Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menggabungkan Kurban dan Akikah

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
9 Oktober 2013
di Fikih Ibadah
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah boleh menggabungkan kurban (qurban) dan akikah (aqiqah) dengan satu hewan sembelihan?

Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Jibrin rahimahullah ditanya, “Jika waktu akikah jatuh pada Idul Adha, apakah sah melaksanakan akikah dan kurban sekaligus dengan satu sembelihan? Bagaimana niatnya?”

Jawab beliau, “Tidak bisa digabungkan antara niat kurban dan akikah. Yang mesti dilakukan adalah menyembelih akikah satu atau dua ekor kambing secara tersendiri. Tidak bisa akikah tersebut digabungkan dengan kurban. Karena akikah dan kurban masing-masing punya sebab dan kaitan waktu tersendiri. Antara akikah dan kurban bisa dilakukan pada waktu lapang atau sempit. Kurban dilakukan pada hari Idul Adha atau hari tasyriq. Yang lebih afdhol, shohibul kurban memakan 1/3-nya, menghadiahkan 1/3-nya, dan menyedekahkan 1/3-nya. Sedangkan akikah dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika luput dari hari ketujuh, bisa dilakukan pada hari ke-14. Jika tidak bisa pada hari tersebut, maka pada hari ke-21. Yang paling bagus, akikah tersebut diadakan seperti walimah dengan mengundang kerabat dan rekan untuk mendo’akan bayi yang baru lahir.

Namun jika berada dalam kondisi darurat untuk menyembelih kurban dan akikah pada satu waktu, maka itu boleh karena kedua amalan tersebut adalah sunnah. Keutamaan pada kurban lebih besar daripada keutamaan pada akikah.”

Alhamdulillah, Muslim.Or.Id sudah membahas materi ini sebelumnya pada artikel: Bolehkah Satu Sembelihan untuk Qurban dan Aqiqah?

 

Sumber: http://ibn-jebreen.com/fatwa/vmasal-1061-.html

—

@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-GK, 4 Dzulhijjah 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya

Kaidah-Kaidah Penting Dalam Ittiba' (1)

Komentar 10

  1. Ulfa Astoety says:
    13 tahun yang lalu

    Assalammu’alaikum Wr Wb, pak ustadz yg terhormat. Jika dikatakan daging kurban yg sdh disembelih itu boleh dimakan o/sang Empunya kurban 1/3 bagian, disedekahkan 1/3 dan dihadiahkan juga 1/3 nya, kpd seorang non muslim teman kita apakah dibolehkan? Jika boleh artinya kita bisa hadiahkan itu kpd siapa saja, tak terbatas kpd kaum muslimin. Tp jika tidak, tolong tuinjukkan dalilnya pak ustadz. Demikian pertanyaan saya. Mohon jawabannya, terimakasih.. Wassalam.

    Reply
  2. humaidi ibnu tamri ahmad jaiz says:
    13 tahun yang lalu

    Asalamualaykum afwan ustadz manakah yang kita dahulukan qurban atau akikah kita? hayyakumullah wa baarakallahu fiikum

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. says:
      13 tahun yang lalu

      @ Humaidi

      Wa’alaikumussalam. Kalau bertepatan dg moment qurban, maka qurban lebih ahsan didahulukan. Barakallahu fiikum.

      Reply
  3. syauqi says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustad.

    Jika belum pernah melakukan akikah krn keadaan tdk mampu pda waktu itu, apakah boleh pada saat dewasa hanya menjalankan qurban? Atau tetap tunaikan dlu akikahnya bru berqurban? Syukran atas jawabannya

    A

    Reply
  4. syauqi says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustad.

    Jika belum pernah melakukan akikah krn keadaan tdk mampu pda waktu itu, apakah boleh pada saat dewasa hanya menjalankan qurban? Atau tetap tunaikan dlu akikahnya bru berqurban? Syukran atas jawabannya

    Reply
  5. rahmad says:
    13 tahun yang lalu

    trims imfonya uztd

    Reply
  6. Anis Muliasari says:
    12 tahun yang lalu

    Assalamualiakum
    ustadz say wanita usia 20tahun, saat ini saya sudah bekerja. dan niat dalam diri hari raya idul adha nanti mau Qurban, tapi ibu saya bilang klo saya belum aqiqah. jadi man ayang harus didahulukan? dan pak ustadz ibu saya pun belum quran belum aqiqah, yang utama itu saya dulu apa buat ibu dulu? Jazakallah

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Tdk ada kaitan antara qurban dan aqiqah, boleh mendahulukan slh satunya.

      Reply
  7. Aushela says:
    4 tahun yang lalu

    Bismillah, Afwan mau tanya ana pernah baca kalau hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan (9/303) dan ath-Thabarani dalam Mu’jam ash-Shaghir dari hadits Buraidah radhiallahu ‘anhu. Dalam sanadnya ada rawi bernama Ismail bin Muslim al-Makki, ia dhaif (lemah). (lihat Irwaul Ghalil 4/395) (tentang waktu akikah)
    Afwan apakah memang bener doif ? Atau bagaimana?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah