang tidak mengharuskan kecintaan-Nya terhadap kejadian yg diizinkan trjadi tsb. Lihat dalilnya : Al-Baqarah: 102.
      5. Ayat-Ayat yang Anda bawakan itu semuanya tidak tepat untuk dalil bahwa Allah tidak mengizinkan hal-hal buruk/musibah yg terjadi. Yang benar adalah semua yg terjadi pasti dikehendaki dan diizinkan Allah terjadi, tapi belum tentu dicintai. Dan jika yg terjadi itu sebuah kemaksiatan maka yg disalahkan adalah pelakunya,yaitu makhluk pelaku maksiat tsb dan bukan Allah yg disalahkan. Allah selalu Maha Benar.
      6. Memahami Ayat Al-Qur`an harus dengan pemahaman Salaf Shaleh (bimbingan Ulama), mana Ulama yang memahami Ayat-Ayat yg Anda bawakan seperti pemahaman Anda?
      7. Ingat, Iman thd Taqdir adalah salahsatu rukun Iman yg wajib diyakini.

      Reply
      • Abdullah says:
        5 tahun yang lalu

        Jazzakallah Khair, Syeikh.

        Reply
      • Hijriansyah says:
        4 tahun yang lalu

        Masyaallah..
        Sungguh beruntung orang2 yang Allah pahamkan mereka pada perkara agama-Nya

        Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah