Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Saudaraku, Carilah Usaha yang Baik

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
3 Juni 2008
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagiannya Sudah Ditetapkan
  • Fenomena yang Ada
  • Wajib Punya Ilmu
  • Bagaimana Langkah Kita

Bagiannya Sudah Ditetapkan

Urgensi makanan yang halal menuntut adanya usaha yang halal, sebab salah satu cara mendapatkan makanan yang halal adalah dengan sarana usaha yang halal juga. Apalagi di zaman sekarang di mana keimanan semakin tipis dan kebodohan sangat mendominasi kaum muslimin. Bagaimana tidak! Mereka sudah tidak mengenal lagi halal dan haram, bahkan ada yang menyatakan Yang haram saja susah apalagi yang halal. Padahal setiap orang sudah ditetapkan bagian rezekinya dan telah disiapkan Allah seluruhnya. Kita hanya diperintahkan mencarinya dengan cara yang baik dan sesuai koridor syariat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rezeki, karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rezekinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah yang haram.” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah no. 1741)

Jelas sekali perintah mencari usaha yang halal dalam sabda beliau di atas dan hal ini termasuk perkara besar yang sangat ditekankan dan menjadi skala prioritas utama para ulama salaf.

Fenomena yang Ada

Banyak orang menyepelekan permasalahan ini, sampai-sampai tidak pernah peduli apakah yang diusahakannya halal atau haram dan cara mendapatkannya juga halal atau haram? Apalagi di zaman sekarang penipuan, dusta, pemalsuan dan pencurian menjadi salah satu senjata utama memperoleh uang. Kalau sudah demikian adanya, bisakah diharapkan doa kita dikabulkan dan diterima Allah? Kalau sudah tidak diterima lagi doa kita, maka kita kehilangan satu senjata pamungkas menuju kejayaan umat islam, sebab doa adalah senjata kaum mukminin. Lihat berapa banyak kemenangan kaum muslimin di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, salah satu sebab utamanya adalah doa!

Oleh karena itu, jika sebahagian orang heran dan bertanya-tanya, Mengapa kita belum mendapat kemenangan? Mengapa kita memohon kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya agar Ia berkenan melapangkan kesusahan yang menimpa kaum Muslimin, serta menghancurkan orang-orang zhalim, namun tidak terkabulkan? Ia heran, bagaimana dan mengapa?! Kemungkinan jawabannya adalah kelalaian kita dalam mencari makanan yang baik dan usaha kita yang baik. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah taala itu baik,tidak menerima kecuali yang baik,dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para Rasul dalam firman-Nya,

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Muminun: 51)

Dan Ia berfirman,

Hai orang-orang yang beriman,makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. (QS. Al Baqarah: 172)

Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdoa: “Ya Rabb,Ya Rabb, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?! (Dikeluarkan oleh Muslim dalam az-Zakaah no. 1015, at-Tirmidzi dalam Tafsirul Quran no. 2989, Ahmad dalam Baaqi Musnad al-Muktsriin no. 1838, ad-Darimi dalam ar-Riqaaq no. 2717)

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bagaimana kondisi seseorang yang bepergian dalam kondisi kusut masai dan mengangkat kedua tangannya merendahkan diri untuk meminta kepada Allah dikabulkan doanya, namun doanya ditolak karena makanan, pakaian dan minumannya haram. Oleh karena itu seorang ulama besar bernama Yusuf bin Asbath berkata, Telah sampai kepada kami bahwa doa seorang hamba ditahan naik ke langit lantaran buruknya makanan (makanannya tidak halal) (Jaamiul Uluum wa al-Hikam 1/275). Demikian juga sahabat yang mulai Saad bin Abi Waqqash yang terkenal memiliki doa mustajab, ketika ditanya mengenai sebab doanya diterima; beliau berkata, “Aku tidak mengangkat sesuap makanan ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar.” (Jaamiul Uluum wa al-Hikam 1/275).

Wajib Punya Ilmu

Jelas sudah dari uraian diatas, pentingnya makanan dan usaha yang halal, tentu saja hal ini menuntut setiap orang untuk sadar dan mengetahui dengan baik setiap muamalat yang dilakukannya dan mengetahui dengan jelas dan gamblang mana yang haram dan mana yang halal serta yang syubhat (tidak jelas).

Wajib bagi seorang yang akan berusaha dan mencari rizki untuk belajar halal dan haram apa yang akan menjadi usahanya. Oleh karena itu Khalifah Umar bin Khaththab berkata, Janganlah berdagang di pasar kami kecuali orang faqih, [mengerti tentang jual beli], jika tidak maka dia makan riba. (Dinukildari buku Minal Muamalaat fii al-Fiqhil Islami 19). Demikian juga Kholifah Ali bin Abi Tholib pernah berkata, Siapa yang berdagang sebelum mengerti fiqih, maka ia akan tercebur ke dalam riba, kemudian tercebur lagi dan kemudian akan tercebur lagi. artinya terjerumus ke dalamnya dan kebingungan (Dinukil dari buku Minal Muamalaat fii al-Fiqhil Islami 19). Itu pernyataan di zaman mereka yang dipenuhi ilmu, petunjuk dan takwa. Lalu bagaimana dengan zaman kita sekarang ini yang dipenuhi kebodohan, kesesatan dan kemaksiatan?!

Bagaimana Langkah Kita

Tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali kembali mempelajari aturan dan ajaran Islam tentang usaha-usaha yang diperbolehkan dan dilarang dan jenis makanan yang halal dan haram. Tentunya dengan merujuk kepada Al Quran dan Sunnah dan pemahaman para sahabat dan ulama yang mengikuti jalan mereka dengan baik. Selamat belajar!!!!

***

Penulis: Ust. Kholid Syamhudi, Lc.
Sumber: Kumpulan tulisan ust. Kholid Syamhudi, Lc.
Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 2)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
22 Juli 2026
0

Privilege popularitas dan pengaruh Di era digital, popularitas dan pengaruh di media sosial termasuk privilege yang sangat besar. Satu unggahan,...

Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 1)

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
21 Juli 2026
0

Dalam kehidupan ini, tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Ada yang lahir dalam keluarga terpandang, ada yang tumbuh...

Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
16 Juli 2026
0

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada...

Artikel Selanjutnya
ancaman untuk orang yang membuat hadits palsu

Awas Hadits-Hadits Palsu!

Komentar 14

  1. kholisa rosanti says:
    18 tahun yang lalu

    aku hijrah dari kota kecil ke kota gede.
    tp ga tau knp kynya kualitas ibadahku rada menurun
    gmn ya?

    Reply
  2. Ari Wahyudi says:
    18 tahun yang lalu

    Memang kondisi tempat atau lingkungan memiliki pengaruh terhadap manusia. Namun, satu hal yang sering kita lalaikan adalah bahwa Allah yang kita sembah, Allah yang kita cintai kita harap dan kita takuti adalah satu dan Dia Maha Mengetahui apa pun yang kita lakukan dan di mana pun kita berada Dia selalu bersama kita lalu apa yang membuat kita sedih? Ihsan memang berat. Untuk itu dibutuhkan perjuangan. Dan mencari teman-teman yang baik adalah salah satu solusi yang Allah berikan, ‘Wa kuunuu ma’ash shaadiqiin’. Allahul muwaffiq.

    Reply
  3. mia says:
    18 tahun yang lalu

    Bagaimana hukum MLM Syari’ah seperti HPA milih PT. Wahida Indonesia?

    Reply
  4. Sabar says:
    17 tahun yang lalu

    Syukran. Atas artikelnya yg sangat bermanfaat. Smg sukses.Amin

    Reply
  5. muslimin says:
    16 tahun yang lalu

    Syukron, artikelnya. Mohon izin untuk menyebarkannya kepada saudara muslim yang lain.

    Reply
  6. Ahmad Yunus says:
    16 tahun yang lalu

    Terima kasih atas ilmunya, sangat bermanfaat bagi saya.

    Reply
  7. ervi says:
    16 tahun yang lalu

    Assalammualaikum.wr.wb.
    1.Bagaimana hukumnya bila kita berjualan tp hanya dgn katalog saja? jd ketika ada pesanan dr si pembeli, baru kita beli barangnya/kita pesan ke toko.Dgn alasan minim modal dan minim resiko.
    2.bgm hukumnya berjualan kerudung anak yg memiliki bentuk mirip hewan2 (kucing, kupu2,capung, sapi dsb)dan berwarna-warni.dgn alasan agar anak2 rajin dan mau pake kerudung?
    3.bgm hukumnya berjualan mukena dewasa&anak2 yg berwarna warni?

    mohon jawabannya, dikhawatirkan sy berusaha namun tidak berkah bahkan terjerumus kdlm haram.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #ervi
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,
      1. Silakan simak: http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/278/tanya-jawab-hukum-menjual-barang-di-katalog
      2. Gambar makhluk hidup dapat menghalangi malaikat rahmah
      3. Syariat Islam tidak membatasi warna pakaian, selama tidak termasuk tabarrruj.
      Wallahu’alam.

      Reply
  8. budi bambang says:
    16 tahun yang lalu

    terima kasih ats ilmu yang diberikan semoga kmi menjadi orang yang selalu dijalan ALLAH…..yaitu jalan yang diredoiNYA……Amin

    Reply
  9. afrizal says:
    16 tahun yang lalu

    sangat bermanfaat..mohon ijin copas akhi….syukron

    Reply
  10. nyai sekar arum says:
    15 tahun yang lalu

    aku seorang single parent yang berupaya mulai dari mencari nafkah,mendidik,sampai membiayai anakku seorang diri tanpa tergantung pd saudara atau sanak famili.Saat ini aku bekerja pada sebuah perusahaan yang melakukan riba.Astaghfirullah!awalnya karena memang aku sangat membutuhkannya disaat yang benar2 terjepit dan seakan memang inilah rizki yg masih Allah berikan untuk dapat melanjutkan hidup tanpa menyusahkan orang lain.Meski aku dilema tapi aku tak kuasa menolak karena belum ada kesempatan yg lebih baik lagi sampai saat ini.Tapi aku tetap berniat untuk dapat mewujudkan cita2ku yakni menjadi baik karena hasil dari upaya yang baik.Karena keberkahan itulah yang mahal..

    Reply
  11. rudysp says:
    13 tahun yang lalu

    bagaimana hukumnya menerima pemberian orang lain dimana kita sering kali mengetahui bahwa orang tersebut sering mencari rezeki dr perbuatan yang diharamkan?? Mohon bantuan jawabannya, karena selama ini, hal tersebut menjadi ganjalan di hati saya. Pemberian tersebut rutin dg alasan sebagai kompensasi kerja d kantor. Ada kebimbangan bilamana saya menolaknya akan memperburuk hubungan dg pimpinan ataupun rekan kerja yang lain. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      13 tahun yang lalu

      #rudysp
      Simak: http://pengusahamuslim.com/harta-haram-berubah-menjadi-halal

      Reply
  12. aditio says:
    6 tahun yang lalu

    Pak Ustadz, Teman tlg bantu sebarkan herbal yg sy tawarkan ini utk menjaga stamina kesehatan tubuh, yg insya Allah bermanfaat dlm suasana wabah covid-19.
    BursaMuslim : https://bursamuslim.com/vendor_shop/aditioolshop.html
    Shopee: https://shopee.co.id/bisnis.tio
    Tokopedia: https://www.tokopedia.com/gendhiskitty
    Elevenia: https://www.elevenia.co.id/store/aditio-olshop

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah