Mendoakan Non Muslim di Hari Raya Mereka

Mendoakan Non Muslim di Hari Raya Mereka

Kita sudah tahu bahwa mengucapkan selamat pada non muslim di hari raya mereka adalah suatu hal yang terlarang. Namun bagaimana jika hanya sekedar mendoakan kebaikan semisal, “Semoga engkau berada dalam kebaikan“. Apakah seperti itu dianggap seperti mengucapkan selamat?

Syaikh Sholeh Al Munajjid hafizhohullah mengatakan bahwa hal tersebut termasuk dalam mengucapkan selamat jika berpapasan dengan hari raya mereka. Namun jika hal tersebut disampaikan di selain hari istimewa mereka dengan tujuan mendakwahi mereka atau mengharap mereka masuk Islam, maka seperti itu tidaklah mengapa.

Ada hadits dari Abu Musa bahwa ada orang-orang Yahudi yang pernah bersin di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berharap supaya Nabi mendoakan “yarhamukumullah” (semoga Allah merahmati kalian). Namun ketika mendengar bersin tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengucapkan “yahdikumullah wa yushlih baalakum” yaitu semoga Allah memperbaiki kondisi kalian (supaya dapat hidayah). (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, shahih kata Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’)

Penulis ‘Aunul Ma’bud mengatakan bahwa jangan mengucapkan yarhamukumullah karena rahmat hanyalah khusus pada orang beriman. Yang didoakan adalah meminta supaya orang kafir tersebut dapat hidayah untuk beriman.

Jadi mendoakan orang kafir supaya mendapatkan hidayah iman adalah suatu hal yang disyariatkan dalam Islam.

Referensi:

Fatwa Syaikh Sholeh Al Munajjid no. 90222 (http://islamqa.com/ar/90222)


Disusun di Wonosari, Gunungkidul, 8 Safar 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »