Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kisah Taubatnya Penyembah Berhala

Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A. oleh Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.
7 Mei 2014
di Akidah
Kisah Taubat Penyembah Berhala

Kisah Taubat Penyembah Berhala

Share on FacebookShare on Twitter

Abdul Wahid bin Zaid –rahimahullah– mengisahkan: 

Kami pernah di perahu, lalu angin menghamparkan kami ke sebuah pulau, maka kami turun ke pulau tersebut. Tiba-tiba di sana ada seorang lelaki menyembah patung. Maka kami menghampirinya, dan bertanya kepadanya: “Wahai lelaki, siapa yg kamu sembah?”. Maka dia menunjuk kepada patung.

Kami katakan: “Di perahu kami ada orang yg bisa membuat benda seperti itu, itu bukan sesembahan yg pantas disembah.

Dia: “Kalau kalian, siapa yg kalian sembah?”.

Kami: “Allah”.

Dia: Siapa Allah itu?

Kami: Dialah yang arsy-Nya ada di langit, kekuasan-Nya ada di bumi, dan keputusan-Nya berlaku bagi yang hidup maupun yang sudah mati.

Dia: Bagaimana kalian mengetahui-Nya?

Kami: Dia yg merupakan Raja yang Agung dan Pencipta yang Mulia ini, mengutus kepada kami seorang Rasul (utusan) yg mulia, dan Rasul itu yg mengabarkan kepada kami tentang-Nya.

Dia: Lalu apa yg dilakukan Rasul tersebut?

Kami: Beliau telah menunaikan amanah risalah (yg diembannya), kemudian Allah mengambilnya kepada-Nya.

Dia: Tidakkah dia meninggalkan tanda bukti untuk kalian?

Kami: Tentu.

Dia: Apa yang dia tinggalkan?

Kami: Beliau meninggalkan untuk kami Kitab dari Raja tersebut.

Dia: Perlihatkan kepadaku Kitab Raja tersebut, tentu Kitabnya Raja itu sangat baik.

Maka kami datangkan mushaf Al Quran kepadanya. Dia mengatakan: “Aku tidak tahu ini”. Maka kami bacakan kepadanya satu surat dari Al Qur’an, kami pun terus membacanya hingga dia menangis, kami membaca lagi dan dia terus menangis, sehingga kami selesaikan satu surat. Dia mengatakan: “Sepantasnya pemilik perkataan ini tidak dimaksiati”.

Kemudian dia masuk Islam, dan kamipun mengajarinya syariat-syariat Islam dan beberapa surat Al Qur’an. Lalu kami mengajaknya bersama kami dalam perahu. Ketika malam menyelimuti kami dan kami beranjak tidur, dia mengatakan: “Wahai kaum, sesembahan ini, yang kalian tunjukkan kepadaku, jika malam datang, apakah Dia tidur?”

Kami menjawab: “Tidak, wahai hamba Allah, Dia itu maha hidup, maha mengatur, dan maha agung, Dia tidak tidur.
Dia: Seburuk-buruk hamba adalah kalian, kalian tidur padahal Pelindung kalian tidak tidur?! Lalu dia mulai dengan ibadahnya, dan membiarkan kami”.

Ketika kami sampai ke negeri kami, kukatakan kepada para sahabatku: “Orang ini baru masuk Islam, dia juga asing di negeri ini”. Maka kami mengumpulkan banyak uang dirham untuknya, dan memberikan kepadanya.

Dia mengatakan: Untuk apa ini?

Kami: Agar kau pergunakan untuk kebutuhan-kebutuhanmu.

Dia mengatakan: La ilaaha illallah… Aku dulu di pulau di tengah laut dan aku menyembah berhala, bukan menyembah-Nya, meski begitu Dia TIDAK MENELANTARKAN aku, apakah Dia akan menelantarkan aku di saat aku mengenal-Nya?!

Kemudian dia pergi mencari nafkah sendiri, dan setelah itu dia menjadi salah seorang yang sangat tinggi kesalehannya, hingga dia wafat.

[Kitab Attawwabin, karya: Ibnu Qudamah, hal 179]

—

Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Darini

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.

Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.

Alumnus S1 Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, Fakultas Syari’ah. S2 di Universitas yang sama, jurusan Ushul Fikih. S3 di universitas dan jurusan yang sama.

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Haqq”

oleh Muhammad Insan Fathin
27 September 2026
0

Allah Ta'ala menamai Diri-Nya dengan Al-Haqq di dalam Al-Qur'an sebanyak sepuluh kali. Nama ini bukan sekadar gelar, melainkan penegasan bahwa...

Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah

oleh Mochammad Wibisono
9 September 2026
0

Menempatkan petunjuk Allah di atas derasnya opini, tren, dan pembenaran diri. Kita tidak kekurangan informasi. Dalam beberapa menit, seseorang dapat...

Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia

oleh Mochammad Wibisono
6 September 2026
0

Kesadaran terhadap alam gaib yang menumbuhkan integritas dalam kehidupan nyata. Kita hidup pada masa ketika seseorang dapat membangun citra publik...

Artikel Selanjutnya
Amar Ma'ruf Nahi Munkar Dalam Keluarga

Amar Ma'ruf Nahi Munkar Dalam Keluarga

Komentar 2

  1. (* says:
    12 tahun yang lalu

    Hmm, Subhanallah.

    Reply
  2. bee kurnia says:
    12 tahun yang lalu

    subhanallah, barakallahu fik

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah