Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menasehati Pemimpin, Yes; Menghina Pemimpin, No!

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi oleh Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
14 Desember 2014
di Manhaj
Menasehati Pemimpin
Share on FacebookShare on Twitter

Menasehati pemimpin dengan nasehat yang baik dan cara yang bijak adalah ibadah yang sangat mulia. Bahkan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya jihad apa yang paling utama? Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

كلمة حق عند سلطان جائر

“Kalimat kebenaran di sisi pemimpin yang dzalim.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan dishahihkan al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 491)

Banyak orang salah paham tentang hadits ini dan menjadikannya dalil bolehnya membeberkan aib pemimpin di media umum. Ini tidak benar. Hadits ini menganjurkan untuk menasehati pemimpin, tapi di hadapannya secara langsung. Perhatikanlah lafadz عند سلطان (di sisi pemimpin).

Oleh karenanya, Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk mendatangi Firaun secara langsung dan menasehatinya dengan lembut (QS. Thaha: 43-44).

Adapun kita menyebut kejelekan pemimpin di forum umum seperti facebook, mimbar umum, dan lain-lain yang jauh dari pemimpin, maka ini bukanlah nasehat; karena yang dinasehati saja belum tentu membaca atau mengetahuinya. Bahkan ini bisa memprovokasi rakyat untuk benci kepada pemimpin sehingga menimbulkan kerusakan dan pemberontakan. (Lihat Syarh ‘Arbain Nawawiyah, hal. 121 oleh Ibnu Utsaimin)

Anehnya, banyak para pengkritik pemimpin dari jarak jauh tadi, jika berhadapan langsung dengan pemimpin mereka, justru menjadi manusia pengecut. Hal seperti ini dinilai oleh ulama salaf dahulu sebagai suatu kemunafikan, sebagamana kata Ibnu Umar dalam riwayat Al-Bukhari (no. 7178).

Jadi, menasehati langsung di hadapan pemimpin dengan cara yang bijak adalah kemulian dan keberanian. Adapun mengungkap aib dari kejauhan dan di media umum adalah penghinaan dan kemunafikan.

Marilah kita mendoakan kebaikan untuk peminpin kita agar dibimbing oleh Allah kepada jalan yang benar sesuai ajaran Islam.

—

Penulis: Abu Ubaidah As Sidawi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
Bacaan Setelah Al-Fatihah

Bacaan Al-Qur'an Setelah Al-Fatihah Dalam Shalat

Komentar 13

  1. Zakki says:
    12 tahun yang lalu

    Kalau untuk Ahok, dia itu pemimpin Kaafir, bukan pemimpin muslim yang dzalim.

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Apa maksud pernyataan Anda?

      Reply
      • Tyo says:
        12 tahun yang lalu

        Ya maksudnya mungkin gini pak ustad. Kita jelekin Ahok karena memang kan kafir, misalnya pas masa pemilihan

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          12 tahun yang lalu

          Kalau ada hajat, boleh.

          Reply
  2. Abu Aufa says:
    12 tahun yang lalu

    Mungkin yg dimaksud Akh Zakki, adalah : bagaimana kalau pemimpin itu non muslim (seperti Ahok), apakah patut diperlakukan sebagaimana “pemimpin yang dzalim”

    Reply
  3. muhammad abdullah says:
    12 tahun yang lalu

    Allah Subhanahu wa Ta’ala membebaskan hamba Nya yang dizalimi untuk memaafkan yang menzalimi atau membalas dengan balasan yang sama (tentu memaafkan lebih baik disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala ) dan juga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin doa orang yang teraniaya sebagai doa yang dikabulkan.
    Pertanyaannya, bolehkah kita mendoakan pemimpin yang zalim dengan doa kebinasaan dan kehancuran (seperti qunut nazilah) sampai pemimpin itu berhenti dari berbuat zalim atau sudah tidak lagi menjadi pemimpin. dengan dalil diatas ??

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      12 tahun yang lalu

      Bismillah,betapa indahnya jika seseorang berkata :”Jika sy didhalimi oleh pemimpin & memiliki kesempatan brdo’a dg do’a yg dikabulkan,maka sy akan do’akan pemimpin yg dholim itu mnjadi pmmpin yg adil & brtakwa yg brpengaruh baik thdp msyrakatnya,dg izin Allah,krn sy tdk suka dia binasa dlm kedholiman,yg kusukai dia msk Surga,sbgmn sy pun suka msk Surga”

      Reply
  4. mukminuncom says:
    12 tahun yang lalu

    Setuju! Menasihati pemimpin YES, menghina pemimpin NO. Akan tetapi, apakah ada redaksi, ustadz, syeikh, dan ulama dari Muslim.Or.Id yang menasihati mantan Presiden RI, Bp Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu ketika beliau diundang ke Papua untuk meresmikan Patung Jesus?

    Satu lagi, marak beredar kabar bahwa Presiden RI kita saat ini, Ir. H. Joko Widodo akan menghadiri perayaan Natal di Papua yang menelan dana sekitar Rp20M. Adakah oknum Muslim.Or.Id, terutama si Penulis artikel di atas – Asy-Syaikh Abu Ubaidah As Sidawi – yang menasihati beliau untuk tidak menghadiri acara tersebut?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      Contoh dari salafus shalih dalam menasehati pemimpin adalah dengan tersembunyi dan bukan di depan umum, semisal di website, surat kabar, atau social media.

      Reply
  5. Darma says:
    11 tahun yang lalu

    Afwan ustad, kalau misalkan menasehati pemimpin itu ahsan dilakukan dibandingakan mengkoar-koarkan keburukan atau malah menghina pemipin. Lalu ciri-ciri orang seperti apa yang pantas untuk memberikan nasihat yang pantas untuk pemimpin tersebut??

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Sifat yang terpenting bagi orang yg hendak menasehati pemimpin adalah
      1. Ikhlas dan bertawakal serta banyak berdo’a
      2. Cara menasehati dan isi nasehatnya sesuai dengan Sunnah
      3. Berilmu tentang isi nasehat, cara menasehati dan keadaan pemimpin yg akan dinasehati.
      4. Usahakan semaksimal mungkin memilih orang yg diduga kuat akan didengar nasehatnya oleh pemimpin yg akan dinasehati.
      5. Dengan kata-kata yg baik dan bijaksana.

      Reply
  6. Adfar says:
    6 tahun yang lalu

    mau tanya ustadz…Kalau di indonesia misal kita melihat president atau mentri melakukan kesalahan. bagaimana ya caranya ? apakah kita langsung mendatangi mereka? sepertinya ndak mungkin bisa. ketemu bupati saja susah.

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Kalau begitu doakan saja

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah