Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Harapan Doa Dari Para Sahabat Yang Kan Kutinggalkan

Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A. oleh Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.
18 April 2014
di Tazkiyatun Nufus
Harapan Doa Dari Sahabat

Harapan Doa Dari Sahabat

Share on FacebookShare on Twitter

سَوْفَ يَمضِي بِنَا مَركبٌ لِلْوَداع

يَسْتَحِثُّ الخُطى والدُّموع الشِّراع

عَالَمٌ لم يــزلْ يَسْتَلِذُّ الْمَتَاع

أنْتُمُ إخْـوَتِي خَيْرُ هَذَا الْمَتَاع

Kita akan diangkut oleh ‘kendaraan perpisahan’ (baca: keranda kematian)
Yang harus diusung dengan langkah kaki dan derasnya air mata kesedihan…
(Meski) dunia terus mengajak untuk menikmati keindahannya
Maka kalianlah sahabat-sahabatku, sebaik-baik keindahannya

آهٍـ يَا إخْوَتِي بُـعدُكم لا يُراد

كيف أنسى أخي كيف يحلو الرقاد

Aaahhh….Sahabat-sahabatku… Jauhnya kalian tidaklah aku harapkan
Bagaimana kan kulupakan sahabatku, bagaimana pula tidur indah kan kunikmati

دمْعُ عَيْنِي جرَى واستطَالَ السَّوَاد

يا إلَهَ الوَرَى اُلْطُفَنْ بِالعِـبَاد

Linangan air mataku terus mengalir (karenanya), hingga hitamnya garis mata tampak memanjang
Ya Tuhan alam semesta, berilah seluruh hamba-Mu lembutnya kasih sayang

دُنْيَانَا يَالَهَا تَجْرِي مَجْرَى السَّحَاب

وَهْيَ تَسْعَى بِنَا نَحْوَ يَوْمِ الْحِسَاب

Lihatlah dunia kita, ia lari seperti larinya awan
Menyeret kita menuju hari perhitungan

إِخْوَتِي رَدِّدُوا صَوْتَكُم مُسْتَطَاب

لَسْنَا نَرْجُو سِوَى دَعْوَةً لِلصِّحَاب

Sahabat-sahabatku, teruslah dengan suara kalian yg baik (dan penuh berkat)
Kami tidak mengharapkan, melainkan doa (kebaikan) untuk para sahabat kalian

إخوتي عاهِدوا اللهَ فوق السَّمَاء

أن يكونَ لنا في القريبِ لِقاء

Sahabat-sahabatku… berjanjilah kepada Allah yang berada di atas langit
Bahwa kita akan berjumpa dalam waktu dekat

إخوتي عاهِدوا اللهَ فوقَ السماء

أن يَرى كَفَّكم ضارِعًا بالدُّعاء

Sahabat-sahabatku… berjanjilah kepada Allah yg ada di atas langit sana
Untuk melihat tangan kalian, merendah untuk mendoakan kami

Renungan

Kurenungi bait-baitnya dengan mendalam, ia seakan barisan ombak yang terus berdatangan dalam pendengaran. Beribu angan menghampiri pikiranku, dan perasaan halus terus mengusik jiwaku.

Kutanya diriku: benarkah ‘kendaraan perpisahan’ itu benar-benar akan menghampiriku?! Akankah kutulis wasiat terakhir, kepada setiap orang yg kucintai, sebelum kepergianku?! Lalu apakah isi wasiat terakhirku itu? Yang harus cepat ku tulis sebelum kutinggalkan duniaku?

Ibuku… bapakku… saudara-saudaraku… saudari-saudariku… rumahku… istriku…
sahabat-sahabat… teman-teman… rekan-rekan kerja… kenalan-kenalan… kantor… komputer… internet?

Jalanan… masjid… anak-anak kecil di jalanan dan desa… detik-detik bahagia… masa-masa sedih, sakit, dan perjuangan… Akankah kutinggalkan dunia ini, yang terus mengajakku menikmati keindahannya… beserta semua saudara dan orang-orang tercinta yang hidup di dalamnya.

Siapakah yg akan kuberi kata perpisahan? Siapa pula yang akan kulupakan dari sapaan salam? Bahkan, punyakah aku waktu yang cukup untuk menyampaikan salamku kepada semua orang yang kucinta?

Siapakah dari mereka yang sudi memaafkanku? Siapa pula yang merasa kehilangan diriku? Bahkan siapakah yg aku malah lebih kehilangan dia?

Canda-tawa manakah yang akan teringat dibenakku? Dan wajah manakah yang akan mempengaruhi raut wajahku? Berapakah lautan yang mencukupi mataku untuk mengucurkan tangisnya? Bagaimana diriku akan sabar dan tahan setelah ini semua?

Ya Tuhanku, betapa rapuhnya hati kami sebagai manusia, ketika pribadi-pribadi ini pergi bersama ruh yang bersih nan suci. Betapa kerasnya jeritan hati, untuk orang yang dilahap oleh waktu di hadapanku, atau aku yang dilahap waktu di hadapannya. Di masa sedih itu, betapa tingginya jeritan ‘aaaargh’ di tenggorokanku yang ku sertakan bersama ruh-ruh kalian yg mulia.

Maka terimalah suratku ini, yang berisi permohonan maafku, sebelum datang waktu itu. Saat jiwa lelahku, berada diantara tubuh yang tidak kuat lagi pergi menghampirimu.

Apapun kesalahan kalian terhadapku, maka sungguh aku mempersaksikan kepada Allah, bahwa aku telah merelakan dan memaafkannya. Bahkan aku telah melupakannya, dan seakan tidak pernah ada. Maka maafkanlah salah-salahku!

Jika nantinya tanah telah menutupi jasadku, dan alam lain telah melingkupiku, maka ingatlah… ingatlah, bahwa suatu hari, aku telah mengirimkan surat terakhirku ini. Dan janganlah lupa mendoakanku dengan doa yang baik di saat ku telah tiada.

Aku benar-benar yakin, bahwa jeritan hatiku untuk sahabat-sahabat dan orang-orang tercintaku ini, nantinya juga akan menghampiri jiwa-jiwa kalian yang mulia, dan kalian akan mengirimkannya kepada setiap orang yang kalian cintai. Kepada setiap orang yang kalian hargai, kepada setiap orang yang kalian hormati.

Harapan-tertinggiku, apabila sampai suratku ini, balaslah surat ini dengan empat kata: “Aku telah memaafkanmu sahabatku”

—

Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc.

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.

Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.

Alumnus S1 Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, Fakultas Syari’ah. S2 di Universitas yang sama, jurusan Ushul Fikih. S3 di universitas dan jurusan yang sama.

Artikel Terkait

Saat Tak Ada yang Melihat

oleh Fauzan Hidayat
28 Juli 2026
0

Pernahkah kita berhenti sejenak dan merasakan betapa nikmatnya momen saat pintu kamar tertutup rapat? Di ruang itu, tidak ada atasan...

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Artikel Selanjutnya
Tujuan Baik Tidak Menghalalkan Segala Cara

Tujuan Baik Tidak Menghalalkan Segala Cara

Komentar 1

  1. lintang says:
    11 tahun yang lalu

    wisss keren

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah