Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penghalang Ittiba’ (5) : Bergantung Kepada Perkara Syubhat

Kholid Syamhudi, Lc. oleh Kholid Syamhudi, Lc.
21 Agustus 2013
di Manhaj
cara membaca arab gundul
Share on FacebookShare on Twitter

Agama islam tegak di atas penerimaan seorang hamba secara mutlak terhadap wahyu. Namun banyak dari orang-orang yang memiliki sedikit pengetahuan terhadap wahyu, bergantung kepada syubhat-syubhat, khayalan-khayalan dan berbagai persangkaan adanya maslahat (kebaikan). Mereka menyangka hal itu adalah jalan untuk mengetahui dan menghantarkan kepada kebenaran. Oleh karena itu, engkau akan dapati orang yang keadaannya seperti ini, jika ada seseorang datang kepadanya memberitahukan tentang kebenaran yang telah tetap dengan nash (dalil), maka hatinya akan lebih bergantung kepada syubhat-syubhat dan kesesatan-kesesatan yang telah mendahuluinya, sehingga dia tidak beriman terhadap kebenaran dan enggan ittiba’. Dan dia mulai membuat samar kebenaran tersebut kepada manusia, dengan kebatilan yang ada di dalam hati dan pikirannya, sehingga diapun sesat dan menyesatkan.

Karena perkara yang sangat berbahaya ini, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memperingatkan umatnya dari jenis manusia seperti ini. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu’anha, beliau bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمْ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْ

“Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti (ayat-ayat) yang samar dari Al-Qur’an, mereka itulah yang Allah sebutkan (di dalam surat Ali ‘Imran ayat 7-pen), maka waspadailah mereka”1.

Dan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي أُنَاسٌ يُحَدِّثُونَكُمْ مَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلاَ آبَاؤُكُمْ فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ

“Di akhir umatku nanti akan ada orang-orang yang menceritakan kepada kalian sesuatu yang belum pernah kalian dengar dan juga bapak-bapak kalian, maka jauhilah mereka”2.

Dan telah banyak tersebar (mutawatir) perkataan imam-imam salaf di dalam memperingatkan manusia dari syubhat dan pengikutnya. Di antaranya adalah perkataan Umar, “Sungguh akan datang orang-orang yang membantah kalian dengan ayat-ayat syubhat (mutasyabihat, samar –pen) dari Al-Qur’an. Maka kalahkanlah mereka dengan sunnah-sunnah, karena para pengikut sunnah lebih paham terhadap Kitabullah”3.

Dan perkataan Abu Qilabah, “Janganlah kalian duduk dan berbincang-bincang dengan para pengikut hawa nafsu. Sesungguhnya aku takut mereka akan menjerumuskan kalian ke dalam kesesatan mereka, atau membuat kerancuan terhadap apa yang telah kalian ketahui”4.

Dalam rangka memberikan peringatan, Ibnu Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka perhatikanlah dari mana kalian mengambil agama kalian”5.

Catatan Kaki

1 Al-Bukhari dengan Al-Fath (8/57) no. 4547.

2 Muslim (1/12) no. 6.

3 Ad-Darimi (1/53) no. 119.

4 Siyar A’laamin Nubalaa (4/472).

5 Muslim (1/14).

—

Penulis: Ust. Kholid Syamhudi, Lc.
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Kholid Syamhudi, Lc.

Kholid Syamhudi, Lc.

Alumni S1 Jusuran Hadits Universitas Islam Madinah, pembina Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen, pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwwah Sukoharjo, pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Artikel Terkait

Nikmat Persatuan Hakiki

oleh Glenshah Fauzi
30 Oktober 2026
0

Nikmat persatuan dan hadiahnya Allah ﷻ jadikan persatuan sebagai suatu nikmat besar dan mengandung manfaat yang luar biasa. Allah ﷻ...

Prinsip-prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 9): Mendengar dan Taat Kepada Pemerintah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
23 Oktober 2026
0

Ketujuh, mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin dalam perkara yang ma’ruf Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal...

Sikap Pertengahan dan Moderat dalam Syariat Islam (Bag. 1)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
18 Oktober 2026
0

Islam adalah agama yang dibangun di atas prinsip wasathiyyah (pertengahan) dan i‘tidal (keseimbangan). Prinsip ini menjadi ciri khas ajaran Islam...

Artikel Selanjutnya

Nasehat Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Terkait Krisis Mesir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 8   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah