Bersikap pada Saudara yang Murtad

Bersikap pada Saudara yang Murtad

Tentu sedih jika melihat di antara saudara kita ada yang murtad, pindah pada agama lain. Bagaimana sikap kita jika ada saudara kita yang demikian?

Murtad adalah orang yang keluar dari Islam berpaling kepada kekafiran baik dengan ucapan, perbuatan, meninggalkan amalan atau sebab keyakinan. Namun tidak setiap yang terjerumus dalam kekafiran dikatakan kafir murtad karena boleh jadi dia memiliki udzur bisa jadi karena tidak tahu, salah paham, dipaksa, atau keliru.

Beberapa bentuk riddah (murtad) ada yang tidak menerima udzur seperti orang yang mencaci maki Allah dan Rasul-Nya. Begitu pula orang yang menyatakan dirinya keluar dari Islam dan tidak mau bertaubat, maka ia disebut murtad.

Jika ada di antara saudara kita ada yang murtad, maka hendaklah kita bersikap sebagai berikut:

1- Berlepas diri dari kekufuran dan kemurtadannya.

2- Tidak loyal, mendukung dan mencintainya dalam hal yang ada sangkut pautnya dengan ajaran yang ia anut.

3- Menasehati dan mendakwahinya supaya kembali pada Islam.

4- Diperbolehkan mengunjunginya dalam rangka menasehatinya dan terus berharap ia mendapat hidayah.

5- Boleh memberikan ia hadiah untuk menarik hatinya pada Islam.

6- Berpaling atau memboikotnya jika ia terus dalam kesesatan, khusus jika mendiamkannya bermanfaat.

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Hanya Allah yang memberi hidayah.

 

Referensi:

Fatawa Syaikh Sholih Al Munajjid dalam Al Islam Sual wal Jawab no. 169985.

@ Siluk, Imogiri, Bantul, 10 Safar 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »

3 Comments

  1. ibu kandung saya murtad,,bagaimana saya harus menyikapi,,saya sayang ibu,,,bu selalu mendoakan kebaikan untuk saya,,,,

Leave a Reply