Serial 13 Alam Jin: Kemampuan Jin Mendirikan Gedung yang Tinggi

Serial 13 Alam Jin: Kemampuan Jin Mendirikan Gedung yang Tinggi

Ada lagi di antara kemampuan yang Allah berikan pada jin yaitu kemampuan mereka mendirikan gedung atau bangunan yang tinggi bahkan dibuat dengan arsitektur seperti istana.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ (12) يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ

Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).” (QS. Saba’: 12-13).

Dari ayat di atas, Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah memberi kemampuan pada jin untuk bekerja di bawah kekuasaan-Nya untuk mendirikan berbagai bangunan dan lainnya. Siapa saja yang enggan taat pada Allah dari para jin, maka mereka akan disiksa dengan siksaan yang pedih.”

Dalam ayat ke-13 disebutkan bahwa para jin membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi (disebut: maharib). Yang dimaksud dengan gedung-gedung di sini adalah bangunan yang bagus sebagai tempat tinggal, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir. Mujahid mengatakan bahwa maharib yang dimaksudkan dalam ayat adalah bangunan yang kualitasnya masih di bawah istana. Adh Dhohak mengatakan bahwa maharib adalah masjid-masjid. Qotadah mengatakan bahwa yang dimaksud maharib adalah masjid dan istana. Ibnu Zaid mengatakan maharib adalah tempat tinggal.

Sedangkan tamatsil yang dimaksud dalam ayat adalah shuwar yaitu patung, sebagaimana dikatakan oleh ‘Athiyah Al ‘Aufi, Adh Dhohak, dan As Sudi. Mujahid mengatakan bahwa patung tersebut terbuat dari tembaga. Sedangkan Qotadah mengatakan bahwa patung tersebut terbuat dari tanah dan kaca.

Ini adalah di antara kemampuan yang Allah berikan kepada jin. Semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat.

 

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H.

Disusun menjelang Maghrib @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 7 Syawal 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
batik travel
MPD Banner

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »

Leave a Reply