Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memetik Beberapa Faedah Dari Hadits “Berbai’atlah Kepadaku…”

Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc. oleh Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.
3 September 2014
di Hadis
Hadits Baiat

Hadits Baiat

Share on FacebookShare on Twitter

Imam Al Bukhari rahimahullah meriwatkan dalam Shahih-nya sebuah hadis:

أَخْبَرَنِى أَبُو إِدْرِيسَ عَائِذُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ – رضى الله عنه – وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا ، وَهُوَ أَحَدُ النُّقَبَاءِ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ وَحَوْلَهُ عِصَابَةٌ مِنْ أَصْحَابِهِ « بَايِعُونِى عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا ، وَلاَ تَسْرِقُوا ، وَلاَ تَزْنُوا ، وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ ، وَلاَ تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ ، وَلاَ تَعْصُوا فِى مَعْرُوفٍ ، فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فِى الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَهُ اللَّهُ ، فَهُوَ إِلَى اللَّهِ إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ ، وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ » . فَبَايَعْنَاهُ عَلَى ذَلِكَ

Abu Idris ‘Aidzullah bin Abdillah mengabarkan bahwa Ubadah bin al Shamit radhiyallahu ‘anhu –ia adalah orang yang mengikuti perang badar dan salah satu peserta baiat malam Aqabah- menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dan disekitarnya ada sejumlah para sahabat, “Berbai’atlah kepadaku untuk tidak mensekutukanku dengan sesuatu apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak laki kalian, tidak mendatangkan kedustaan antara tangan-tangan dan kaki-kaki kalian, tidak menyelisihku dalam perkara yang makruf. Barangsiapa diantara kalian yang menunaikannya, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah. Dan barangsiapa yang terjerumus kepada salah satu dari semua itu, kemudian ia dihukum di dunia, maka hukuman itu menjadi kaffarah (penebus dosa) untuknya. Dan barang siapa yang terjerumus kepada salah satu darinya, kemudian Allah menutupnya, maka urusannya kelak kembali kepada Allah. Jika Allah menghendaki, ia diampuni dan jika Allah menghendaki, ia disiksa.” Maka kami pun berbaiat kepada beliau atas semua itu.” (HR Bukhari no: 18)

Mari kita menyimak beberapa petikan faedah dari hadis diatas:

Hadis ini dicantumkan oleh Imam Bukhari dalam ‘Kitabul Iman’, al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Dalam matan hadis ini terdapat dua sisi kolerasi dengan terma Iman: Pertama, meninggalkan hal-hal yang dilarang merupakan bagian dari iman, sebagaimana mengerjakan hal-hal yang diperintahkan. Kedua, dalam hadis terkandung bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar kafir atau kekal di neraka.” (Fathul Baary: 1/82)

Dalam hadis ini terdapat beberapa poin bai’at yang berisi larangan: (1) menyekutukan Allah (2) mencuri (3) berzina (4) membunuh anak laki-laki (5) mendatangkan kedustaan (6) menyelisihi Rasul dalam hal yang makruf.

Ibnu Rajab al Hanbaly rahimahullah berkata, “Setelah bai’at atas beberapa poin diatas selesai disebutkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kepada mereka hukum orang yang menunaikannya dan hukum orang yang tidak menunaikannya. Adapun orang yang menunaikannya, maka ia akan mendapat ganjaran dari Allah. Ini juga sesuai dengan firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka Barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS. Al Fath [48]: 10). Pahala yang besar ditafsirkan oleh Qatadah yang sebagian salaf yang lainnya dengan ‘Surga’.

Tidak diragukan lagi bahwa orang yang meninggalkan syirik, dosa besar dan kemaksiatan seluruhnya akan mendapatkan surga” (Fathul Baary Ibnu Rajab: 1/71).

Adapun orang yang tidak menunaikan poin bai’at diatas, yaitu terjerumus pada salah satu dari larangan-larangan diatas, maka ia berada dalam dua kondisi dan dua konsekwesi. Namun dengan catatan, dikecualikan dari semua larangan-larangan diatas perbuatan syirik. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Keumuman hadis ini dikhususkan oleh firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik.” (QS. An Nisaa [4]: 48) Orang yang murtad, tatkala ia dibunuh karena kemurtadannya, tentu hal itu tidak menjadi kaffarah (penebus dosa) untuknya.” (Fathul Baary Ibnu Hajar: 1/83)

Kondisi pertama, ia dihukum di dunia, dan beliau menyatakan bahwa hukuman itu akan menjadi kaffarah (penebus dosa) untuknya. Berdasarkan hadis ini, mayoritas para ulama mengatakan bahwa hudud (hukum potong tangan, rajam dll) menjadi penebus dosa, walaupun tidak ditaubati. Pendapat ulama yang lain mengatakan tidak cukup hukuman, namun harus disertai dengan taubat. Selain hudud, hukuman yang dimaksud dalam hadis diatas juga mencakup ta’ziir (hukuman atas tindak kejahatan yang penentuannya dikembalikan kepada kebijakan penguasa). Ibnu Hajar berkata, “Sabda beliau dalam hadis ini, “Kemudian dihukum” bersifat umum, mencakup hukuman had atau ta’ziir.” (Fathul Baary: 1/86)

Ibnu Rajab berkata, “Termasuk ke dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan barangsiapa yang terjerumus kepada salah satu dari semua itu, kemudian ia dihukum di dunia, maka hukuman itu menjadi kaffarah (penebus dosa) untuknya.” ‘uquubaat qadariyyah (hukuman-hukuman takdir) seperti ditimpa penyakit. Hadis-hadis yang menerangkan bahwa musibah akan menghapus dosa sangat banyak. Musibah-musibah itu terasa sakit bagi diri sebagaimana rasa sakit yang muncul karena hukuman had, bahwa terkadang lebih besar.” (Fathul Baary: 1/74)

Kondisi kedua, ia tidak dihukum di dunia karena dosanya. Maka urusan orang ini kelak pada hari akhir diserahkan kepada Allah. Jika Allah menghendaki, Allah akan menyiksanya, jika Allah menghendaki, Allah akan mengampuninya. Ibnu Hajar berkata, “al Mazini berkata, “dalam hadis ini terkandung bantahan kepada sekte khawarij yang memvonis kafir dengan sebab dosa, dan juga bantahan kepada sekte muktazilah yang mengatakan orang fasik pasti akan disiksa jika ia mati tanpa bertaubat.” (Fathul Baary: 1/87)

Orang yang tidak dihukum ini juga ada dua kondisi: Pertama, ia mati tanpa bertaubat. Maka statusnya kelak pada hari kiamat ‘tahtal masyi`ah’ (dibawah kehendak Allah); Jika Allah menghendaki ia disiksa, dan jika Allah menghendaki ia diampuni. Kedua, sudah bertaubat. Sebagian ulama ada yang berpendapat, ia juga ‘tahtal masyi`ah’. Akan tetapi mayoritas ulama –dan ini pendapat yang benar- orang yang bertaubat, maka ia akan diampuni. Allah berfirman,

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Furqan [25]: 70). Namun hendaknya ia tetap merasa khawatir dengan dosanya, tidak menganggapnya kecil karena ia merasa telah bertaubat.

Menurut mayoritas ulama, bagi orang yang ingin bertaubat dari dosanya, maka yang lebih utama ia bertaubat secara rahasia antara dirinya dengan Allah saja, tidak perlu mengakuinya kepada orang lain dan tidak perlu meminta kepada penguasa untuk dihukum. Sebagian para ulama merincinya, jika ia melakukan perbuatan dosa itu secara terang-terangan, maka disunnahkan mengumumkan taubatnya kepada orang lain. (Lihat Fathul Baary Ibnu Hajar: 1/87 dan Fathul Baary Ibnu Rajab: 1/76-77)

@Subang, malam selasa, 7 Dzulqa’dah 1435 H (2/9/2014)

Referensi:

  • Fathul Baary Syarh Shahih al Bukhari, Ibnu Hajar al ‘Asqalany, cet. Maktabah Salafiyyah.
  • Fathul Baary Syarh Shahih al Bukhari, Ibnu Rajab al Hanbaly, cet. Dar Ibnu al Jauzy.

—

Penulis: Ust. Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Alumni Pondok Pesantren Darussalam Subang, S1 Universitas Al Azhar Mesir, da'i di Maktab Dakwah Jaliyat Bathah Riyadh KSA

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya
Setan Tertawa

Jangan Buat Setan Tertawa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah