Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tanda Ittiba’ (5) : Ridha Terhadap Hukum Dari Rasulullah Dan Syariat Beliau

Kholid Syamhudi, Lc. oleh Kholid Syamhudi, Lc.
26 Oktober 2013
di Manhaj
Share on FacebookShare on Twitter

Di antara bukti ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah ridha terhadap hukum dan syariat beliau. Dari Al-Abbas radhiallahu’anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد رسولا

“Orang yang ridha terhadap Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasulnya, pasti akan merasakan lezatnya iman”1

Maka apabila seorang muslim telah ridha terhadap Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai Nabi dan Rasul, dia tidak akan menoleh kepada selain petunjuk beliau, tidak akan bersandar kepada selain sunnah beliau di dalam perilakunya, menjadikannya sebagai hakim dan berhukum kepadanya, menerima, tunduk dan mengikuti hukumnya, serta ridha terhadap segala sesuatu yang beliau bawa dari Rabb-nya. Sehingga dengan hal itu hati dan jiwanya menjadi tenang dan dadanya menjadi lapang. Dia melihat nikmat yang Allah berikan kepadanya dan kepada seluruh makhluk dengan diutusnya Nabi yang mulia Shallallahu’alaihi Wasallam dan dengan agama yang agung ini, sebagai nikmat yang sebenarnya. Sehingga dengan hal itu dia akan merasa gembira dengan karunia dan rahmat Allah kepadanya, dimana Allah telah menjadikanya sebagai orang yang mengikuti Rasul terbaik dan golongannya yang beruntung. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57) قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh terhadap (penyakit) yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, dengan karunia dan rahmat Allah maka dengan itulah hendaknya mereka bergembira. Hal itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus: 57-58)

Ridha adalah suatu kata yang mencakup penerimaan dan ketundukan. Maka tidak ada keridhaan kecuali jika ada penerimaan yang mutlak dan ketundukan yang sempurna secara lahir dan batin terhadap apa yang dibawa oleh Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam dari Rabb-nya.2

[Selesai]

Catatan Kaki

1 Muslim (1/62) no. 34.

 2 Lihat Adh-Dhau al-Munir ‘ala at-Tafsir karya Ash-Shalihi (2/253, 254).

 —

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Kholid Syamhudi, Lc.

Kholid Syamhudi, Lc.

Alumni S1 Jusuran Hadits Universitas Islam Madinah, pembina Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen, pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwwah Sukoharjo, pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
hadits keutamaan berdagang

Hadits Lemah Tentang Keutamaan Berdagang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah