Kapan Tanggal Lahir Nabi Muhammad? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
X
“Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah”

Kapan Tanggal Lahir Nabi Muhammad?

Kapan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam lahir? Apakah benar tanggal 12 Rabi'ul Awwal?

25621 11

Tanggal Lahir Nabi Muhammad Kapan Nabi Muhammad Lahir Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad Hari Lahir Nabi Muhammad Hari Kelahiran Nabi Muhammad

Kapan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir? Apakah benar tanggal 12 Rabi’ul Awwal?

Kita sudah paham bahwa Hari kelahiran Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– adalah hari Senin. Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162)

Sedangkan tahun kelahiran beliau adalah pada tahun Gajah. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad berkata,

لا خلاف أنه ولد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بجوف مكّة ، وأن مولده كان عامَ الفيل .

“Tidak ada khilaf di antara para ulama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah. Dan kelahirannya adalah di tahun gajah.”

Kapan Tanggal dan Bulan Lahir Nabi Muhammad?

Sedangkan mengenai tanggal dan bulan lahirnya Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, hal ini masih diperselisihkan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa beliau lahir tanggal 8 Rabi’ul Awwal, seperti pendapat Ibnu Hazm. Ada pula yang mengatakan tanggal 10 Rabi’ul Awwal. Dan yang masyhur menurut jumhur (mayoritas) ulama adalah pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Selain itu ada yang mengatakan, beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan, ada pula yang mengatakan pada bulan Shafar. Sedangkan ahli hisab dan falak meneliti bahwa hari Senin, hari lahir beliau bertepatan dengan 9 Rabi’ul Awwal. Dan inilah yang dinilai lebih tepat.

Jika kita meneliti lebih jauh, ternyata yang pas dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal adalah hari kematian Nabi ­-shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Meski mengenai kapan beliau meninggal pun masih diperselisihkan tanggalnya. Namun jumhur ulama, beliau meninggal dunia pada tanggal 12 dari bulan Rabi’ul Awwal, dan inilah yang dinilai lebih tepat.

Jika demikian, yang mau diperingati pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal apakah kematian beliau?! Wallahul musta’an.

Perselisihan di atas juga menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidaklah begitu urgent, karena seandainya itu ingin diperingati, maka seharusnya ada konsensus para ulama yang menetapkan tanggal pasti perayaannya biar umat tidak berselisih sebagaimana jelas untuk Idul Fithri tanggal 1 Syawal dan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Lagian para sahabat Nabi pun tidak pernah merayakan Maulid Nabi. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Tholib tidak pernah memperingati maulid. Kalau seandainya perayaan Maulid Nabi dituntunkan tentu pula mereka akan lebih dahulu mencontohkan pada kita.

Law kaana khoiron lasabaqunaa ilaih, seandainya amalan tersebut baik tentu para sahabat akan mendahului kita untuk melakukannya.

Hanya Allah yang memberi petunjuk.

Referensi:
Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid no 147601
http://islamqa.info/ar/ref/147601

Disusun di Masjidil Haram, 9 Rabi’ul Awwal 1435 H menjelang shalat Shubuh

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Lahir Nabi Muhammad Tanggal Lahir Nabi Muhammad Saw Nabi Muhammad Lahir Pada Tahun Nabi Muhammad Lahir Pada Tanggal Tahun Kelahiran Nabi Muhammad

In this article

Join the Conversation

  • Pingback: Berdalil Memperingati Natal dengan Maulid Nabi | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah()

  • Pingback: Islam dan Muslim: Tahun Demi Tahun | KASMUI.COM()

  • Iqbaal Maulana Dwi Putera

    BAGUS !!!!

  • mengenai kepastian tanggal kelahiran baginda Nabi itu tidak begitu urgent. tapi memperingati hari kelahiran baginda Nabi itu bagi saya menyegarkan kembali ingatan saya tentang nabi Muhammad. Saya mencintai sunnah nabi, dan ini merupakan wujud cinta saya kepada Nabi, setiap lantunan sholawat yang saya ucapkan, saya merasakan bahwa baginda Nabi hadir di sisiku.
    Sholluu ‘alannabii Muhammad . . .

    • Kalau sy disegarkan dg mengingat nabi stiap hari, bukan hanya maulid sj.
      Krn sy pun bershalawat setiap hari.

      • Anda benar sekali pak, kami pun juga melakukannya setiap hari, samasekali bukan hari maulid saja. Jadi sepertinya kita sama-sama mencintai baginda Nabi. Semoga kita mendapat syafaat beliau kelak di hari qiamat. Salam cinta :’)

        • Semut Ireng

          mohon maaf, dari kata-kata “tapi memperingati hari kelahiran baginda Nabi itu bagi saya menyegarkan kembali ingatan saya tentang nabi Muhammad” lebih menunjukkan bahwa menyegarkannya itu pada waktu maulid. sekali lagi saudara, seperti yang sudah dituliskan oleh ustadz Abduh diatas, bahwa para sahabat (orang terdekatnya Rasulullah) mereka tidak pernah merayakan maulid, Padahal mereka adalah orang-orang yang mendapatkan keilmuan langsung dari sumbernya (Rasulullah), lantas apakah kita merasa lebih berilmu daripada para sahabat Rasulullah?
          Semoga Allah senantiasa menuntun kita kepada jalan yang haq.

          • Oh tidak, saya tidak ada apa-apanya dengan para sahabat yang bahkan termasuk juga dalam ucapan sholawat saya. Mereka adalah sebaik-baik ummat setelah baginda Nabi. mohon maaf jika kalimat saya ambigu. aamiin hadaanallahu wa iyyaakum :-)
            Sholluu ‘alannabiy Muhammad

      • Saya baru sadar kalau Bapak adalah pimpinan redaksi. Sebuah kehormatan bisa berbagi ilmu dengan Bapak :-)

  • Pingback: Kapan Tanggal Lahir Nabi Muhammad ? | Abu Zahra Hanifa()