Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menggapai Kesempurnaan Iman Dengan Mengenal Rasulullah

Kholid Syamhudi, Lc. oleh Kholid Syamhudi, Lc.
30 April 2013
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Ketahanan iman dan kekokohannya sangat dibutuhkan dalam menghadapi fitnah kehidupan dunia ini. Kesempurnaan iman menjadi satu keharusan dalam mempertahankan kekokohan hati dan kesabarannya. Karena itu upaya mengetahui dan mengamalkan semua sebab yang mengantar kita dalam menyempurnakan iman harus diwujudkan.

Nah diantara sebab-sebab penyempurna iman adalah mengenal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan sejarah hidupnya yang meliputi sifat-sifat mulia dan budi pekerti beliau yang sangat luhur sekali, sebagaimana disifatkan Allah Ta’ala dalam firmanNya:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. al-Qalam:4)

Disamping keluhuran budi pekerti Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga adalah utusan yang Allah Ta’ala angkat untuk menjelaskan kepada manusia cara ibadah pengabdian yang benar. Dengan ibadah yang benar inilah seorang dapat menyempurnakan sifat kemanusiaannya, sebab Allah Ta’ala menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (ibadah) kepada-Ku” (Qs.Adz-Dzariyaat : 56).

Jelaslah ukuran manusai yang sempurna sesuai dengan kesempurnaan peribadahan kepada sang penciptanya.

Kebahagian pun diraih manusia bila tujuan penciptaannya tersebut terwujudkan secara sempurna. Hal ini tidak dapat diwujudkan tanpa mengikuti dan mencontoh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam .

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah menjelaskan hal ini dengan cukup indah dalam ungkapan beliau: “Tidak ada jalan menggapai kebahagian dan kesuksesan didunia dan akherat kecuali ada ditangan para Rasul. Tidak ada juga cara mengenal yang baik dan buruk secara terperinci kecuali dari sisi mereka. Demikian juga tidak dapat diraih keridhaan Allah Ta’ala sama sekali kecuali ditangan mereka. Yang baik dari prilaku, perkataan dan akhlak hanyalah ada pada petunjuk dan ajaran mereka. Merekalah timbangan yang pas untuk menimbang seluruh perkataan dan perbuatan serta akhlak manusia dengan perkataan dan perbuatan serta akhlak mereka. Dengan mengikuti mereka terpisahlah orang yang mendapat petunjuk dengan yang sesat. Kebutuhan mendesak kepada para rasul lebih besar dari pada kebutuhan badan kepada ruhnya dan mata kepada cahayanya serta ruh kepada kehidupannya. Semua kebutuhan yang harus ditunaikan segera maka kebutuhan mendesak kepada para Rasul diatas itu semua” (Zaad al-Ma’ad, 1/79).

Beliau pun menambahkan: “Apabila kebahagian hamba di dunia dan akherat bergantung kepada petunjuk Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, maka wajib pada setiap orang yang ingin kebaikan untuk dirinya dan ingin kesuksesan dan kebahagian untuk mengetahui ajaran, sejarah hidup dan semua urusan Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam yang dapat mengeluarkannya dari lingkungan orang-orang bodoh dan memasukkannya kedalam hitungan pengikut, pendukung dan golongan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam. orang dalam permasalahan ini ada yang mendapatkan sedikit, ada yang banyak dan ada yang tidak mendapatkannya sama sekali” (Zaad al-Ma’ad, 1/70).

Oleh karena itu, semakin kita mempelajari dan merenungkan sifat-sifat nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang disampaikan dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits serta kitab-kitab sejarah nabi (sirah nabawiyyah) semakin banyak juga mendapatkan kebaikan dan kecintaan kepada beliau Shallallahu’alaihi Wasallam serta cinta untuk mengikuti perkataan dan perbuatan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam. secara otomatis akan menumbuhkan keimanan yang bertambah sempurna terhadap Allah yang mengutus beliau dan ajaran keimanan dan islam yang beliau telah sampaikan kepada seluruh manusia.

Dengan demikian mengenal sejarah beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjadi sebab seorang langsung beriman sebagaimana imannya Abu Bakar sahabat beliau Shallallahu’alaihi Wasallam yang paling tahu keadaan beliau sebelum kenabian dan sesudahnya. Juga akan menambah keimana orang yang telah beriman kepada beliau. Oleh karenanya Allah Ta’ala menganjurkan kita untuk merenungkan keadaan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang menjadi faktor pendorong keimanan dalam firmanNya:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras” (Qs. Sabaa` : 46).

Semoga kita semua diberi taufiq untuk mengenal sejarah kehidupan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam agar menjadi hambaNya yang kokoh dan kuat imannya.

Wabillahitatufiq

—

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Kholid Syamhudi, Lc.

Kholid Syamhudi, Lc.

Alumni S1 Jusuran Hadits Universitas Islam Madinah, pembina Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen, pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwwah Sukoharjo, pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
dosa maksiat

Fatwa Ulama: Fenomena Kematian Mendadak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah