Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sikap Seorang Muslim Terhadap Ayat dan Hadist Tentang Asma dan Sifat Allah

Didik Suyadi oleh Didik Suyadi
6 Juni 2008
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Sungguh Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwasanya Dia mempunyai ilmu yang sempurna, mengetahui apa yang yang ada pada diri-Nya dan apa yang ada pada selain-Nya, sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala yang artinya: “Katakanlah, apakah kamu lebih mengetahui ataukah Alloh?” (al-Baqoroh: 140). Berita yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala merupakan sebenar-benar berita, yang wajib bagi seorang muslim untuk membenarkannya, Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Alloh.” (an-Nisa’: 87). Kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala menurunkan al-Qur’an ini kepada manusia yang paling mulia Muhammad shollallohualaihi wasallam melalui malaikat yang paling mulia Jibril ‘alaihissalam.

Oleh karena itulah hendaknya sikap seorang muslim ketika mendengar apa yang datang dari Alloh subhanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya yang mulia Muhammad shollallohualaihi wasallam, bersikap tunduk dan pasrah, menerima dengan lapang dada, dan yang demikian itu merupakan sikap orang-orang yang beriman, yaitu apabila datang kepada mereka perintah dari Alloh dan Rosul-Nya mereka mengatakan “kami mendengar dan kami taat”. Maka demikian juga ketika mendengar ayat dan hadits yang berbicara tentan nama dan sifat Alloh subhanahu wa ta’ala sikap kita adalah tunduk dan menerimanya.

Sikap Manusia Ketika Mendengar Ayat dan Hadits Tentang Asma’ dan Sifat Alloh Subhanahu wa Ta’ala

Ada dua golongan manusia ketika mendengar ayat dan hadits asma’ dan sifat, dari kedua golongan tersebut ada golongan yang selamat dan ada golongan yang menyimpang dari kebenaran, dua golongan tersebut adalah:

1. Golongan orang-orang yang mendalam ilmunya.

Sikap mereka ketika mendengar apa yang datang dari Alloh dan Rosul-Nya, tentang asma’ dan sifat adalah dengan menerimanya dan tunduk kepadanya. Karena mereka yakin apa yang datang dari Alloh dan Rosul-Nya merupakan kebenaran, baik hal tersebut sudah bisa diterima akal maupun belum. Mereka berkata: “Semua itu datangnya dari Rabb kami”. Mereka mengembalikan setiap ayat-ayat yang mutasyaabih (samar bagi sebagian orang) kepada ayat-ayat yang muhkam (jelas). Sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala yang artinya: “Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami.'” (ali-Imron: 7)

Karena secara akal, mustahil bagi Alloh subhanahu wa ta’ala menurunkan suatu kitab atau Rosululloh shollallohualaihi wasallam menyampaikan satu perkataan yang ditujukan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, lalu tidak menjelaskan permasalahan yang sangat penting dalam kitab tersebut, sedang kita mengetahui bahwasanya permasalahan yang dianggap kecil oleh manusia yaitu bagaimana adab ketika buang air saja ada penjelasannya apalagi tentang asma’ dan sifat Alloh subhanahu wa ta’ala yang merupakan ilmu yang paling mulia dan paling dibutuhkan oleh seorang hamba hal ini tentunya bertentangan dengan sifat hikmah Alloh subhanahu wa ta’ala. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “(Inilah) kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Alloh) Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.” (Hud: 1)

2. Golongan Ahlu Zaigh.

Yaitu orang-orang yang lebih condong kepada kesesatan. Mereka sukanya mencari ayat-ayat yang mutasyaabih dengan tujuan untuk membuat fitnah di tengah manusia. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat yang mutasyaabih untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Alloh.” (ali-Imron: 7)

Cara mereka ini bertentangan dengan sikap Salafush Sholih, menyelisihi kehendak Alloh dan Rosul-Nya, mengambil sebagian ayat dan meninggalkan sebagian ayat yang lain. Dasar dari semua itu adalah karena mereka lebih menuruti hawa nafsunya daripada kehendak Alloh dan Rosul-Nya. Hanya kepada Alloh kita memohon agar kita tidak termasuk orang-orang yang condong kepada kesesatan.

Rujukan:

  1. Ta’liq Mukhtashor Kitab Lum’atul I’tiqod al Haadi ilaa Sabilili Rosyaad.
  2. Taqriibu Tadmuriyyah, al Qowaa’idul Mutsla, Karya Syaikh Muhammad bin Sholih ‘al Utsaimin.

***

Penulis: Didik Abul Abbas
Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Didik Suyadi

Didik Suyadi

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Perintah Mensucikan Hati dan Keutamaannya

Komentar 11

  1. Dicky Budi Prasetyo says:
    17 tahun yang lalu

    Salah satu hadist Rasullulloh Saw ” Barang siapa yang tidak mengikuti sunnahku maka dia bukan hambaku ” untuk itu kita sebagai hamba Allah Swt dan pengikut rasululloh saw harus istiqomah sehingga kita selamat di dunia dan akherat
    Amin ya robbal ‘Alamin

    Reply
  2. shafikah says:
    16 tahun yang lalu

    Assalaimualaikum…izinkan saya untuk copy ilmiah diatas..salam

    Reply
  3. muhammad chandra says:
    16 tahun yang lalu

    salam bahagia,Subhanalloh semua artikel yg kita baca sangat bermanfaat dan menambah wawasan islam saya,mhn maaf baru kali ini saya kirim komentar,karna saya sedang mencari kebenaran,saya bukan suni atau syiah saya “wa ana minal muslimin”TERUSLAH MENCARI KEBENARAN DAN TIDAK MERASA PALING BENAR,JAZAKALLOH KHAIRON KASHIR.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Muhammad Chandra
      Kita wajib merasa ajaran Islam itu paling benar.
      Jika membahas syi’ah, maka ‘Sunni‘ itu artinya ‘bukan Syiah‘. Jika anda merasa bukan syiah, otomatis anda Sunni. Secara bahasa, Sunni artinya pengikut Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

      Reply
  4. abu muhammad naufal zaki says:
    16 tahun yang lalu

    @ Muhammad Chandra
    Semoga Alloh membimbing kita semua, dan semoga Alloh tunjukkan kepada kita semua akan manhaj ygg lurus dalam memahami agama ini… teruslah belajar… carilah ilmu yg benar-benar sesuai dg yang Nabi ajarkan kepada para sahabat dan para sahabat memahaminya…
    Nabi sangat mencintai sahabatnya sampai2 beliau melaang kerasa orang mencela satupun sahabatnya krn meskipun kalian berinfaq emas sebesar gunung uhud mk tdk akan menyamai infaq mereka satu mud bahkan setengahnya… mk siapa saja yg mencela dan membenci sahabat Nabi maka hakikatnya dia membenci Rosul.. krn orang yg mengaku mencintai seseorang mk tentu dia akan mencintai apa yg dicintai orang yg dicintainya itu…
    Maka Sunni mencintai Nabi dengan mencintai pula kecintaan Nabi yakni Para Sahabat… adapun pembohong adalah mereka yg berteriak teriak menyintai Nabi tetapi membenci bhk menkafirkan kecintaan Nabi yakni para sahabatnya…
    Tidak ada yg terhijab dg pemahaman ini kecuali mereka yg terkena syubhat persatuan meskipun itu mengorbankan aqidah dan syariat Islam.

    Reply
  5. kabul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,
    Saya suka adanya situs ini, maka dari itu saya baca2 artikelnya, namun kok di artikel berjudul “Sikap …. ttg sifat dan asma..dst” menurut hemat saya kok gak nyambung ya.. artinya judulnya adalah “sikap…ttg sifat..dst” dan isinya tidak relevan, misal nukilan (2:140; 4:87 dll) dan seterusnya tidak ada kaitan antara “sikap” dan pemahaman atas “asma atau sifat Allah”
    Mohon maaf…
    Wassalamua’alaikum

    Reply
  6. roni syahroni says:
    16 tahun yang lalu

    Saya kutip satu hadist buat saudara-saudara kami.MAN ‘AMILA ‘AMALAN LAYSA ‘ALAIHI AMRUNAA FAHUWA RADDUN.
    Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak sesuai dengan syariat kami, maka amalnya itu ditolak. ( Hr. Muslim )

    Reply
  7. akmal arier says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu alaikum.jajakallahu khaairan atas tulisan antum yang bermanfaat ini.Tapi kalo bisa usul coba ditulis juga bantahan terhadap pemahaaman mengenai asma’ dan sifat yang beredar ,yaitu tentang pambatasan sifat sifat Allah menjadi “sifat wajib’ dan sifat jaiz”

    Reply
  8. m.yasir says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,
    Allhamdulillah, dengan adanya situs ini banyak sekali manfaat bagi saya untuk mengenal ISlam lebih dalam lg. terimakasih …

    Reply
  9. Tablet android says:
    15 tahun yang lalu

    Bagaimana menyampaikan ini dengan cara yg baik kepada org2 yg menuhankan akal?
    Dikasi dalil pasti nggak mau, ada saran?

    Reply
  10. jundullah says:
    15 tahun yang lalu

    izin Share…. Barakallahu fiikum

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah