Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Huruf “Wau” Yang Membedakan Ahli Surga Dan Ahli Neraka

Amrullah Akadhinta, ST. oleh Amrullah Akadhinta, ST.
1 Februari 2014
di Al-Qur'an
Share on FacebookShare on Twitter

Al Quran memang sempurna Allah turunkan, tak ada satu huruf pun yang sia-sia, walaupun hanya sekedar huruf “waw” yang artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih sama dengan “dan”. Mari kita simak ayat berikut ini:

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا

“Dan orang-orang kafir digiring ke neraka jahannam secara berombongan, hingga ketika mereka sampai di depan pintu jahanam, dibukakan pintu-pintunya” (az Zumar 71)

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا

“Dan orang-orang yang bertakwa dibawa menuju surga secara berombongan, hingga ketika mereka sampai di depan pintu surga dan dibukakan pintu-pintu surga” (az Zumar 73)

Syaikh As Sa’di mengatakan, “Mengenai orang-orang kafir yang digiring menuju pintu neraka, Allah sebut “dibukakan pintu-pintu neraka” tanpa menggunakan huruf “waw/dan”. Sedangkan mengenai orang-orang yang bertakwa yang digiring menuju surga, Allah sebut“dan dibukakan pintu-pintu surga”.”

Beliau melanjutkan, “Hal ini menunjukkan bahwa penduduk neraka, ketika digiring menuju pintu neraka dan sampai di hadapannya, maka pintu neraka itu langsung dibuka di hadapan mereka tanpa ada basa-basi dan menunggu prosedur yang lama. Hikmahnya, ketika pintu neraka dibuka langsung di hadapan muka mereka ketika mereka datang adalah untuk menunjukkan kepada mereka betapa panasnya api neraka dan betapa kerasnya siksaan Allah. “

Beliau melanjutkan, “Adapun surga, adalah tempat yang tinggi dan mulia yang tidak sembarang orang bisa mendapatkannya dan sampai kepadanya. Hanya mereka yang datang dengan hal yang bisa mengantarkan ke surgalah yang akan mendapatkannya. Oleh karena itu, calon penduduk surga ini perlu syafaat yang paling mulia untuk masuk ke dalam surga. Pintu surga ini tidak langsung dibuka begitu calon penghuninya sampai di hadapannya. Tapi mereka sebelumnya memohon syafaat Allah melalui Nabi Muhammad, sampai ketika Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafaat, maka Allah pun memberikan syafaatNya dan terbukalah pintunya.” (Diterjemahkan secara bebas dari Tafsir as Sa’di, surat az Zumar: 71-75)

Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang pertama membuka pintu surga yang artinya,

“Aku mendatangi pintu surga pada hari Kiamat lalu aku meminta dibukakan (pintu surga), maka penjaga surga bertanya, ‘Siapakah kamu?’, aku menjawab, ‘(Aku Nabi) Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam)’, maka penjaga itu berkata, “Dengan kamulah aku diperintahkan untuk tidak membukakan (pintu surga) kepada seorangpun sebelummu.” (HR Muslim)

Maka demikianlah, mereka yang bertakwa akan masuk ke tempat yang mulia, dengan cara yang mulia dan dimuliakan. Sebaliknya, mereka yang kufur akan masuk ke tempat yang hina dengan cara yang hina dan dihinakan.

 

Referensi

  1. Tafsir Taisir Karimirrahman, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di
  2. Makalah Berjudul ‘Mengimani Syafaat Allah’ oleh Abdullah Taslim, MA dari http://www.alquran-sunnah.com/artikel/aqidah/729-mengimani-syafaat-allah-termasuk-prinsip-dasar-aqidah-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html

—

Penulis: Amrullah Akadhinta

Artikel Muslim.Or.Id

Tags: tafsir
ShareTweetPin
Amrullah Akadhinta, ST.

Amrullah Akadhinta, ST.

alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Teknil Sipil UGM, ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Atsary Yogyakarta 2007-2013, koordinator Al Madinah International University Yogyakarta 2008-2012, pimpinan Radio Muslim Yogyakarta 2010-2013

Artikel Terkait

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
8 Juni 2026
0

Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
27 Mei 2026
0

Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,...

Artikel Selanjutnya

Lihatlah Kekuranganmu!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah