Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Nasehat Ulama untuk Meninggalkan “Qiila wa Qaala” di Internet

Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc. oleh Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.
25 Februari 2014
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Penanya: Wahai Syaikh, apa nasehat anda bagi para pemuda yang menyibukkan diri dalam “al-qiila wal qaal” di internet dan berbantah-bantahan?

Asy-Syaikh: Menyibukkan dalam apa?

Penanya: Menyibukkan diri dalam “al-qiila wal qaal” di internet.

Asy Syaikh: Al-qiila wal qaal?

Penanya: Ya.

Asy Syaikh: Nasehatku agar mereka mempelajari ilmu (agama) dan menyibukkan diri dengan ilmu (agama) sehingga ia mencapai kebaikan dan mengamalkannya, dan ia memberikan manfaat bagi manusia dengan ilmu itu, dan hendaknya ia meninggalkan al-qiila wal qool yang tidak memberikan kepada mereka kebaikan, ia hanya memberikan mereka mudarat, ini nasehat saya bagi mereka.

Penanya: Dan mereka menyibukkan diri berbantah-bantahan sedangkan mereka bukan ahlinya

Asy Syaikh: Selamanya (tidak!), wajib atas mereka untuk memperdalam ilmu agama dan menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfat dan janganlah mereka menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang mereka bukan ahlinya.

Penanya: Jazaakumullahhu khairan (semoga Allah membalas anda dengan kebaikan).

[Transkrip tanya jawab bersama guru tercinta Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad, ulama muhaddits kota Madinah, hafidzahullahu Ta’ala, setelah pelajaran mata kuliah kitab Sunan An-Nasaa’iy yang disampaikan di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah, Kerajaaan Arab Saudi. Tanggal rekaman: 2 Muharam 1435/ 05 November 2013]

Keterangan:

Makna al-qiila wal qaal menurut para ulama:

Al-Imam Malik rahimahullah mengatakan, “Qiila wa qaal” memperbanyak ucapan dan menyebar berita yang mengkhawatirkan, seperti ucapan seseorang, “Si fulan mengatakan (begini)”, “Si fulan melakukan (ini)”, dan ikut-ikutan dalam perkara yang tidak pantas.

An-Nawawiy rahimahullah berkata, “Qiila wa qaal” adalah masuk campur dalam kabar-berita orang lain dan menghikayatkan sesuatu yang tidak penting dari keadaan-keadaan dan perbuatan mereka. (Syarah Shahih Muslim, pada hadits no. 3236)

Beliau juga berkata, “Makna “qiila wa qaal” adalah menceritakan semua yang ia dengarkan, ia berkata, “Katanya begini”, “Kata si fulan begitu” dari perkara yang ia (sendiri) tidak mengetahui keabsahannya, tidak pula menyangkanya (demikian). Cukuplah seseorang itu dikatakan berdusta, (tatkala) ia menceritakan semua yang ia dengarkan.” (Syarah Riyadhus Shaalihin, Bab no. 41)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, “Qiila wa qaal” maksudnya mengutip ucapan dan kebanyakan apa yang diucapkan oleh manusia dan ia banyak berkomentar dengannya. Dan tidak ada tujuannya melainkan membicarakan orang lain, “Mereka bilang begini dan katanya begitu.” Apalagi jika perkara ini terkait kehormatan Ahli Ilmu (ulama) dan kehormatan penguasa, maka akan sangat dan sangat dibenci di sisi Allah.” (Syarah Riyadhus Shalihiin)

Guru kami, Asy Syaikh Rabi’ hafidzahullah, berkata, “Qiila wa qaal” adalah masuk campur dalam kebatilan dan pada perkara yang tidak penting.” (Mudzakkiroh fi Al-Hadits An-Nabawiy, hal. 18)

—

Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin3
Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Alumni Pondok Pesantren Darussalam Subang, S1 Universitas Al Azhar Mesir, da'i di Maktab Dakwah Jaliyat Bathah Riyadh KSA

Artikel Terkait

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
0

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian

oleh Mochammad Wibisono
12 Oktober 2026
0

Bayangkan kita sedang duduk di ruang tunggu. Seseorang memutar video dari ponselnya dengan suara keras. Ia tampak menikmati tayangan itu,...

Artikel Selanjutnya
Jangan Meminta Kekuasaan

Jangan Meminta Kekuasaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 6   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah