Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tafsir Ayat Kursi

Anas Burhanudin, Lc., M.A. oleh Anas Burhanudin, Lc., M.A.
3 September 2009
di Al-Qur'an
ayat kursi
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Ayat Kursi
  • Keutamaan Ayat Kursi
  • Tafsir Ayat Kursi
  • Kesimpulan

Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat yang terletak dalam surat Al Baqarah ayat 255,

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Keutamaan Ayat Kursi

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain. Surat yang paling agung adalah surat al-Fatihah, sedangkan ayat yang paling agung adalah ayat kursi, yaitu di surat Al-Baqarah, ayat 255. Yang akan kita pelajari bersama dalam kesempatan ini adalah ayat kursi.

Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Wahai Abul Mundzir (gelar kunyah Ubay), tahukah engkau ayat mana di kitab Allah yang paling agung?”

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Beliau berkata, “Wahai Abul Mundzir, Tahukah engkau ayat mana di kitab Allah yang paling agung?”

Aku pun menjawab,

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Maka beliau memukul dadaku dan berkata, “Demi Allah, selamat atas ilmu (yang diberikan Allah kepadamu) wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata,

“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”

Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,

“Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” (HR. al-Bukhari no. 2187)

Dalam kisah lain yang mirip dengan kisah di atas dan diriwayatkan Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa si jin mengatakan,

مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ

“Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai pagi. Barangsiapa membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi sampai sore.” (HR. ath-Thabrani no. 541, dan al-Albani mengatakan bahwa sanadnya bagus)

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ

“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.” (HR. ath-Thabrani no. 7532, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Disunnahkan membaca ayat ini setiap (1) selesai shalat wajib, (2) pada dzikir pagi dan sore, (3) juga sebelum tidur.

Tafsir Ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

“Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”

Allah adalah nama yang paling agung milik Allah ta’ala. Allah mengawali ayat ini dengan menegaskan kalimat tauhid yang merupakan intisari ajaran Islam dan seluruh syariat sebelumnya. Maknanya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Konsekuensinya tidak boleh memberikan ibadah apapun kepada selain Allah.

Al-Hayyu dan al-Qayyum adalah dua di antara al-Asma’ al-Husna yang Allah miliki. Al-Hayyu artinya Yang hidup dengan sendirinya dan selamanya. Al-Qayyum berarti bahwa semua membutuhkan-Nya dan semua tidak bisa berdiri tanpa Dia. Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengatakan bahwa kedua nama ini menunjukkan seluruh al-Asma’ al-Husna yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa al-Hayyul Qayyum adalah nama yang paling agung. Pendapat ini dan yang sebelumnya adalah yang terkuat dalam masalah apakah nama Allah yang paling agung, dan semua nama ini ada di ayat kursi.

لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ

“Dia Tidak mengantuk dan tidak tidur.”

Maha Suci Allah dari segala kekurangan. Dia selalu menyaksikan dan mengawasi segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi darinya, dan Dia tidak lalai terhadap hamba-hamba-Nya.

Allah mendahulukan penyebutan kantuk, karena biasanya kantuk terjadi sebelum tidur.

Barangkali ada yang mengatakan, “Menafikan kantuk saja sudah cukup sehingga tidak perlu menyebut tidak tidur; karena jika mengantuk saja tidak, apalagi tidur.”

Akan tetapi, Allah menyebut keduanya, karena bisa jadi (1) orang tidur tanpa mengantuk terlebih dahulu, dan (2) orang bisa menahan kantuk, tetapi tidak bisa menahan tidur. Jadi, menafikan kantuk tidak berarti otomatis menafikan tidur.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ

“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”

Semesta alam ini adalah hamba dan kepunyaan Allah, serta di bawah kekuasaan-Nya. Tidak ada yang bisa menjalankan suatu kehendak kecuali dengan kehendak Allah.

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Memberi syafaat maksudnya menjadi perantara bagi orang lain dalam mendatangkan manfaat atau mencegah bahaya. Inti syafaat di sisi Allah adalah doa. Orang yang mengharapkan syafaat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berarti mengharapkan agar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam mendoakannya di sisi Allah. Ada syafaat yang khusus untuk Nabi Muhammad, seperti syafaat untuk dimulainya hisab di akhirat, dan syafaat bagi penghuni surga agar pintu surga dibukakan untuk mereka. Ada yang tidak khusus untuk Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, seperti syafaat bagi orang yang berhak masuk neraka agar tidak dimasukkan ke dalamnya, dan syafaat agar terangkat ke derajat yang lebih tinggi di surga.

Jadi, seorang muslim bisa memberikan syafaat untuk orang tua, anak, saudara atau sahabatnya di akhirat. Akan tetapi, syafaat hanya diberikan kepada orang yang beriman dan meninggal dalam keadaan iman. Disyaratkan dua hal untuk mendapatkannya, yaitu:

Pertama, izin Allah untuk orang yang memberi syafaat.

Kedua, ridha Allah untuk orang yang diberi syafaat.

Oleh karena itu, seseorang tidak boleh meminta syafaat kecuali kepada Allah. Selain berdoa, hendaknya kita mewujudkan syarat mendapat syafaat; dengan meraih ridha Allah. Tentunya dengan menaatiNya menjalankan perintahNya semampu kita, dan meninggalkan semua laranganNya.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

“Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.”

Ini adalah dalil bahwa ilmu Allah meliputi seluruh makhluk, baik yang ada pada masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Allah mengetahui apa yang telah, sedang, dan yang akan terjadi, bahkan hal yang ditakdirkan tidak ada, bagaimana wujudnya seandainya ada. Ilmu Allah sangat sempurna.

وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ

“Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali dengan apa yang dikehendaki-Nya.”

Tidak ada yang mengetahui ilmu Allah, kecuali yang Allah ajarkan. Demikian pula ilmu tentang dzat dan sifat-sifat Allah. Kita tidak punya jalan untuk menetapkan suatu nama atau sifat, kecuali yang Dia kehendaki untuk ditetapkan dalam al-Quran dan al-Hadits.

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menafsirkan kursi dengan berkata,

الكُرْسيُّ مَوْضِعُ قَدَمَيْهِ

“Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah.” (HR. al-Hakim no. 3116, di hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi)

Ahlussunnah menetapkan sifat-sifat seperti ini sebagaimana ditetapkan Allah dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, sesuai dengan kegungan dan kemuliaan Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk.

Ayat ini menunjukkan besarnya kursi Allah dan besarnya Allah. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْع مَعَ الكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْض فَلاَةٍ

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang.” (HR. Ibnu Hibban no.361, dihukumi shahih oleh Ibnu Hajar dan al-Albani)

وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا

“Dan Allah tidak terberati  pemeliharaan keduanya.”

Seorang ibu, tentu merasakan betapa lelahnya mengurus rumah sendirian. Demikian juga seorang kepala desa, camat, bupati, gubernur atau presiden dalam mengurus wilayah yang mereka pimpin. Namun, tidak demikian dengan Allah yang Maha Kuat. Pemeliharaan langit dan bumi beserta isinya sangat ringan bagi-Nya. Segala sesuatu menjadi kerdil dan sederhana di depan Allah.

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Allah memiliki kedudukan yang tinggi, dan dzat-Nya berada di ketinggian, yaitu di atas langit (di atas singgasana). Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya kepada seorang budak perempuan: “Di mana Allah?”

Ia menjawab, “Di langit.”

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya, “Siapa saya?”

Ia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah.”

Maka, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berkata kepada majikannya (majikan budak perempuan tersebut -ed), “Bebaskanlah ia, karena sungguh dia beriman!” (HR. Muslim no. 537)

Jelaslah bahwa keyakinan sebagian orang bahwa Allah ada dimana-mana bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits.

Demikian pula Allah memiliki kedudukan yang agung dan dzatnya juga agung sebagaimana ditunjukkan oleh keagungan kursiNya dalam ayat ini.

Kesimpulan

1) Semua ayat al-Qur’an agung. Adapun ayat yang paling agung adalah ayat kursi.

2) Disunnahkan untuk membaca ayat ini setiap selesai shalat wajib, pada dzikir pagi dan sore, dan sebelum tidur.

3) Penegasan kalimat tauhid.

4) Arti al-Hayyu dan al-Qayyum yang menunjukkan seluruh nama Allah yang lain.

5) Semua bentuk  kekurangan harus dinafikan dari Allah.

6) Arti syafaat dan syarat memperolehnya.

7) Ilmu Allah sangat sempurna.

8) Kita hanya menetapkan untuk Allah nama dan sifat  yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya, tanpa menyerupakannya dengan nama dan sifat makhluk.

9) Arti dan keagungan kursi Allah.

10) Ketinggian dan keagungan Allah dalam dzat dan kedudukan.

11) Kesalahan orang yang mengatakan Allah ada di mana-mana.

12) Penetapan banyak nama dan sifat Allah yang menunjukkan kemuliaan dan kesempurnaan-Nya.

Wallahu a’lam.

Baca juga: Penyimpangan Terhadap Asmaul Husna

***

Penulis: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc., MA

Artikel: Muslim.or.id

Referensi:

  1. Al-Quran dan  Terjemahnya
  2. Tafsir Ibnu Katsir
  3. Fathul Qadir, asy-Syaukani
  4. Taysirul Karimir Rahman, Abdurrahman as-Sa’di
  5. Shahih al-Bukhari
  6. Shahih Muslim
  7. Al-Mu’jam al-Kabir, ath-Thabrani
  8. al-Mustadrak, al-Hakim.
  9. Shahih Ibnu Hibban
  10. Shahih Targhib wa Tarhib, al-Albani
  11. Silsilah Ahadits Shahihah, al-Albani
  12. Fathul Majid, Abdurrahman bin Hasan
  13. Fiqhul Asma’il Husna, Abdurrazzaq al-Badr
  14. Al-Qamus al-Muhith, al-Fairuzabadi

Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi berkata: “…tiada kehidupan untuk hati, tidak ada kesenangan dan ketenangan baginya, kecuali dengan mengenal Rabbnya, Sesembahan dan Penciptanya, dengan Asma’, Sifat dan Af’al (perbuatan)-Nya, dan seiring dengan itu mencintai-Nya lebih dari yang lain, dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya tanpa yang lain…” (Syarah al-Aqidah ath-Thahawiyyah)

Tags: tafsir
ShareTweetPin1
Anas Burhanudin, Lc., M.A.

Anas Burhanudin, Lc., M.A.

alumni S2 Fiqih Universitas Islam Madinah

Artikel Terkait

Tafsir Surah Abasa (Bag. 2): Al-Qur’an adalah Nasihat bagi Jiwa Manusia

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juli 2026
0

Pada penggalan ayat sebelumnya, Allah bercerita tentang Nabi yang bermuka masam ketika konsentrasi beliau dalam mendakwahi pembesar Quraisy “diganggu” oleh...

Tafsir Surah Abasa (Bag. 1): Teguran Lembut Kepada Rasulullah

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
19 Juli 2026
0

Surah Abasa adalah surah Makiyah, di dalamnya terdapat berbagai kabar berkenaan dengan akidah dan risalah Nabi. Pada surah ini juga,...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Artikel Selanjutnya
Pelajaran dari Perang Badar

Pelajaran dari Perang Badar

Komentar 48

  1. DA. SETIAWAN says:
    17 tahun yang lalu

    Terima kasih, Ayat Kursi memang penuh dengan pesan-pesan tauhid yang mampu meningkatkan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

    Reply
  2. ISA says:
    17 tahun yang lalu

    Ustadz ILoveU….

    Reply
  3. Muhammad Ayub says:
    17 tahun yang lalu

    Mari kita amalkan, setiap Ayat Ayat yang telah Allah Ridhakan kepada kita melalui Rasul nya Muhammad SAW.

    Reply
  4. seno says:
    17 tahun yang lalu

    subhanallah..,
    terimakasih ya..,

    Reply
  5. SAM says:
    17 tahun yang lalu

    Subhanallah….Maha Besar Allah, atas segala Firmannya…

    Reply
  6. ummu ahmad says:
    17 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaykum..
    Ana mohon ijin bwt menyebarkan artikel ini di face book,,
    jazaakumulloh khoyron..

    Reply
  7. ade says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Yang patut dilakukan kita sekarang ni adalah bagaimana agar ayat – ayat yang terdapat dalam Al – qur’an kita pahami maknanya bukan saja dilisan hati atau juga di pikiran , tapi alangkah lebih baiknya jika kita melakukan apa yang diperintahkan dan meninggal kan apa yang dilarang… dan adapun jika ayat – ayat itu mempunyai kelebihan maka itu semua datangnya dari Allah SWT.
    tidak ada sesuatu pun yang berada didunia ini yang dapat memberikan faedah kecuali atas izin dari Allah SWT.
    Wassalamualaikum.

    Reply
  8. rita sunaryo says:
    17 tahun yang lalu

    alhamdulillah, satu lagi ilmu menambah perbendaharaan pengetahuan saya.

    Reply
  9. cut hamada bin muh hatta says:
    17 tahun yang lalu

    saya sangat berterima kasih atas artikel ini. pembahasannya sangat menarik. memang ayat kursi merupakan salah satu ayat al-quran yang memberikan kita banyak ilmu.sy di aceh akan menyampaikan informasi ini kepada teman teman yang lain. syukran

    Reply
  10. abu lail says:
    17 tahun yang lalu

    mudah-mudahan kita ditambahkan ilmu dg pemahaman yang benar terhadap firman Allah azzawajalla yang agung.. termasuk mengamalkannya seperti ayat kursi ini..

    Reply
  11. Nono says:
    17 tahun yang lalu

    Betul saudaraku Iman, ilmu, ibadah dan istiqomah itu pesan guru saya maka ayat kursi ini menjadi salah satu penambahan perbendaharaan ilmu kita untuk bisa melakukan ibadah mahdhoh ataupun ghoirumaghdhoh. Mari kita satukan langkah untuk kesuksessan kita bersama dunia akhirat. Perbedaan itu rohmat.

    Reply
  12. andrie says:
    17 tahun yang lalu

    ilmu pengetahuan sy jd bertambah karna ada y pengkajian ayat kursiayat kursi memang benar2 dasyat..luar biasa ke hebatan y

    Reply
  13. Kacong says:
    17 tahun yang lalu

    Semoga tulisan di atas bisa berfanfaat bagi kita semoa,amen yarobbal alamen.

    Reply
  14. rita setiawati says:
    17 tahun yang lalu

    subhanaLLah sungguh ALLAH maha agung,artikel ini membuat orang menangis krn keagungaNya,sungguh manusia tdk berhak sombong,krn lemahnya diri,Allahu Akbar

    Reply
  15. taufik ramaedan says:
    17 tahun yang lalu

    menurut komentar taufik ramadan adalah bagus,karena banyak menggunakan dalil-dalil al-qur’an tapi alangkah lebih bagusnya lagi ditambah dengan dalil yang ada dalam hadis nabi saw.

    Reply
  16. Ira says:
    17 tahun yang lalu

    Allah maha agung.Semua apa dari-Nya adalah agung.Allahlah cinta sejati manusia.Maha Besar Allah

    Reply
  17. Dedy Yuliadi says:
    17 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaikum..
    Saya mohon izin juga untuk menyebarkan artikel ini di facebook.
    jazakallaah..

    Reply
  18. Dazuke says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Artikelnya sangat bagus, dan saya minta izin untuk menyebarkan artikel ini di facebook.
    Trmksh.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

    Reply
  19. Abu zia al-Haq says:
    17 tahun yang lalu

    terima kasih insya Allah ilmu yang bermanfaat

    Reply
  20. cinta says:
    16 tahun yang lalu

    Maha Suci sifat Allah dari persamaan terhadap makhlukNya.

    Reply
  21. maksum says:
    16 tahun yang lalu

    allhamdulillah makasih banyak. kalo ada orang yang kesurupan apa bisa dibacain ayat kursi ya?

    Reply
    • Muslim.Or.Id says:
      16 tahun yang lalu

      @ Maksum: Iya seperti itu ada tuntunannya.

      Reply
  22. Dazuke says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.. Wr Wb.
    Ustadz sy minta petunjuk tuntunan cr untk mehilangkan org yg sedang kerasukan jin/setan dgn cr membaca ayat kursi.
    Di tunggu tuntunannya.
    Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

    Reply
  23. BUDY says:
    16 tahun yang lalu

    trimakasih,,,tentang kecintaan utama al-awalun,semoga juga menghantarkan
    saya pada harapan-harapan saya oleh-NYA dari-NYA kepada-NYA untuk-NYA pada harapan-NYA & rasul sehingga harapan saya dsbnya menjadi
    sebagian-sebagian bentuk kecil & besar dengan nyata sampe al-akhirun

    Reply
  24. ajiz says:
    16 tahun yang lalu

    amin

    Reply
  25. Giri says:
    16 tahun yang lalu

    Shubhanallah, smoga qt menjadi hamba2Nya yg senantiasa Mempelajari Alqur’an dan Mengamalkannya,,, amin

    Reply
  26. Abu Thariq Al-Bani says:
    16 tahun yang lalu

    jazakallahu khairan katsira ustadz,smoga Alloh SWT .menambah pengetahuan kpd ust.dan ana bs mendapatkan ilmu lg dr ustdz.

    Reply
  27. ewin sii erwin says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah,,,,smoga qt smw bsa mnjadi hamba Allah SWT. yg bertakwa,,,ada gk artikel tentang bagaimana menghadapi kehidupan remaja yg pnuh dgn tantangannn?klo ada mohon d’postkan,,,

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #erwin
      Khusus mengenai remaja silakan simak di web http://remajaislam.com/

      Reply
  28. khfidl khfidi says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.
    pak, sy ijin share ya. jazakallohu khoiro.
    wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

    Reply
  29. sari nuri says:
    16 tahun yang lalu

    ilmu mang harus di bagi maka akan semakin bertambah, aku sangat suka ini semoga masih banyak yang bisa ku tau dan ku baca dari sini makasih buat ilmunya

    Reply
  30. restu says:
    16 tahun yang lalu

    subhanallah maha benar Allah atas segala firman Nya,, Emoga umat muslim jadi lebih mendalami ke imananya..

    Reply
  31. tafsir-albarru says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdulillanh ustadz.. benar-benar mencerahkan..

    Reply
  32. dimaz says:
    15 tahun yang lalu

    assalamu’alakum werohmatulloh weberokatuh pak ustad kenapa dunia ini semakin terpuruk apakah karna ulah manusia nya apakah karna dunia ini semkin tua n lapuk

    Reply
  33. R.Sukoco Dn says:
    15 tahun yang lalu

    Assalumu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Pak ustd, kalau baca surat yasin alhamdulillah saya selalu melakukan, tetapi membacanya apa perlu dengan rasa ikhlas dan benar?….pengalaman saya selama ini kok masih belum manjur juga, masih banyak godaan nya….mohon pak ustd beri kami petunjuk cara yang benar membacanya surat Yasin maupun yang lainnya
    Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    Reply
  34. hayy says:
    15 tahun yang lalu

    saya minta izin share,terima kasih*

    Reply
  35. phoenix says:
    15 tahun yang lalu

    salam..
    izinkan saya share di ruangan blog saya..
    terimakasih..

    Reply
  36. macrobee says:
    15 tahun yang lalu

    allahuakbar .. allahuakbar :)

    Reply
  37. ADE WAWAN says:
    15 tahun yang lalu

    ass…syukron ka pangersa Ust … kaleresan nju peryogi tntang penjelsan ayat kursi ayat yang paling agung. jazakallohu khoirol jaza …. wass

    Reply
  38. ROJALI ABDULLAH says:
    14 tahun yang lalu

    SUHAANALLAH WALHAMDULILLAH WALA ILAHA ILLALLAH HUWALLAHU AKBAR, WALAHAULA WALAQUWWATA ILLABILLAHIL ALIYYIL ADZIM

    Reply
  39. Kaka says:
    14 tahun yang lalu

    Assallamuallaikum wr wb, ijin kopas ya Ustadz, syukron

    Reply
  40. jarir amrun says:
    14 tahun yang lalu

    Usaha penafsiran ayat sperti ini yang diperlukan, agar keimanan kita semakin bertambah, dan kehidupan pun damai . semoga yang mengepostingnya mendapat rahmat dari Allah.

    Reply
  41. RudySafri says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum pak ustad,
    Mohon ijin di copas buat pribadi dan teman teman di pabrik
    jazakallah khoir

    Reply
  42. wastra sofia says:
    13 tahun yang lalu

    Alhamdulillah aku mendapat tambahan ilmu dari web ini, terima kasih yg telah meng-uploadnya, mudah-mudahan Allah SWT memberi rahmat kepada orang yg telah memposting dan orang yg telah membacanya, amiiin. (Gabuswetan Im).

    Reply
  43. davanfuzavarazta says:
    12 tahun yang lalu

    Ustadz ana masih bingung, apa maksud hadits ini “Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.”

    Apakah maksudnya kematian orang tersebut menyebabkannya masuk Surga?

    Syukron jazakumullah khairon

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Maksudnya: ia dijamin masuk surga jk merutinkan amalan semacam itu.

      Reply
      • davanfuzavarazta says:
        12 tahun yang lalu

        Jazakallah khair ustadz, syukron.

        Reply
  44. Yudo says:
    3 tahun yang lalu

    Jazakumullahu khoiron wa barakallahu fik..

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah