Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hikmah Larangan Memotong Kuku dan Rambut Bagi Shahibul Qurban

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
1 Oktober 2014
di Fikih
Hikmah Larangan Potong Kuku
Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hikmahnya bagi shahibul qurban yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan rambutnya dari awal bulan Dzulhijjah sampai dengan waktu menyembelih sembelihannya nanti ketika Idul Adha.

Sebagaimana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Berikut penjelasan dari syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah,

“Jika ada orang yang bertanya, apa hikmah larangan memotong kuku dan rambut, maka kita jawab dengan dua alasan:

Pertama:

Tidak diragukan lagi bahwa larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pasti mengandung hikmah. Demikian juga perintah terhadap sesuatu adalah hikmah, hal ini cukuplah menjadi keyakinan setiap orang yang beriman (yaitu yakin bahwa setiap perintah dan larangan pasti ada hikmahnya baik yang diketahui ataupun tidak diketahui, pent).

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. an-Nur: 51)

Baca Juga: Ada Hikmah di Balik Setiap Takdir

Kedua:

Agar manusia di berbagai penjuru dunia mencocoki orang yang berihram haji dan umrah karena orang yang berihram untuk haji dan umrah juga tidak boleh memotong kuku dan rambut.

(diringkas dari Fatwa Nurun Alad Darb)

Ada juga ulama yang berpendapat dengan pendapat yang lain misalnya:

  • Hikmahnya agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban tetap lengkap sehingga bisa dibebaskan dari api Neraka.
  • Ada pendapat juga hikmahnya adalah membiarkan rambut dan kuku tetap ada dan dipotong bersama sembelihan kurban, sehingga menjadi bagian kurban disisi Allah

Baca juga: Fatwa Ulama: Bolehkah Memanjangkan Kuku?

Wallahu a’lam.

Yang terpenting adalah alasan pertama yang disampaikan, bahwa jika ada perintah dan larangan hendaknya seorang yang berimana segera melaksanakannya dan yakin pasti ada hikmah dan kebaikan di dalamnya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,

الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح

“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan

Mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”

Kemudian beliau menjelaskan,

ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh” (Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf)

 

@perpus FK UGM, Yogyakarta tercinta

—

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Empat Bentuk Penyimpangan Niat dalam Beramal

oleh Andre Eka Putra
1 November 2026
0

Keikhlasan merupakan syarat utama diterimanya setiap amal ibadah. Allah Ta’ala berfirman, وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ...

Warisan Digital: Akun Media Sosial, E-Wallet, dan Aset Online dalam Fikih Mawaris

oleh Junaidi, S.H., M.H.
31 Oktober 2026
2

Pendahuluan Ketika seseorang meninggal dunia hari ini, yang ditinggalkan bukan lagi sekadar tanah, rumah, atau uang tunai. Ada saldo di...

Fikih Riba (Bag. 20): Pengecualian pada Transaksi ’Araya (2)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
28 Oktober 2026
0

Hukum transaksi ‘araya Telah dijelaskan dari hadis-hadis yang telah disebutkan di seri sebelumnya bahwa transaksi ‘araya mendapatkan pengecualian dalam hukum...

Artikel Selanjutnya
Orang Miskin

Orang Miskin Bisa Mengalahkan Orang Kaya yang Berhaji

Komentar 23

  1. erman zulkarnaen says:
    12 tahun yang lalu

    Salam, bilamana hari idul adha seperti pada tahun 2014 sekarang jatuh pada hari sabtu dan minggu, apakah hari jum’at yang disunatkan untuk membesihkan bulu dan kuku bolehkah kita abaikan, trims

  2. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    12 tahun yang lalu

    Diabaikan sunnah tsb.
    Barakallahu fiikum.

    Sent from my iPad Air

  3. Aji Devi says:
    11 tahun yang lalu

    Bagaimana jika yang diatasnamakan kurban tersebut untuk anaknya? Apakah berlaku untuk orangtuanya atau terhadap anaknya?

  4. Taufiq says:
    11 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum. bagaimana bila sdh terlanjur memotong kuku sebelum mengetahui hal ini

  5. Sa'id Abu Ukkasyah says:
    11 tahun yang lalu

    Wa’alaikumus salam, qurban yang dia lakukan tetap sah dan bukan alasan untuk membatalkan rencana qurbannya.

  6. Sa'id Abu Ukkasyah says:
    11 tahun yang lalu

    Silahkan simak :www.konsultasSyariah.com/kurban-satu-ekor-kambing-untuk-sekeluarga/
    http://www.konsultasSyariah.com/untuk-siapa-saja-larangan-memotong-kuku-dan-rambut-pada-saat-kurban/

  7. Nanie Mujahid says:
    11 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Wr.Wb. Ada beredar dimasyarakat bahwaq orang hamil dilarang berqurban, mohon penjelasannya. tks wassalam

  8. Sa'id Abu Ukkasyah says:
    11 tahun yang lalu

    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, wajib bagi orang yang melarang membawakan dalil yg shahih. Jika tanpa dalil, maka tertolak.

  9. yaman bekam says:
    11 tahun yang lalu

    terimakasih infonya

  10. Dhea Yulianty says:
    11 tahun yang lalu

    Izin Share, makasih

  11. Sa'id Abu Ukkasyah says:
    11 tahun yang lalu

    Silahkan

  12. Wanda says:
    7 tahun yang lalu

    “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.”

    Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa kata “nya” yang terdapat pada hadist tersebut adalah untuk binatang qurban (pendapat salah satu ustad yang saya tau beliau mengerti bahasa arab).

    Bagaimana tanggapannya Ustad? Terimakasih

  13. Irma says:
    7 tahun yang lalu

    Kalau yg tidak berqurban,gpp potong kuku ya ust?

  14. sumadi says:
    7 tahun yang lalu

    ini yg dimaksud bagian tubuh yg dipotong/dicukur itu bagian tubuh yg berkurban atau hewan qurbannya.
    karena ada kata “Kalian” dan “Nya”.

  15. Yulian Purnama says:
    7 tahun yang lalu

    Orang yang berkurban yang dilarang bercukur

  16. Yulian Purnama says:
    7 tahun yang lalu

    Yang tidak berkurban maka tidak ada larangan

  17. Gusiwan says:
    7 tahun yang lalu

    Kukunya sapi apa kuku yg punya sapi yg dipotong neeeh

  18. Yulian Purnama says:
    7 tahun yang lalu

    Orangnya

  19. Yulian Purnama says:
    7 tahun yang lalu

    Itu pendapat yang nyeleneh.

  20. Yusuf says:
    7 tahun yang lalu

    Maaf apakah terbatas hanya pada potong rambut dn kuku saja

  21. Yuni says:
    5 tahun yang lalu

    Jika yg berkurban 1 zulhijjah hari sabtu, jumat malam abis magrib, masih potong kuku, gmn ustadz?

  22. Dami says:
    5 tahun yang lalu

    Hadits nya kan utk org yg hendak berkurban.

    Ngapain ngurusi org yg tidak berkurban..?!!?

  23. Dami says:
    5 tahun yang lalu

    Kurban itu perintah agama, bukan hukum masyarakat. Jadi ikuti hukum agama, jgn hukum masyarakat !!!

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah