Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bak Tikus Mati Di Lumbung Padi

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A
6 Maret 2014
di Tazkiyatun Nufus
nasehat

nasehat

Share on FacebookShare on Twitter

Pepatah ini mungkin pernah anda ucapkan, atau paling kurang anda dengarkan. Sobat, andai tikus bisa bercerita atau minimal menuliskan perasaannya, kira-kira apa dan bagaimana perasaannya di saat menghadapi ajal di lumbung padi, yang penuh dengan “sumber penghidupan” baginya?

Namun sayangnya tikus tidak dapat bercerita atau menuliskan pengalamannya. Karena itu izinkan saya bertanya kepada anda, andai anda yang mengalami hal tersebut. Ajal menjemput di tempat yang selama ini anda duga menjadi “sumber penghidupan”. Kira kira apa dan bagaimana perasaan anda? Pesan atau wasiat apa yang hendak anda sampaikan kepada orang di sekitar anda?

Sobat,ketahuilah bahwa dunia beserta isinya inilah tak ubahnya bak lumbung padi itu. Dunia tempat anda hidup ini, barang kali telah mencuri simpati anda, sehingga anda terperdaya. Anda bejuang, banting tulang, peras keringat, pergi pagi pulang petang, semua itu demi meluaskan “lumbung padi” anda. Namun toh demikian, cepat atau lambat, ajal pasti menjemput anda, walaupun anda sedang menimmati kekayaan dunia yang anda kumpulkan.

Bisa jadi ajal menjemput anda di saat anda menyantap makanan lezat atau meneguk minuman segar nan bergizi atau minuman suplemen , atau bisa pula ketika anda sedang asyik bercumbu rayu dengan bidadari pujaan hati anda. Bila ajal benar benar telah menjemput maka semua kilau dan gemerlap dunia kan sirna. Di depan mata anda hanya terbentang dua jalan; jalan ke surga dan jalan ke neraka.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Kalian semua telah dilalaikan oleh perlombaan memperbanyak harta kekayaan

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Hingga tiba saatnya nanti ketika kalian masuk ke dalam kuburan (QS. At Takatsur 1-2)

Sobat! Silahkan anda memilih, akankah suatu saat nanti anda meninggal dengan mengenaskan karena ternyata kekayaan dunia yang anda puja tidak dapat melindungi anda. Ataukah anda memilih untuk menghadapi kematian dngan senyuman bahagia yang terkulum di bibir, karena anda mendapat kabar gembira bahwa anda segera memulai perjalanan abadi di alam surga.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Wahai jiwa yang damai (muhtmainnah)

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Kembalilah engkau kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Masuklah engkau ke dalam barisan hamba-hamba-Ku

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Dan silahkan engkau masuk ke dalam surga-Ku (QS. Al Fajr 27-30)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang mendapatkan kabar gembira ini ketika ajal menjemput kami. Amiin.

—

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA.

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

Artikel Terkait

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Artikel Selanjutnya

Ngalap Berkah dari Kain Kiswah Kabah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah