Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Cinta Sejati

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A
13 Februari 2010
di Tazkiyatun Nufus
Share on FacebookShare on Twitter

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati’, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata,

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

ShareTweetPin
Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

Artikel Terkait

Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar

oleh Glenshah Fauzi
13 Juli 2026
0

Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman...

Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
5 Juli 2026
0

Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang...

Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
31 Mei 2026
0

Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta'ala. Seorang muslim...

Artikel Selanjutnya
tafsir surat al-falaq

Tafsir Surat Al Falaq

Komentar 83

  1. abu hanifah alim says:
    16 tahun yang lalu

    artikel yang bagus sekali,
    kisahnya dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk bahan introspeksi diri, sejauh mana cinta yang kita miliki saat ini, apakah cinta yang berlandaskan iman, atau cinta yang hanya didasari oleh hawa nafsu semata,

    sekalian idzin nyontek artikel lagi, syukran, jazakumullahu khairan

    Reply
  2. Sulastri says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, semoga kt trmsk org2 yg mencintai krn Allah n membenci krn Allah.

    Reply
  3. mey says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum…mhn izin share ust…

    Reply
  4. iib nizamul adli says:
    16 tahun yang lalu

    penjelasan yg sangat bagus dr ust. arifin badri hafizhohullah..dpt membuka hati dan fikiran serta memperbarui niat.

    Reply
  5. Toko Muslim says:
    16 tahun yang lalu

    BarakAllahu fikum ustadz, ilmu yang bermanfaat.
    Jazakumullahu khairan.

    Reply
  6. Kerajinan tangan indonesia says:
    16 tahun yang lalu

    cinta dusta, cintanya setahun sekali ^,^

    Maulid Nabi VS hari Valentine

    Reply
  7. Abu Hasna says:
    16 tahun yang lalu

    semoga artikel ini bisa memperbaharui makna cinta sejati pada diri kita semua, syukron

    Reply
  8. Abu Aniq says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallh wa Alhdulillah. article neh mebuatq sadar btapa bodoh’a driq yg tlh dbutakan 0leh setan.
    Q brsukur stlh membca article ini q sdar trnyata apa yg Q lakukan slama ini salah. Q cman bran9apan klu cinta itu adalah men9edpankan nafsu. Pi stlh membca article ini q sadar bhwa cinta itu hnya prn9kap setan.triMakasih muslim.or.id

    Reply
  9. Syaukat says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum,

    Di dalam surah Al-Baqarah ayat 102 diatas, disebutkan Harut dan Marut adalah setan tapi di dalam tafsir lain saya mendapatkan bahwa mereka adalah malaikat yang diutus untuk menguji ketaatan manusia. Mohon penjelasan nya?terima kasih

    Reply
  10. syaiful nur hidayat says:
    16 tahun yang lalu

    “..sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang.”
    Maasyaa Allah, memang benar.. Seperti yang ana rasakan..

    Reply
  11. fatkhur rochman soleh says:
    16 tahun yang lalu

    terima kasih atas artikel yang begitu bermanfaatnya bagi saya khususnya, banyak hal yang saya dapat dari artikel ini, semoga saya juga bisa mendapatkan cinta sejati yang diridhoi Alloh..

    Reply
  12. novie says:
    16 tahun yang lalu

    bismillah, subahanalloh menarik sekali, smg bs menjadi insvirasi sy tuk sgera melupakan ‘cnta busuk’ sy, jazakallah khoiron..

    Reply
  13. nita ummu wafa' says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah..bukan hanya menarik tapi artikel yang penuh dengan nasehat..semoga kita termasuk golongan orang2 yg mencintai dan di cintai karena Allah ta’ala..

    Reply
  14. Fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum
    Kepada Muslim.or.id tolong jelaskan keutamaam dari Abdurrahman bin Abi Bakr tsb? Mohon penjelasannya.Jazakallah

    Reply
  15. hendi says:
    16 tahun yang lalu

    Nasihat yg baik dan bijak … hatur nuhun.

    Reply
  16. Novandi Kusuma W says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah
    semoga saya masih diberi kesempatan untuk mengubah semua ini.
    Tapi yang saya ingin tanyakan kepada redaksi MUSLIM.OR.ID. ketika saya meminta maaf kepada Allah atas suatu kesalahan yang pernah saya lakukan, apakah akan mendapatkan ampunan?

    Reply
  17. Endi Eko W says:
    16 tahun yang lalu

    “Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

    Afwan MOHON PENJELASAN … disini disebutkan bahwa HARUT WA MARUT nama Setan .. tp setelah saya buka terjemah tafsir ibnu Katsir dan Terjemah Al Aisar ( syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi) .. disbutkan bahwa Harut Wa Marut adalah Nama Malaikat …

    Mohon Koreksinya apabila ana salah …PENTING ana sangat membutuhkan mana yg Benar ..mohon admin Muslim.or.id bisa menanyakan kepada belaiu ust Arifin badri …
    JazzaKumullah khoir …

    Reply
  18. Endi Eko W says:
    16 tahun yang lalu

    Afwan setelah ana baca di pengusahamuslim dah di jelaskan masalah Harut wa marut

    Berikut jawaban Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA
    Jawaban:

    Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhamamd, keluarga dan sahabatnya.

    Karena ada beberapa teman yang mempertanyakan tentang tentang jati diri Harut dan Marut? Maka saya perlu untuk meluruskan penafsiran hal ini.

    Benar, ada sebagian ulama’ beanggapan bahwa dua nama ini adalah nama kedua malaikat yang diturunkan ke bumi untuk diuji.

    Kronologinya: Dahulu para Malaikat memperolok-olok dan merasa keheranan dengan tingkah laku umat manusia. Maka Allahpun membuktikan bahwa ulah manusia itu tidak ada yang perlu diherankan, sebab mereka hidup dibekali dengan hawa nafsu. Dan untuk semamkin membuktikan akan hal itu, maka Allah meminta agar para malaikat memilih dua orang dari mereka yang hendak diuji dengan diberi hawa nafsu. Maka merekapun memilih Harut dan Marut, doa malaikat yang paling rajin dan paling bertaqwa. Akan tetapi tatkala keduanya telah diberi hawa nafsu, dan diturunkan di muka bumi, maka keduanya membuat kerusakan seperti yang dilakukan oleh manusia.

    Saudaraku! Perlu diketahui bahwa kisah ini tidak benar adanya, karena alasan berikut:

    1- Kisah ini bersumber dari bani israil (israiliyat) sehingga tidak layak (dijadikan dalil). Setelah Ibnu Katsir merinci berbagai riwayat yang menjadi dasar anggapan ini, beliau menyimpulkan: “Dari ini semua, terbukti bahwa kisah ini bersumber dari penuturan Ka’ab Al Ahbar, yang pada gilirannya ia menukilkannya dari kitab-kitab Bani Israil.”. (Tafsir Ibnu Katsir 1/355)

    Pada kesempatan lain, beliau berkata : “Singkat kata, perincian cerita itu bersumberkan dari dongeng-dongeng Bani Israil, karena tidak pernah ada satupun hadits shahih dari Nabi Muhammad, yang memiliki sifat ma’shum (terlindung dari kesalahan) dan yang tidak berkata-kata atas dasar hawa nafsunya.’ (Tafsir Ibnu Katsir 1/360)

    2- Malaikat adalah makhluq Allah yang taat dan patuh kepada Allah Ta’ala, sehingga tidak mungkin dan tidak masuk di akal bila ada oknum dari mereka yang mengajarkan ilmu sihir kepada manusia. Padahal kita semua tahu, bahwa ilmu sihir adalah kekufuran. Sehingga penafsiran ini nyata-nyata bertentangan dengan firman Allah Ta’ala pada surat Al A’araf 206, & Al Anbiya’ 26-27. Terlebih-lebih menurut kisah-kisah Israiliyat yang ada, kedua malaikat yang diturunkan ke bumi itu ternyata adalah malaikat Jibril dan Mikail. Tentu ini adalah suatu hal aneh dan tidak dapat diterima nalar sehat.

    Oleh karena itu, Ibnu Katsir dan juga lainnya menegaskan bahwa penafsiran yang benar dalam hal ini, Harut dan Marut adalah nama dua orang yang tinggal di negri Babil (Iraq). Keduanya mengajarkan sihir kepada masyarakat kala itu. Setelah usai menjelaskan maka ini, Ibnu Katsir berkata : “Inilah pernafsiran yang paling tepat dan benar, karenanya tidak perlu merisaukan pendapat-pendapat lainnya.” (tafsir Ibnu Katsir 1/351) Wallahu Ta’ala a’alam

    Reply
  19. josuwa says:
    16 tahun yang lalu

    subahanallah……sungguh indah dan baik sekali artikel ini dan menyentuh hati saya secara pribadi, yg selama ini buta terhadap hakikat “cinta sejati”,mudah2an saudara2ku muslim lain nya bisa introfeksi diri dan mengambil pelajaran dari artikel ini sejauh mana apa yg telah kita lakukan selama mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini.wassalam.

    Reply
  20. Akhir says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanalloh…..

    Artikelnya bagus, Semoga Alloh memberikan pencerahan bagi hamba-hambanNya yang membaca. Amiin…

    Reply
  21. bunga says:
    16 tahun yang lalu

    Terima kasih ustadz, artikelnya sip!

    Semoga Alloh memudahkan kita semua untuk memperoleh dan merawat cinta sejati. Amiin..

    Reply
  22. Umar husen says:
    16 tahun yang lalu

    Mengapa aq tidak bisa melupakan cinta prtama q
    pdhl q dah di putus
    aq hnya bisa berdoa
    aq tdk tau harus bagaimana
    setelah membaca artikel ini hati q sedikit lega, . . .
    Hti q msih blum bisa tenang, . .

    Reply
  23. hendra darmawan says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah….
    mungkin kita lupa akan cinta yang semestinya lebih layak untuk dicintai dan ditempatkan lebih tinggi dari cinta-cinta yang lainnya dan tiada pula yang melebihi cinta kita pada-Nya, Mencintai Robb kita ALLAH SWT.
    artikel ini mengingatkan kita lagi akan bagaimana kita menempatkan cinta kita kepada Robb kita ALLAH SWT pada hirarki yg tertinggi….
    cinta yang menjadi pengisi utama dan mendominasi hati kita….
    semoga kita senantiasa termasuk orang2 yg beruntung
    amin…

    Reply
  24. annajmu syakieb says:
    16 tahun yang lalu

    SubhanaALLAH, artikelx sngat bgus sekali.. Sy jdi merasa trarahkan dgn membca artikel ini.. Smg Allah dpt membimbing qt smua dlm mengarahkn cinta kpdx dan trhdp saudara qt.. Amin !

    Reply
  25. UCA says:
    16 tahun yang lalu

    memang tidak mudah menjadi cinta sejati….mujahada..kan pa ustad?

    Reply
  26. ibnu says:
    16 tahun yang lalu

    ijin turut mempublikasikan.

    Reply
  27. Jannah says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanalloh,artikel yg mnggugah hti pra pmuda,pmudi.mnjdikn kta phm ap tu cinta suci&cinta sjati.

    Reply
  28. Ferie says:
    16 tahun yang lalu

    Bacaan yang bagus,…
    Temokasih wak!!

    Reply
  29. andro medha wicaksono says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum……ustadz saya setuju, penjabaran fektor psikologisnya lebih nyata…dan siklusnya dan konsekuensinya dijelaskan lebih gamblang…

    Reply
  30. Indah says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah…

    Reply
  31. Abu Nabila says:
    16 tahun yang lalu

    Paras ayunya adalah krn Engkau itu indah dan menyukai keindahan,
    Akhlakul karimahnya adalah krn hidayah yg berasal dariMu jua,
    Ia taat, ia tunduk padaku krn itulah adab yg Engkau ridhoi,
    Maka, bagaimanakah aku bisa mencintainya jika bukan karenaMu.

    Reply
  32. Yogi Adisaputra says:
    16 tahun yang lalu

    Artikel yang menarik, mohon izin share….

    Reply
  33. Yogi Adisaputra says:
    16 tahun yang lalu

    Artikel yang menarik, mohon izin share…

    Reply
  34. sitti aisyah says:
    16 tahun yang lalu

    mohon izin share

    Reply
  35. Captain Ji says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum..
    mohon izin untuk share ya :)
    link nya tetap saya cantumkan kok..
    syukran.. :)

    Reply
  36. ian says:
    16 tahun yang lalu

    mohon ijin copas.

    Reply
  37. arif says:
    16 tahun yang lalu

    Syukron atas artikelnya. cinta memang indah apabila sesuai dg syariat

    Reply
  38. hendrik says:
    16 tahun yang lalu

    assalamulaikum,trmakasi tlah mbri thu ana tntg cnta sjti smga ana n laen bsa mnrapknny..mhon maaf sblumny ana tdk mnta azin mnympan data khp ana,7anny biar ana bka kpanpun ana brda wlupun snyal ga ada..sukron

    Reply
  39. yulianty says:
    16 tahun yang lalu

    assalamualaikum wr.wb

    subhanallah
    nasihat’a betul-btul indh

    Reply
  40. afif says:
    16 tahun yang lalu

    terima kasih atas artikel yg menarik serta penjelasan diatas.. sy minta copy utk dibuat panduan ustaz.. terima kasih

    Reply
  41. Faizah Jois says:
    16 tahun yang lalu

    artikel yang sangat indah…
    Izin copas lagi ya…
    Syukron.

    Reply
  42. ika says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share bwt tmn2 d facebook

    Reply
  43. Abu Hilman says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah… benar – benar mengetuk hati saya…..ya Allah apakah cintaku suci kepadanya…
    Saya izin copas
    Jazzakallahu khoir

    Reply
  44. abdullah says:
    16 tahun yang lalu

    ma ahsana hadza….ana izin copas.syukron

    Reply
  45. adx wati says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdulillah hi robbil’alamin. Dg ini ht saya mndapatkan penerangan.krn it sya meminta copyanny

    Reply
  46. ponco says:
    16 tahun yang lalu

    terima kasih atas artikel yang dibuat ni…
    bermanfaat sekali buat saya atau pun para pembaca lainnya …
    karena itu saya minta izinnya mengcopy … terima kasih

    Reply
  47. muslimahBaru says:
    16 tahun yang lalu

    salam..

    sgt menarikn byk manfaat nya.mohon copy buat edaran utk teman2

    Reply
  48. cha cndry says:
    16 tahun yang lalu

    izin share bwat teman” ya ustadz…
    artikelx bagus bgtZ…

    Reply
  49. resty says:
    16 tahun yang lalu

    jgn trllu trpuruk akn cnta ….

    Reply
  50. Erawaty says:
    16 tahun yang lalu

    trima kasih ustadz tulisan anda benar2 membuat saya mengerti dan dpt membedakan yg mna cinta karna Alloh dan cinta yg hya karna hawa nafsu…
    saya minta izin copas ya bwt share dgn tman!!!

    Reply
  51. ukhti says:
    16 tahun yang lalu

    “Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

    sUbhanallah,… aku baru menyadari betapa besar rasa cinta yang sesungguhnya adalah menyayangi seutuhnya bukan dari fisik semata tapi karena hati….

    wajah memang berbeda-beda yang cantik ada yang tdak, ada yng sempurna ada yang cacat,,, namun kembali lagi itu semua hanya jazad,,, jiwa kita yang sesungguhnya adalah roh.. yang ada dalam tubuh kita…
    ibarat tangan menggerakkan yang baik atau tidak itu karana dorongan roh kita….
    ibaratnya roh itu sama smw rata, tapi hanya dipinjami tubuhnya,,,,
    dan roh yang baik itu adalah yang benar2 Taat…. benarkan bgtu uztad?
    jd, aku tambah percaya jika memiliki cinta sejati ibarat kita buta tapi hati kt itu melihat….

    Reply
  52. abu harits says:
    16 tahun yang lalu

    masya Allah,, bagus sekali..
    izin share

    Reply
  53. Lovebender says:
    16 tahun yang lalu

    Insya allah ilmu bertambah,, ijin share,,

    Reply
  54. indriani says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah…artikelnya bagus banget_

    terimakasih ya,artikel ini bisa menjadi motifasi saya dalam mengartikan sebuah cinta yang suci_

    Reply
  55. satria says:
    16 tahun yang lalu

    masyaAllah artikelx bagus bgt,
    menambah wawasan kmi ttg apa itu cinta yg sesungguhnya,
    ijin share k temen2 y usatadz
    agar yg lain jd smakin byk yg tahu.
    jazakumullah khoiron katsiir

    Reply
  56. mtaufixtreme says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah.terima kasih atas artikel ini. semoga kita semua tanpa kecuali memiliki cinta sebagaimana seharusnya.
    minta izin share.

    Reply
  57. Abu Hanifah says:
    16 tahun yang lalu

    Izin Share Ya Ustadz

    Reply
  58. Abu Hanifah says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah….Izin share ya Ustadz

    Reply
  59. hans says:
    16 tahun yang lalu

    izin share ea buat tmen2 di fb >>>>> makasih
    artikel yg bagus

    Reply
  60. budi says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah, pembahasan dari sudut pandang yang berbeda. Ijin copas juga ust

    Reply
  61. firmansyah says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah,,,,,,
    ustad izin copy semoga bermanfaat untuk yang lainnya.

    Reply
  62. rezky darise says:
    16 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustad..
    tulisan ini bermanfaat bagi ana’..
    ana izin share tulisan ini ya..

    Reply
  63. noviandri says:
    16 tahun yang lalu

    Artikelnya sangan bermanfaat,
    Mhn izin Share Pak ustad U/ berbagi……

    Reply
  64. venny says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah…. veny minta izin ya, pak ustad.

    Reply
  65. abu muhammad says:
    16 tahun yang lalu

    izin copas ustadz..

    Reply
  66. ikhwan dani says:
    16 tahun yang lalu

    artikel yg kucari” selama ini….
    jazakallah khoiron…..

    Reply
  67. ikhwan dani says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share yah…
    jazakallah khoiron…

    Reply
  68. Siti komariah says:
    16 tahun yang lalu

    Asalm? Mohon kterangan nya” sy bingung,ad yg mmprtanyakan kpd sya,ktika nabi Muhammad dhina n d caci olh kaum kafirin, malaikat jibril mnwrkan untuk mngangkat gunung n mnenggelamkn kaum itu n Nabi mnolak,kmudian Ap bnr Malaikat jibril bersedih pada waktu itu??

    Reply
    • Abu Yazid Nurdin says:
      16 tahun yang lalu

      #Siti Komariah
      Wa’alaikumussalaam warahmatullaah.
      Sepengetahuan kami, tidak ada keterangan tentang malaikat tersebut bersedih ketika tawarannya ditolak oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga sikap kita adalah tawaqquf. Wallaahu a’lam.

      Reply
  69. syauq el qolbi says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share ust…

    Reply
  70. fery hansyah says:
    15 tahun yang lalu

    SUBHANALLAH

    Reply
  71. novandi says:
    15 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustadz
    sangat bagus dan bermanfaat artikelnya, ijin share ustadz.

    Reply
  72. kamsiatun anwar says:
    15 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustaz,sangat bermanfaat dan menjadi acuan saya untuk mencintai seseorang.izin share ya ustaz.

    Reply
  73. githa says:
    15 tahun yang lalu

    assalammualaikum wr. wb.
    pak ustadz saya izin share ya. . .
    terima kasih.
    wassalammualaikum wr.wb

    Reply
  74. harry says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanalloh……saya mohon ijin untuk meng copy share pada khalayak…terimakasih Ustadz. jazakumulloh/

    Reply
  75. oneng says:
    15 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustadz
    sangat bagus dan bermanfaat artikelnya, ijin share ustadz
    wassalammualaikum wr wb

    Reply
  76. Puput says:
    15 tahun yang lalu

    Terima kasih ustadz atas pmbhsan.a sgt brmnfaat utk sy

    Reply
  77. sobarudin says:
    15 tahun yang lalu

    assalamualaikum,.,pak ustadz izin copast ya?jazzakallohu khoir

    Reply
  78. cara menurunkan berat badan says:
    15 tahun yang lalu

    Luar biasa, saya akan sering berkunjung di sini. Terima kasih atas informasinya.

    Reply
  79. cara menurunkan berat badan says:
    15 tahun yang lalu

    Terima kasih atas masukkan ustad. saya akan mencoba seperti artikel ini , sudahkah saya saya seperti itu.

    Reply
  80. savei says:
    14 tahun yang lalu

    mohon ijinnya ustad, mau share

    Reply
  81. Cinta Sejati says:
    14 tahun yang lalu

    Ijin silaturahmi kawan, senagn bisa mmbaca uraian yang sangat berkualitas ini. Semoga situs web ini selalu berkembang dan lebih maju dimasa yang akan datang. Amiin

    Reply
  82. Mulyana says:
    12 bulan yang lalu

    masya Allah artikel yang sangat cocok buat saya yang mau meminang wanita dan saya sangat menikmati membaca artikel ini….barakallahufikum….semoga cinta kita cinta yang di bangun di atas keimanan bukan sekedar hawa nafsu…

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah