Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Meluruskan Salah Paham tentang Jihad

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A
12 Agustus 2014
di Manhaj
Salah Paham Jihad

Salah Paham Jihad

Share on FacebookShare on Twitter

Jihad, sering kali didengungkan dan dikobarkan oleh berbagai kalangan. Namun demikian, seiring dengan dengungan tersebut, kata jihad salah dipahami. Kebanyakan kita mengira bahwa jihad adalah satu amalan simpel, yaitu angkat senjata, lalu arahkan kepada setiap orang yang dianggap kafir atau memusuhi agama Allah, maka selesai dan pasti surga.

Pemahaman ini semakin menjadi parah apabila Anda membicarakan tema ini dengan emosi dan “darah muda” dalam menyikapi kondisi umat Islam yang tertindas dan dibantai.

Jihad sebagaimana amalan lainnya, haruslah disikapi secara proporsional dan terukur. Mengingat jihad bukan hanya dengan angkat senjata. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ما من نبي بعثه الله في أمة قبلي إلا كان له من أمته حواريون، وأصحاب يأخذون بسنته ويقتدون بأمره، ثم إنها تخلف من بعدهم خلوف يقولون ما لا يفعلون، ويفعلون ما لا يؤمرون، فمن جاهدهم بيده فهو مؤمن، ومن جاهدهم بلسانه فهو مؤمن، ومن جاهدهم بقلبه فهو مؤمن، وليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل رواه مسلم

“Tiada seorang Nabi pun yang diutus di suatu kaum sebelumku melainkan mereka memiliki pengikut setia dan sahabat. Para pengikut setia tersebut meneladani ajaran para Nabinya, dan mematuhi perintahnya. Selanjutnya, datang generasi penerus mereka yang berbeda sikap. Mereka bertutur kata yang tidak mereka terapkan sendiri, dan mengamalkan hal-hal yang tidak diajarkan kepada mereka. Barang siapa yang berjihad memerangi mereka dengan kekuatan yang ia miliki, maka ia adalah orang yang beriman. Barang siapa yang berjihad memerangi mereka dengan lisannya, maka ia juga orang yang beriman. Dan barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan hati (membenci mereka), maka ia juga orang yang beriman. Dan tiada keimanan sedikitpun bagi selain ketiga kelompok tersebut.“ (HR. Muslim)

Baca Juga: Jihad yang Paling Mendasar

Pada hadis ini nampak dengan jelas, bahwa jihad bisa dilaksanakan dalam bentuk ucapan dan juga keyakinan. Juga menunjukkan bahwa pihak yang wajib diperangi bukan hanya orang orang kafir; dan tidak setiap orang kafir wajib atau boleh diperangi alias dibunuh.

Bahkan di antara orang orang yang wajib diperangi adalah orang orang munafik alias musuh dalam selimut. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Wahai Nabi, tegakkanlah jihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik serta bersikaplah tegas kepada mereka semua, sedangkan tempat kembali mereka semua ialah neraka jahanam, dan sungguh itu adalah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. At-Taubah: 73)

Musuh dari luar, semua orang mengenalnya dan mengetahui kewajiban untuk memerangi mereka. Namun sebaliknya, musuh dalam selimut, alias musang yang berbulu domba, hanya segelintir orang yang dapat mengenali mereka dan tentunya lebih sedikit lagi yang berani menyibak tabir yang menutupi wajah bengis mereka. Di saat yang sama, betapa banyak dari umat Islam yang terperdaya dan bersimpati kepada mereka, sehingga bersahabat dengan mereka.

Kedua dalil di atas membuktikan bahwa anggapan bahwa jihad hanya berupa jihad melawan negara Yahudi atau Amerika saja adalah pemahaman yang “cupet”. Akibatnya, banyak dari kita yang terperdaya sehingga hanyut dalam perangkap musuh dalam selimut.

Baca Juga:

  • Konsep Syariat tentang Jihad Memerangi Orang Kafir
  • Akal dan Agama Mana yang Mengatakan Ngebom Itu Jihad?!

—

Penulis: Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA.

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

Artikel Terkait

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Penguasa adalah Cerminan Rakyatnya: Sebuah Sebab Syar’i yang Wajib Kita Yakini

oleh Muhammad Insan Fathin
13 Mei 2026
0

Kita sering marah melihat pemimpin yang zalim, korup, dan jauh dari keadilan. Reaksi pertama yang muncul biasanya adalah menuding, mencaci,...

Artikel Selanjutnya
Merasa Diri Suci

Diantara Tipu Daya Setan: Merasa Diri Suci

Komentar 3

  1. Hendrik Hidayah says:
    12 tahun yang lalu

    diharamkan untuk memerang kaum khufur atau nashoroh apabila mempunyai perjanjian damai dengan kaum muslimin. sebagaimana hadist mengatakan tidak akan bisa mencium bau syurga apabila memerangi kaum yang mempunyai perjanjian damai dengan kaum muslimin.

    Balas
  2. Elang Hitam says:
    11 tahun yang lalu

    umat Islam harus siap sedia, jika sewaktu-waktu diserang maka wajib bagi kita untuk melindungi agama, keluarga dan negeri ini. Untuk saat ini melawan ucapan-ucapan JIL/JIN di twitter dg Alquran & Hadist juga jihad ya ustadz??

    Balas
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Setiap bentuk memerangi kebatilan itu jihad ilmiyyah dan itu sebagai dasar dari jihad dengan senjata.

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 7   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah