Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Dzikir-Dzikir di Bulan Ramadhan

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
13 Agustus 2010
di Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dzikir Ketika Melihat Hilal
  • Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu (Diusilin) Orang Lain
  • Do’a Ketika Berbuka
  • Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum
  • Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain
  • Do’a Setelah Shalat Witir
  • Do’a di Malam Lailatul Qadar

Dzikir Ketika Melihat Hilal

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca,

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

‘Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah.’

“Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad-Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan  bahwa hadits ini hasan karena memiliki penguat dari hadits lainnya)

Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu (Diusilin) Orang Lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

An-Nawawi mengatakan, “Termasuk yang dianjurkan adalah jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, maka katakanlah “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]”, sebanyak dua kali atau lebih. (Al Adzkar, 183)

Do’a Ketika Berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

‘Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah’

“Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Adapun mengenai do’a berbuka yang biasa tersebar di tengah-tengah kaum muslimin: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu….”, perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy)

Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

‘Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii.’

“Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim no. 2055)

Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

‘Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah’

“Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a Setelah Shalat Witir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun” (surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus”, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

‘Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik’

“Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam– sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Ramadhan-17: Shalat Dengan Membaca Mushaf

Komentar 44

  1. Abul Hasan says:
    17 tahun yang lalu

    Afwan, ada yang berbeda antara teks Arab dengan latin.
    – Untuk “Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum”, yang bener “saqoonii” atau “asqoonii”?
    – Untuk “Do’a di Malam Lailatul Qadar”, yang bener pakai “kariim” atau tidak?
    Jazakumullahu khayra.

    Reply
  2. Abu Al-Jauzaa' says:
    17 tahun yang lalu

    Untuk doa malam Lailatul-Qadar, maka tambahan “kariim” adalah tambahan yang tidak ada asalnya dalam manuskrip.

    Selengkapnya :

    قال الشيخ الألباني في السلسلة الصحيحة عند حديث رقم 3337:

    تنبيه : وقع في سنن الترمذي بعد قوله : ( عفو ) زيادة ( كريم ) ! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة ، ولا في غيرها ممن نقل عنها ، فالظاهر أنها مدرجة من بعض الناسخين أو الطابعين ، فإنها لم ترد في الطبعة الهندية من سنن الترمذي التي عليها شرح ( تحفة الأحوذي ) للمباركفوري ( 4 / 264 ) ولا في غيرها ، وإن مما يؤكد ذلك أن النسائي في بعض روا يته أخرجه من الطريق التي أخرجها الترمذي ، كلاهما عن شيخهما ( قتيبة بن سعيد ) بإسناده دون الزيادة .انتهى كلامه رحمه الله

    Reply
  3. abu harits says:
    17 tahun yang lalu

    jazakallahukhoir wabarakallahufik
    sangat membantu ana dan teman2 kerja ustadz.

    Reply
  4. reiski says:
    17 tahun yang lalu

    Setuju !!! marilah beramal sesuai sunnah.banyak hari ini muslim tidak mengerti dengan amalan-amalan yang benar

    Reply
  5. irwansyah says:
    17 tahun yang lalu

    alhamdulillah bertambah ilmu, setelah membaca artikel ini. Semoga kita semua mendapat keberkahan dr Alloh SWT. dkesempatan yg baik ini saya ingin bertanya mengenai adanya pembagian bulan ramadhan menjadi tiga yakni sepuluh hari pertama adalah rahmat, kedua ampunan dan yg ketiga adalah pembebasan dr api neraka. sehingga ada amalan yg dlakukan dsetiap bagian itu. dan ini umum dketahui dan d amalkan dmasyarakat kami kalimantan selatan.

    Reply
  6. awang says:
    17 tahun yang lalu

    di akhir witirnya maksudnya tadz? dalam sholat atau luar sholat?

    Reply
  7. Abu hilmy says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillah sangat membantu,apalagi bagi teman teman yg belum tahu tentang doa yang shahih.Sukron

    Reply
  8. asrul hoesein says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu Alaikum…. Terima kasih atas pencerahan diatas, selamat berpuasa, semoga qta dapat melaksanakan amalan lainnya selain puasa di bulan yang penuh barokah ini…Amin

    Reply
  9. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Berikut beberapa jawaban kami untuk pertanyaan-pertanyaan di atas dari para pembaca sekalian.

    Pertama, untuk Abul Hasan
    Jazakumullah khoiron. Terima kasih telah diingatkan. Memang tulisan arab di atas keliru. Karena seharusnya kami copy dari riwayat lain. Dalam riwayat lain tertulis demikian,
    اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي
    Allahumma ath’im man ath’amaniy wasqi man saqooni.
    Tetapi juga boleh menggunakan lafazh sebagaimana dalam riwayat muslim: Allahumma ath’im man ath’amaniy wa asqi man asqooni

    Terima kasih telah diingatkan. Semoga Allah membalas amalan antum.

    Begitu pula do’a malam Lailatul Qadr, dalam riwayat lain ada pula kata “karim” sebagaimana disebutkan dalam riwayat tirmidzi. Namun tambahan kata “karim” tersebut tidak ada asal usulnya dalam manuskrip. Sebagaimana hal ini adalah koreksian Syaikh Al Albani dari pendapatnya terdahulu yang menshohihkan tambahan tadi. Namun yang tepat tambahan karim itu tidak ada . Lihat Taroju’aat Syaikh Al Albani no. 25.
    Ini sekaligus ralat untuk lafazh Arab doa malam Lailatul Qadar di atas yang keliru. Yang tepat adalah lafazh latinnya. Semoga Allah memaafkan kealpaan kami. Jazakumullah khoiron Yaa Abal Hasan wa Abal Jauza’
    Berikut perkataan Syaikh Al Albani:
    25- عن عائشة قالت : يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو [كريم] تحب العفو فاعف عني. الترمذي (3513). قال الشيخ في الصحيحة (7/1011-1012): (( تنبيه: وقع في سنن الترمذي بعد قوله: (عفو)، زيادة (كريم)! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة….)).

    Kedua, untuk Akhi Awang
    Doa setelah witir dibaca setelah salam.

    Demikian jawaban kami. Mohon maaf atas segala kealpaan kami.

    Akhukum Fillah, Muhammad Abduh Tuasikal

    Reply
  10. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Berikut beberapa jawaban kami untuk pertanyaan-pertanyaan di atas dari para pembaca sekalian.

    Pertama, untuk Abul Hasan
    Jazakumullah khoiron. Terima kasih telah diingatkan. Memang tulisan arab di atas keliru. Karena seharusnya kami copy dari riwayat lain. Dalam riwayat lain tertulis demikian,
    اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي
    Allahumma ath’im man ath’amaniy wasqi man saqooni.
    Tetapi juga boleh menggunakan lafazh sebagaimana dalam riwayat muslim: Allahumma ath’im man ath’amaniy wa asqi man asqooni

    Terima kasih telah diingatkan. Semoga Allah membalas amalan antum.

    Begitu pula do’a malam Lailatul Qadr, dalam riwayat lain ada pula kata “karim” sebagaimana disebutkan dalam riwayat tirmidzi. Namun tambahan kata “karim” tersebut tidak ada asal usulnya dalam manuskrip. Sebagaimana hal ini adalah koreksian Syaikh Al Albani dari pendapatnya terdahulu yang menshohihkan tambahan tadi. Namun yang tepat tambahan karim itu tidak ada . Lihat Taroju’aat Syaikh Al Albani no. 25.
    Ini sekaligus ralat untuk lafazh Arab doa malam Lailatul Qadar di atas yang keliru. Yang tepat adalah lafazh latinnya. Semoga Allah memaafkan kealpaan kami. Jazakumullah khoiron Yaa Abal Hasan wa Abal Jauza’
    Berikut perkataan Syaikh Al Albani:
    25- عن عائشة قالت : يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو [كريم] تحب العفو فاعف عني. الترمذي (3513). قال الشيخ في الصحيحة (7/1011-1012): (( تنبيه: وقع في سنن الترمذي بعد قوله: (عفو)، زيادة (كريم)! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة….)).

    Kedua, untuk Akhi Awang
    Doa setelah dibaca setelah salam.

    Demikian jawaban kami. Mohon maaf atas segala kealpaan kami.

    Reply
  11. Taufiq Hidayah says:
    17 tahun yang lalu

    Afwan Akhi,..mengenai do’a setelah witir,..:bagaimana dengan redaksi yang ditambah dengan kalimat…walakal khamdulakal tardho,..mohon penjelasan apakah itu “dha’if”???

    Reply
  12. Ahmad Al jawi says:
    17 tahun yang lalu

    terima kasih atas artikelx.
    mari beramal sesusai sunnah agr amalan qt tdk sia2.

    Reply
  13. Tengku Nauf says:
    17 tahun yang lalu

    Jazakumullah khoiron…Terima kasih telah berbagi ilmu.

    Reply
  14. yusuf firdaus says:
    17 tahun yang lalu

    sukron,,,

    Reply
  15. azizi says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdullillah….ya Ramadhan…

    Reply
  16. ita says:
    16 tahun yang lalu

    Penting lho untuk Ramadhan

    Reply
  17. ita says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum wr wb
    Sekedar mengingatkan kembali jelang ramadhan

    Reply
  18. Ihwan says:
    16 tahun yang lalu

    Untuk doa malam lailatul Qodar di atas, memang sudah tidak ada kalimat “kariim” nya, tapi di makna nya masih ada kalimat maha Mulia.
    “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia”

    Reply
  19. Syukri says:
    16 tahun yang lalu

    Terima Kasih….

    Reply
  20. jarel says:
    16 tahun yang lalu

    Bismillah

    untuk doa setelah witir,..

    …..اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ

    Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka….

    tulisan arab sm latinnya beda,.yg benar yg mana??

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #jarel
      Yang benar arabnya. Jazaakallah atas koreksinya.

      Reply
  21. Fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    MOhon izin untuk menyebarluaskannya.

    Reply
  22. ISLAM SUNNAH says:
    16 tahun yang lalu

    Jazakumulloh katsir.

    Reply
  23. yazid bunyamin wasul says:
    16 tahun yang lalu

    ijin copy,

    Reply
  24. yazid bunyamin wasul says:
    16 tahun yang lalu

    do’a diantara solat tarawih itu ada?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #yazid bunyamin
      Tidak ada doa khusus

      Reply
  25. abudini says:
    16 tahun yang lalu

    SubhanALLAH………izin copas ustadz,syukron

    Reply
  26. Abu Dzaki says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    Tanya Ustadz : Untuk do’a bagi orang yang diberikan makanan berbuka namun di masjid, mana do’a yang lebih afdhol dibaca? Apakah أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ ataukah أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ. Jazakumullah atas jawabannya.

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Abu Dzaki
      Wa’alaikumus salam.
      Pakai do’a “Allahumma ath’im man ….”
      Kalau do’a “Afthoro ‘indakum …” ini ketika bertamu di rumah orang lain.

      Reply
  27. ernawatyidris says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share di fb ustads

    Reply
  28. Mull says:
    16 tahun yang lalu

    Assalammualaikum warrahmatullah….

    Izin copy paste n disebarkan…

    Reply
  29. fiqri says:
    16 tahun yang lalu

    ijin beljar baca ..

    Reply
  30. hendra setiawan says:
    16 tahun yang lalu

    apakah do’a berbuka dengan lafadz “Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.. dibaca setelah berbuka (karena lafadz “dzahabazh..” merupakan fi’il madhi) ?? lalu sebelum berbuka apakah kita cukup membaca bismillah saja.. ??
    jazakallah khoir

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #hendra setiawan
      Karena dalam hadits menggunakan lafadz ‘idza afthara‘ (ketika berbuka), maka dapat dibaca ketika waktu yang masih dianggap sedang berbuka puasa. Jadi bisa saja sebelum makan/minum pertama, atau setelahnya atau disela-sela makan/minum selama masih dianggap sedang berbuka puasa. Adapun sebelum makan tentu saja tetap membaca basmalah. Wallahu’alam.

      Reply
  31. akh muhyi says:
    16 tahun yang lalu

    bismillah,izin copy paste
    barokallhfik

    Reply
  32. alfinnur says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum

    maaf, saya mau tanya, apakah do’a berbuka puasa di atas dibaca setelah qta membatalkan puasa atau sebelum berbuka?
    selama ini saya berbuka dengan membaca do,a “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu….” apakah sah puasa saya?
    alhamdulillah saya baru dapat pembenaran setelah baca web ini.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #alfinnur
      Wa’alaikumussalam.
      – Bisa dibaca setelah atau sebelum membatalkan puasa, selama masih dalam waktu yang dianggap sedang berbuka puasa.
      – Puasa anda tetap sah, karena doa ini tidak ada sangkut-pautnya dengan rukun atau pembatal puasa.

      Reply
  33. Abu Yusuf says:
    16 tahun yang lalu

    ijin copast ustadz…
    Barokallahu fiikum…

    Reply
  34. ruby says:
    15 tahun yang lalu

    makasih infonya

    Reply
  35. abu Ibrohim says:
    15 tahun yang lalu

    ijin meng kopi ….
    jazakallohu …

    Reply
  36. Noer Rahman says:
    14 tahun yang lalu

    Alhamdulilah.. sangat membantu sekali artikel anta. Syukron.

    Reply
  37. ida susanti says:
    14 tahun yang lalu

    Jazzakallohu ,mohon share ya

    Reply
  38. Yanuardi Hidayat says:
    14 tahun yang lalu

    Ustadz, untuk do’a di malam lailatul qadar, اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى,
    Apakah boleh dibaca ketika sedang sujud di saat shalat malam?

    Barakallahu fiikum.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Yanuardi Hidayat
      Boleh saja asalkan tidak berkeyakinan memiliki keutamaan khusus pada waktu itu

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah