Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kapan Tanggal Lahir Nabi Muhammad?

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
11 Januari 2014
di Manhaj
tanggal lahir rasulullah
Share on FacebookShare on Twitter

Kapan tanggal lahir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apakah benar tanggal 12 Rabi’ul Awwal?

Kita sudah paham bahwa Hari kelahiran Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– adalah hari Senin. Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162)

Sedangkan tahun kelahiran beliau adalah pada tahun Gajah. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad berkata,

لا خلاف أنه ولد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بجوف مكّة ، وأن مولده كان عامَ الفيل .

“Tidak ada khilaf di antara para ulama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah. Dan kelahirannya adalah di tahun gajah.”

Kapan Tanggal dan Bulan Lahir Rasulullah?

Sedangkan mengenai tanggal dan bulan lahirnya Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, hal ini masih diperselisihkan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa beliau lahir tanggal 8 Rabi’ul Awwal, seperti pendapat Ibnu Hazm. Ada pula yang mengatakan tanggal 10 Rabi’ul Awwal. Dan yang masyhur menurut jumhur (mayoritas) ulama adalah pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Selain itu ada yang mengatakan, beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan, ada pula yang mengatakan pada bulan Shafar. Sedangkan ahli hisab dan falak meneliti bahwa hari Senin, hari lahir beliau bertepatan dengan 9 Rabi’ul Awwal. Dan inilah yang dinilai lebih tepat.

Jika kita meneliti lebih jauh, ternyata yang pas dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal adalah hari kematian Nabi ­shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meski mengenai kapan beliau meninggal pun masih diperselisihkan tanggalnya. Namun jumhur ulama, beliau meninggal dunia pada tanggal 12 dari bulan Rabi’ul Awwal, dan inilah yang dinilai lebih tepat.

Jika demikian, yang mau diperingati pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal apakah kematian beliau?! Wallahul musta’an.

Perselisihan di atas juga menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidaklah begitu urgent, karena seandainya itu ingin diperingati, maka seharusnya ada konsensus para ulama yang menetapkan tanggal pasti perayaannya biar umat tidak berselisih sebagaimana jelas untuk Idul Fithri tanggal 1 Syawal dan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Lagian para sahabat Nabi pun tidak pernah merayakan Maulid Nabi. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Tholib tidak pernah memperingati maulid. Kalau seandainya perayaan Maulid Nabi dituntunkan tentu pula mereka akan lebih dahulu mencontohkan pada kita.

Law kaana khoiron lasabaqunaa ilaih, seandainya amalan tersebut baik tentu para sahabat akan mendahului kita untuk melakukannya.

Hanya Allah yang memberi petunjuk.

Baca Juga: Shalawat Nariyah

—

Referensi:

Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid no 147601 (islamqa.info)

—

Disusun di Masjidil Haram, 9 Rabi’ul Awwal 1435 H menjelang shalat Shubuh

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya

Wanita, Ujian Terbesar Kaum Laki-Laki

Komentar 11

  1. Iqbaal Maulana Dwi Putera says:
    12 tahun yang lalu

    BAGUS !!!!

    Reply
  2. Arief Fakhrudin says:
    12 tahun yang lalu

    mengenai kepastian tanggal kelahiran baginda Nabi itu tidak begitu urgent. tapi memperingati hari kelahiran baginda Nabi itu bagi saya menyegarkan kembali ingatan saya tentang nabi Muhammad. Saya mencintai sunnah nabi, dan ini merupakan wujud cinta saya kepada Nabi, setiap lantunan sholawat yang saya ucapkan, saya merasakan bahwa baginda Nabi hadir di sisiku.
    Sholluu ‘alannabii Muhammad . . .

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Kalau sy disegarkan dg mengingat nabi stiap hari, bukan hanya maulid sj.
      Krn sy pun bershalawat setiap hari.

      Reply
      • Arief Fakhrudin says:
        12 tahun yang lalu

        Anda benar sekali pak, kami pun juga melakukannya setiap hari, samasekali bukan hari maulid saja. Jadi sepertinya kita sama-sama mencintai baginda Nabi. Semoga kita mendapat syafaat beliau kelak di hari qiamat. Salam cinta :’)

        Reply
        • Semut Ireng says:
          12 tahun yang lalu

          mohon maaf, dari kata-kata “tapi memperingati hari kelahiran baginda Nabi itu bagi saya menyegarkan kembali ingatan saya tentang nabi Muhammad” lebih menunjukkan bahwa menyegarkannya itu pada waktu maulid. sekali lagi saudara, seperti yang sudah dituliskan oleh ustadz Abduh diatas, bahwa para sahabat (orang terdekatnya Rasulullah) mereka tidak pernah merayakan maulid, Padahal mereka adalah orang-orang yang mendapatkan keilmuan langsung dari sumbernya (Rasulullah), lantas apakah kita merasa lebih berilmu daripada para sahabat Rasulullah?
          Semoga Allah senantiasa menuntun kita kepada jalan yang haq.

          Reply
          • Arief Fakhrudin says:
            12 tahun yang lalu

            Oh tidak, saya tidak ada apa-apanya dengan para sahabat yang bahkan termasuk juga dalam ucapan sholawat saya. Mereka adalah sebaik-baik ummat setelah baginda Nabi. mohon maaf jika kalimat saya ambigu. aamiin hadaanallahu wa iyyaakum :-)
            Sholluu ‘alannabiy Muhammad

      • Arief Fakhrudin says:
        12 tahun yang lalu

        Saya baru sadar kalau Bapak adalah pimpinan redaksi. Sebuah kehormatan bisa berbagi ilmu dengan Bapak :-)

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          12 tahun yang lalu

          Barakallahu fiikum

          Reply
  3. Agung Priyono says:
    7 tahun yang lalu

    Bagaimana bisa diberikan penggalan hijriyah sementara kalender hijriyah baru diciptakan setelah Nabi Wafat?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Penelusuran ke belakang

      Reply
  4. Bangtupang753 says:
    4 tahun yang lalu

    Pastinya
    Orang yang merayakan maulid nabi pada tanggal 12 rabiul awal adalah. Orang yang mensyukuri atas wafatnya nabi. Atau orang yg bahagia aas wafatnya nabi

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah