Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ? (2)

Caci Maki Mirza Ghulam Ahmad Kepada Seterunya

Dia pernah mengatakan, melalui “wahyu” yang konon diterimanya, bahwa salah seorang seterunya akan mati pada waktu tertentu. Tetapi ternyata, seteru yang ia sebutkan tidak mati. Maka para ulama pun menyanggahnya dengan mengatakan: “Engkau katanya nabi, tidak berbicara kecuali dengan wahyu. Bagaimana mungkin janji Allah tidak tepat?”

Menanggapi bantahan dari para ulama ini, Mirza Ghulam Ahmad bukannya memberi jawaban dengan bukti dan dalil, tetapi justru melontarkan cacian: “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari babi.” (Najam Atsim, hal. 21, karya Ghulam Ahmad)

Cacian-cacian lain yang keluar dari Mirza Ghulam Ahmad ini sudah sangat keterlaluan. Sebab orang-orang umum saja tidak akan sanggup mengatakannya.

Sang anak, Mahmud Ahmad bin Ghulam pernah mendengar ada orang yang mencaci orang lain dengan sebutan “hai anak haram”, maka ia (Mahmud Ahmad) mengatakan: “Orang seperti ini, pada masa Umar dihukum pidana pukul karena melakukan qadzaf (tuduhan zina). Tetapi sekarang, dapat di dengar seseorang mencela orang lain dengan celaan itu, namun mereka tidak bereaksi. Seolah-olah celaan ini tida ada artinya di mata mereka.” (Khutbah Al-Jum’ah, Mahmud Ahmad bin Ghulam, Koran Al-Fadhl, 13 Februari 1922M)

Tetapi ironisnya, ayahnya justru pernah mencela seorang ulama dengan ucapan “hai anak pelacur”. (Najim Atsim, hal. 228, karya Ghulam Ahmad). Mengacu kepada pernyataan Mahmud Ahmad, bukankah berarti Mirza Ghulam ini pantas untuk dihukum pukul? Dan ucapan itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tetapi sangat sering dilontarkan ayahnya “sang mujaddid akhlak”.

Contoh lainnya, di dalam khutbahnya, ia pernah menyampaikan: “Itu adalah kitab. Akan dilihat oleh setiap muslim dengan penuh kecintaan dan sayang serta ia mendapatkan manfaat darinya. Dia akan menerima dan membenarkan dakwahku, kecuali keturunan-keturunan para pelacur yang telah Allah kunci hati mereka. Mereka tidak akan menerima.” (Mir’atu Kamalati Al-Islam, hal. 546, karya Ghulam Ahmad)

Begitulah contoh akhlak Mirza Ghulam Ahmad. Semoga kita terlindung dari perbuatan tercela.

Komentar Mirza Ghulam Ahmad Terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Banyak orang yang celaka muncul di muka bumi karena mencela para rasul, tetapi tidak banyak yang sekaliber Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya, dalam mencela para rasul, “mencuri” kenabian. Allah berfirman.

“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah…” (Qs. Al-An’am: 93)

Dia mengklaim sebagai nabi dan rasul-Nya, seperti yang dilakukan oleh Musailamah dan Al-Aswad An-Ansi. Langkah berikutnya, ia mengaku sebagai orang yang paling utama dari dari seluruh nabi dan rasul. Sebagaimana ia menyatakan dirinya telah dianugerahi segala yang telah diberikan kepada seluruh para nabi (Durr Tsamin, hal. 287-288, karya Ghulam Ahmad). Dalam pernyataan yang lain, ia mengatakan, sesungguhnya Nabi (Muhammad) mempunyai tiga ribu mukjizat saja. “Sedangkan aku memiliki mukzijat lebih dari satu juta jenis”, kata Ghulam Ahmad (Tadzkirah Asy-Syahadatain, hal. 72, karya Ghulam Ahmad)

Di lain tempat, katanya, Islam muncul bagaikan perjalanan hilal (bulan, dari kecil), dan kemudian ditaqdirkan mencapai kesempurnaannya di abad ini menjadi badr (bulan pernama), dengan dalil (menurutnya)… (Khutbah Al-Hamiyah, hal. 184, karya Ghulam Ahmad), sebuah tafsiran yang kental nuansa tahrifnya (penyelewengan), layaknya perlakuan kaum Yahudi terhadap Taurat. Sebuah makna yang tidak dikehendaki Allah, tidak pernah disinggung Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun terbetik di benak salah seorang sahabat, para imam dan ulama tafsir. Demikian salah satu trik untuk merendahkan kedudukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Salah seorang juru dakwah mereka, juga tidak ketinggalan ikut membeo merendahkan martabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan: “Sesungguhnya Muhammad pernah sekali datang kepada kami. Pada waktu itu, beliau lebih agung dari bi’tsah yang pertama. Siapa saja yang ingin melihat Muhammad dengan potretnya yang sempurna, hendaknya ia memandang Ghulam Ahmad di Qadian.” (Koran milik Qadiyaniah, Badr, 25 Oktober 1902M)

Kritik Sang Nabi Palsu Terhadap Beberapa Nabi

Mirza Ghulam Ahmad pernah berkomentar tentang Nabi Isa: “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang shalih. Sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal. 172, karya Ghulam Ahmad)

Komentar miring lainnya, menurutnya, Isa cenderung menyukai para pelacur. Karenanya nenek-neneknya adalah termasuk pelacur (Dhamimah Anjam Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karya Ghulam Ahmad)

Anehnya, meski perkataan yang keluar dari mulutnya sangat kotor, tetapi ternyata Mirza Ghulam Ahmad “bersabda” dalam hadits palsunya: “Sesungguhnya celaan, makian, bukan perangai orang-orang shidiq. Dan orang yang beriman, bukanlah orang yang suka melaknat.” (Izalatul Auham, hal. 66)

Cacian Mirza Ghulam Ahmad Kepada Para Sahabat

Para sahabat pun tidak lepas dari cercaan yang dilancarkan Ghulam Ahmad. Termasuk penghulu para remaja/pemuda di surga kelak, yaitu Hasan, Husain, juga Abu Bakar dan Umar

Mirza Ghulam Ahmad ini mengataan: “Orang-orang mengatakan aku lebih utama dari Hasan dan Husain. Maka aku jawab, Itu benar. Aku lebih utama dari mereka berdua. Dan Allah akan menunjukkan keutamaan ini.” (I’jaz Ahmadi, hal. 58, karya Ghulam Ahmad)

Salah seorang anaknya dengan congkak berkata: “Dimana kedudukan Abu Bakar dan Umar (tidak ada apa-apanya) bila dibandingkan dengan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad? Mereka berdua saja tidak pantas untuk membawa sandalnya.” (Kitab Al-Mahdi, Pasal 304, hal. 57, karya Muhammad Husain Al-Qadiyani)

Tentang Abu Hurairah, Ghulam Ahmad mengatakan: “Abu Hurairah orang yang dungu. Dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadi, hal. 140)

Perhatikan! Padahal ia sendirilah orang yang dungu, lagi bodoh. Lihat pengakuannya: “Sesungguhnya ingatanku sangat buruk. Aku lupa orang-orang yang sering menemuiku.” (Maktubat Ahmadiyah, hal. 21)

Kematian Mirza Ghulam Ahmad

Menyaksikan sepak terjangnya yang kian menjadi, maka para ulama saat itu berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad, agar ia bertaubat dan berhenti menyebarkan dakwahnya yang sesat. Nasihat para ulama ternyata tidak membuahkan hasil. Dia tetap bersikukuh tidak memperdulikan. Akhirnya, para ulama sepakat mengeluarkan fatwa tentang kekufurannya. Di antara para ulama yang sangat kuat menentang dakwah Mirza Ghulam Ahmad, adalah Syaikh Tsanaullah.

Mirza Ghulam Ahmad sangat terusik dengan usaha para ulama yang mengingatkannya. Akhirnya dia mengirimkan surat kepada Syaikh Tsanaullah. Dia meminta agar suratnya ini dimuat dan disebarkan di majalah milik Syaikh Tsanaullah.

Di antara isi suratnya tersebut, Mirza Ghulam Ahmad tidak menerima gelar pendusta, dajjal yang diarahkan kepadanya dari para ulama masa itu. Mirza Ghulam Ahmad menganggap dirinya, tetap sebagai seorang nabi, dan ia menyatakan bahwa para ulama itulah yang pendusta dan penghambat dakwahnya.

Sang nabi palsu ini menutup suratnya dengan do’a sebagai berikut:

“Wahai Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan di hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

“Wahai Allah! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tha’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin.”

Begitulah bunyi do’a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do’a mubahallah. Dan benarlah, do’a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do’anya itu, yaitu pada tanggal 26 bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla dengan penyakit kolera, yang dia harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah. Di akhir hayatnya, saat meregang nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya: “Aku terkena penyakit kolera.” Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai akhirnya meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti ajarannya juga ikut mati. Ternyata kian tersebar di tengah masyarakat. Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar tidak terjerat dengan berbagai ajaran sesat.

Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran, dan berilah kami kekuatan untuk melakukannya. Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

***

  • Oleh: Muhammad Ashim
  • Sumber: Al-Qadiayaniyah Dirasat Wa Tahtil, karya Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir, Idarati Turjuman As-Sunnah, Lahore Pakistan, tanpa tahun.
  • Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun IX/1426H/2005M.
  • Artikel dari almanhaj.or.id dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami.
InsyaAllah, setiap artikel yang dibaca, bisa menjadi pahala untuk kita semua.

DONASI SEKARANG

About Author

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

View all posts by dr. Adika Mianoki, Sp.S. »

21 Comments

  1. Mahmoud Ali

    Janganlah hendaknya kamu menyangka prasangka buruk terhadap sesamamu,, didalam sabda Allah swt, masih tetap menyatakan bahwa Isa adalah hakim terakhir pada saat hari kiamat, anak dari mariam. jadi kenapa kita tutup ahmadiyah, yang dia sendiri mengatakan bahwa isa adalah keturunan pelacur?? apakah itu pelecehan agamnya sendiri?

  2. Pak Mahmoud Ali, siapakah yang menyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam keturunan pelacur? apakah Ahmadiyah? Apakah Allah yang menyatakan? di Surat dan ayat manakah itu terdapat di dalam Qur’an? Ma’af, komentar Bapak masih kurang jelas :)

  3. untuk saudara mahmoud ali, Allah itu ber Firman, bukan bersabda. dan maksud saudara kurang jelas..
    mudah2an mata hati kita bisa di buka kan oleh Allah.. coz akan banyak sekali kekufuran yg dibuat oleh2 nabi2 palsu skarang dan nanti..
    coz sdah jelas di dalam Al-quran Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir
    wabi islamadina wabi muhammadi nabi ya rasulullah.

  4. Kebenaran itu sdh nampak, ngapain juga kita ngurusin ahmadiah,buang-buang waktu Brow !!! Qta tau “nabi”nya jg mati dlm keadaan hina, coba telusuri akhir riwayat Mirza Ghulam, mana ada seorang “nabi” mati dikelilingi kotoran!!!! ihhhh ngeriii.

  5. assalamualaikum,semoga Allah memberikan hidayah kpd pengikut2 mirza gulam ahmad untk kembali ke jalan yang diridai Allah. jika masih tetap menentang maka semoga Allah melaknati kalian. Amin.

  6. mari satu keyakinan bagi umat muhammad SAW.

    AHMADIYAH LAKNATULLAH neraka jahanam

  7. sudah dijelaskan didalm alquran nabi muhammad adalah nabi terakhir attidue ghulam ahmad dengan nabi muhammad sangat jauh bagai bumi dan langit

  8. irvan yunianto

    sesat adalah jalannya setan. wahai umat nabi muhammad jangan kau ikuti aliran mirza ghulam, karena jelas2 sesat…astaghfirullah.

  9. pengembara kehidupan

    ya Allah, janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau beri kepada kami petunjuk dari sisi-Mu.
    sungguh kami tidak punya kekuatan apa-apa untuk menolak kesesatan yang datang kepada kami tanpa bantuan dariMu ya Allah Yang Mengetahui segala yang tersembunyi di dalam setiap kejadian yang terjadi di muka bumi ini baik yang kami ketahui maupun ayng tidak kami ketahui.

  10. Semoga orang-orang yang masih mengikuti jalan yang sesat ini (Ahmadiah) scepatnya mendapat hidayah dari Allah dengan kemurahan-Nya

  11. Mudah2an mereka semua cepat sadar dan kembali kepada ajaran Islam yg benar..

  12. jika ahmadiah mengaku islam………kembalilah ke akidah sebenarnya saudaraku……………..
    ALLAH SWT………………………..TUHANKU
    MUHAMMAD SAW……………..ROSULKU
    ALQURAN……………………………KITAB SUCIKU
    KAUM MUKMININ………………SAUDARAKU
    Tidak ada alquran & nabi muhammad saw mengajarkan membantai Saudaranya……………
    Yg melakukan hal seperti adalah hasutan setan dan itu tak benar…..saudaraku…islam tidak seperti itu. Pelakunya adalah oknum…harus di hukum

  13. Hamba Allah

    Saya punya teman menganut faham Ahmadiyah. Setiap kami sholat dia tidak pernah mau berjamaah. Kesimpulan saya lebih baik Ahmadiyah itu buat agama sendiri

  14. Aidin al-banjary

    Salam.Kalau menurut saya nabi Isa a.s. itu lebih mulia dibadingkan ghulam ahmad al-kazdab.Karena nabi Isa termaktub dQur’an dn dinyatakan kenabiannya di dalam al-Qur’an begitu juga Nabi-nabi terdahulu.Dn sifat Nabiyullah tidak ada seorang pencela seperti ghulam al-kazdab.

  15. adiesgraver

    semoga Allah selalu melindungi kita dari orang2 yang mengaku rasul/nabi..
    Muhammad is the best bukan yang lain

  16. Mari kita ajak dengan santun, untuk apa kita merusak hati kita dengan perasaan penuh benci tapi jelaskan saja bahwa ajaran yang mereka anut bukan ajaran Islam.. kalo menganggap ajaran ahmadiyah islam kembalikan kepada Alqur’an sebagai pijakan dan anjuran Muhammad SAW operasional dalam kehidupan… Banyak jalan yang di redhoi Allah asal jangan merobah yang telah Allah turunkan. Sesungguhnya Alqur’an tetap terpelihara sampai akhir zaman.

  17. Pemerintah semestinya lebih tegas lagi dala mengambil keputusan. jangan sampai keputusan tersebut malah menjadikan kontroversi, LEBIH BAIK AHMADIYAH DIBUBARKAN. Jika AHMADIYAH disuruh menjadi agama baru, tidak semestinya MEREKA nyontek isi Alqur’an ataupun Undang-Undang Islam. Selain Islam tidak ada satupun yang mempunyai NABI.

  18. maka y tugas baru buat para ulama2 besar n hebat indonesia untuk turun kerakyat kecil n di desa2 kasi pejaran yg benar tetang islam n kasi jg pelajaran tetang sejarah hidup nabi2 n rosul.Bagaimana orang2 hebat ini hidup sehari-harinya? jangan hanya mau tampil di tv byran besar isinya komersil aja. semoga kita selalu waspada pada fitnah2 yg lebih dahsat lagi krn semakin mendekati akhirnya dunia.

  19. Saya menyampaikan syukur kepada Allah SWT, dan terima kasih banyak kepada penulis risalah di atas. Inilah salah satu cara yg baik untuk mengatakan ajaran Ahmadiyah menyimpang. Bukan dengan kekerasan, pengrusakan, dan pembunuhan, tetapi dengan tulisan yg dapat mencerahkan tanpa korban harta dan jiwa jauh lebih “islami”, Muslim harus menciptakan kedamaian dan kepastian pemisah antara ajaran Islam sejati dan ajaran yang “islam palsu”, wassalam

Leave a Reply