Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Masuk Surga Tanpa Hisab

Abu Yazid Nurdin oleh Abu Yazid Nurdin
29 Mei 2008
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Sempurnakan Tauhid !
  • Mencontoh Para Nabi Dalam Bertauhid
  • Patuh Terhadap Perintah Alloh
  • Keluar dari Kegelapan Syirik Menuju Cahaya Tauhid
  • Tawakkal Kepada Alloh, Itu Kuncinya

Orang yang masuk surga ada 3 macam, yaitu: Langsung masuk surga tanpa hisab (dihitung kebaikan dan keburukannya), masuk surga setelah dihisab, dan masuk surga setelah diadzab terlebih dahulu di neraka. Tentunya semua orang akan mengidam-idamkan masuk surga tanpa harus masuk neraka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin ini adalah pertanyaan yang terlintas di benak setiap orang secara spontan begitu membaca judul ini.

Sempurnakan Tauhid !

Agar masuk surga tanpa hisab, syarat yang harus dipenuhi adalah membersihkan tauhid dari noda-noda syirik, bid’ah, dan maksiat. Alloh berfirman, “Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Alloh dan hanif (lurus). Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Rabb).” (An Nahl: 120). Dalam ayat ini, Alloh memuji nabi Ibrohim dengan menyebutkan empat sifat, yang apabila keempat sifat ini ada pada diri seorang insan, maka ia berhak mendapatkan balasan yang tertinggi, yaitu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.

Mencontoh Para Nabi Dalam Bertauhid

Di dalam Al Qur’an Alloh memberikan uswah (teladan) kepada kita pada dua sosok manusia yaitu Nabi Ibrohim dan Nabi Muhammad ‘alaihimashsholaatu was salaam. Alloh berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja’.” (Al Mumtahanah: 4)

Perhatikanlah, Ibrohim ‘alaihis salam menjadi teladan dengan memurnikan tauhid dengan cara berlepas diri dari kesyirikan. Dalam ayat selanjutnya, Alloh berfirman, “Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrohim dan umatnya) ada teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Alloh dan (keselamatan pada) hari kemudian.” (QS. Al Mumtahanah: 6). Tidak diragukan lagi, balasan yang paling besar dan keselamatan yang dimaksud adalah masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Itulah keselamatan yang hakiki yang dinanti oleh setiap jiwa yang pasti akan merasakan mati.

Alloh juga berfirman tentang Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21). Nabi Muhammad adalah orang yang paling paham tentang tauhid, maka orang yang hendak mempraktekkan tauhid dalam dirinya harus mencontoh ajaran beliau. Ya Alloh, masukkanlah kami dalam golongan orang yang mengharap rahmat-Mu dan banyak menyebut-Mu.

Patuh Terhadap Perintah Alloh

Nabi Ibrohim adalah seorang yang sangat patuh kepada Alloh, teguh dalam ketaatannya dan senantiasa berada dalam ketundukannya, apapun keadaannya. Buktinya ketika beliau diuji dengan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, beliau pun tetap patuh melaksanakannya (Qoulul Mufid karya Syaikh Al Utsaimin). Begitu juga keturunannya, pemimpin para Nabi, Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, hamba Alloh yang paling taat. Alloh berfirman, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?” (Az Zumar: 9)

Keluar dari Kegelapan Syirik Menuju Cahaya Tauhid

Ibnul Qoyyim mengatakan, “Hanif adalah menujukan ibadah hanya kepada Alloh (tauhid) dan berpaling dari peribadatan kepada selain-Nya (syirik).” (Fathul Majid). Inilah sifat orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yakni betul-betul menjaga kemurnian tauhidnya dengan berpaling sejauh-jauhnya dari kesyirikan dengan segala macam pernak-perniknya. Mujahid berkata, “Nabi Ibrohim adalah seorang imam walaupun beliau beriman seorang diri di tengah kaumnya yang kafir.” (Tafsir Ibnu Katsir, An Nahl: 120). Maksudnya beliau adalah sosok yang selamat dari kesyirikan baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan.” (Al Jadid karya syaikh Al Qor’awi). Maka untuk memurnikan tauhid, kita harus berpaling dari syirik dan pelakunya.

Tawakkal Kepada Alloh, Itu Kuncinya

Mari kita simak sabda Nabi yang paling kita cintai dan sangat mencintai umatnya, Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tentang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Beliau bersabda, “Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Alloh.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakal kepada Alloh.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.'” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Di antara pelajaran paling berharga yang bisa dipetik dari hadits ini adalah bahwa tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan cara disundut dengan besi panas (kayy), dan tidak menganggap akan mengalami kesialan setelah mendengar atau melihat sesuatu (tathoyyur) merupakan wujud dan realisasi dari tawakkal kepada Alloh. Karena itulah Rosululloh menganjurkan kepada umatnya agar tidak melakukan ketiga hal tersebut, karena pengaruh ruqyah dan kayy yang sangat kuat sehingga dikhawatirkan seorang hamba menggantungkan harapan kesembuhannya kepada cara pengobatan tersebut dan bukannya bersandar kepada Alloh. Khusus untuk tathoyyur maka hukumnya tidak diperbolehkan. Kesimpulannya, keadaan orang yang akan masuk surga sangat tergantung dari kadar tawakkal setiap orang, semakin tinggi tingkat tawakkalnya semakin tinggi pula tingkat kesempurnaan tauhidnya. Allohlah tempat kita bersandar dan menyerahkan urusan. Wallohu a’lam.

(Disarikan dari kajian Kitab Tauhid bersama Al Ustadz Abu Isa -hafizhohullah-)

***

Penulis: Nurdin Abu Yazid
Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
Abu Yazid Nurdin

Abu Yazid Nurdin

Alumnus dan mantan pengajar Ma'had Al Ilmy Yogyakarta, pernah bermulazamah dengan Syaikh Abdul Karim bin Sa'ad Asy Syawway di Riyadh, alumnus Fakultas Syari'ah Univ. Islam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, staf pengajar PP Tunas Ilmu, Purbalingga, pimpinan PP An Naba', Kalibagor, Banyumas

Artikel Terkait

Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
2 Juni 2026
0

Kurban mengajarkan tauhid dan keikhlasan karena Allah Para ulama salaf terdahulu mempelajari niat sebelum beramal sebagaimana seseorang mempelajari hakikat amal...

Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
1 Juni 2026
0

Di antara syariat agung dalam Islam adalah ibadah yang dilaksanakan pada waktu tertentu sebagai bentuk ketundukan kepada Allah Subhanahu wa...

Saat Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Hati Kita Bergantung?

oleh Fauzan Hidayat
8 Mei 2026
0

Beberapa waktu terakhir, sebagian wilayah Sumatera dilanda musibah banjir. Rumah-rumah terendam, harta benda hanyut, ladang rusak, kendaraan tak tersisa, bahkan...

Artikel Selanjutnya

Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Komentar 52

  1. Laila says:
    17 tahun yang lalu

    Saya masih belum mengerti tentang tidak bolehnya seorang meminta ruqyah. apakah ada fatwa ulama khibar mengenai seseorang yang meminta ruqyah sementara dia mengetahui dirinya bukanlah seseorang yang bagus tajwidnya, bukan pula seseorang yang tinggi iman dan taqwanya. mohon penjelasannya. Jazakumullahu khairan

    Balas
  2. Dicky Budi Prasetyo says:
    17 tahun yang lalu

    Assalammu’alaikum wr.wb
    Surganya Allah memang ada 7 tingkatan dan yang paling tinggi adalah surga Firdaus dan apakah kita sebagai umat Islam di zaman sekarang masih bisa masuk surga tanpa hisab karena kita banyak berbohong/dusta,manipulasi,mengadu domba,syirik,bid’ah dll masih mengharap ridho Allah untuk masuk Syurga ??
    Alangkah naifnya karena hanya orang-orang yang mempunyai iman dan taqwa serta golongan tertentu saja termasuk para Nabi,Rasul,Aulia,Syuhada.

    Wassalammu’alaikum wr.wb.

    Balas
  3. BASTIAN says:
    17 tahun yang lalu

    apakah ciri ciri yang bisa dilihat dari seseorang yg masuk surga tanpa hisab? jazakullohu khoir

    Balas
  4. Ega Vebriasandi says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillahi robbil alamin, jika kita termasuk orang – orang yang seperti itu, kita akan hidup bahagia didunia maupun diakherat tanpa hisab. Smoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amien….!!!

    Balas
  5. hengky says:
    17 tahun yang lalu

    bagus ak senang membacanya ak jd mempunyai keinginan mendekati perintah alloh swt dan menjauhi larangnya..

    Balas
  6. ADEL says:
    17 tahun yang lalu

    HISAB BAGI SEMUA ORANG PASTI ADA. TAPI INGAT, SEMUA ORANG PUNYA DOSA YANG TIDAK DI SENGAJA.

    Balas
  7. ILHAM says:
    17 tahun yang lalu

    ALHAMDULILAH BLOG INI SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA,SEMOGA ORANG YANG MEMBUAT BLOG & PEMBACANYA BISA DIBERIKAN PAHALA YANG SETIMPAL DARI ALLAH SWT.
    ^_^ WAH SY SENENG BGT BS NEMUIN BLOG ISLAMI SEPERTI INI

    Balas
  8. neena ummu musa says:
    17 tahun yang lalu

    @ dicky: kenapa antum mengatakan ”pada zaman sekarang KITA banyak berbohong, manipulasi….” ? justru yang dibahas di sini adalah jika kita mau masuk surga tanpa hisab harus meninggalkan hal2 yang dimurkai Allah Ta’ala. orang2 yang masih bermaksiat sampai mati tanpa bertaubat apalagi berbuat syirik tidak mungkin masuk surga tanpa hisab. kecuali Allah berkehendak lain (tapi tidak untuk orang musyrik). dan kata kita seharusnya tidak antum gunakan karena tidak semua orang, apalagi yang sudah memahami agama ‘ala fahmi salaf, seperti yang antum bilang, sejelek itu. memang tidak mungkin tidak, manusia pasti melakukan kesalahan dan dosa, tapi bukankah sebaik2 orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat kepada Rabbnya?

    Balas
  9. neena ummu musa says:
    17 tahun yang lalu

    @ dicky & adel: apakah antum lupa bahwa semua keputusan terserah Allah Ta’ala, apakah Allah mau menghisab seorang hamba atau langsung memaafkan dan memasukkannya ke dalam surga. wallahu ‘ala kulli syain qadir
    @ laila: bukankah sudah jelas sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ana pernah dengar dari ustadz badru atau ustadz yazid hafidzohullah bahwa berdasarkan hadits tersebut hukum meminta ruqyah menjadi makruh, bukan haram.

    Balas
  10. Ricky says:
    17 tahun yang lalu

    Semoga kita termasuk orang2 yg mendapat syafaatNya di hari Kiamat nanti..amin…

    Balas
  11. Rudhie says:
    17 tahun yang lalu

    surga dibawah telapak kaki ibu,,,,apakah dengan perkataan ini seorang ibu bisa menjadi penghuni surga,,lalu surga tingkatan yg keberapa?
    kenapa kebanyakan penghuni neraka dari kaum wanita daripada pria?
    doa apa yang bisa qobul untuk masuk surga?
    saya harap bisa menerangkan/menjabarkan kajian tentang indahnya surga,,,seperti adanya bidadari,lautan mutiara,sungai emas dllnya.

    Balas
  12. m.arifa alfiansyah says:
    17 tahun yang lalu

    surga wajib dicari dan dikejar… kita sebagai manusia harus hidup semata-mata hanya karena Allah swt. karena kita didunia bagai kapas yang berterbangan

    Balas
  13. anim says:
    17 tahun yang lalu

    Ass. afwan ana minta izin mengkopi artikel tentang surga syukron Jzkalloh

    Balas
  14. agung saputra says:
    17 tahun yang lalu

    /vagung

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya tdak tau bgaimana yg akan trjadi nanti..apakah sama dgn yg saya baca ini atau lain,susungguhnya allah yg dpt mngetahuinya,jika allah brkehendak lain,maka terjadilah……….
    saya hanya menjalankan perintah allah dan menjauhi larangannya saja…

    Balas
  15. bahari says:
    16 tahun yang lalu

    @Rudhie dan yang lainnya

    Untuk kajian mengenai surga, bisa antum simak kajian
    ustadz Abu Ihsan hafizhohullah yang bertema 175 Jalan Menuju Surga Allaah Ta’ala. Di sana dijelaskan juga tentang dalil-dalil shahih yang menjelaskan keindahan surga. Saya cantumkan link kajiannya:

    http://www.youtube.com/watch?v=oAdYGmLnmjA

    Balas
  16. Nurun N. Maulida says:
    16 tahun yang lalu

    Ana izin share ya!
    Syukron

    Balas
  17. Annisah Hanif Dwi says:
    16 tahun yang lalu

    Kusimpulkan segala sesuatu akan kembali kepada bentuk aslinya, ke akherat yang kekal atau ketiadaan abadi.
    Hidup dan mati, kebahagiaan dan kemalangan, hanyalah riak, keinginan yang melintas, atau sebuah pintu menuju ketiadaan.
    Semua itu adalah hembusan angin sepoi-sepoi yang berirama aneh di atas permukaan air. Hidup kelihatannya seperti sebuah tontonan menyedihkan.

    Balas
  18. rita says:
    16 tahun yang lalu

    Ass.wr.wb, mmg selayaknyalah kt hnya bersandar kpd yang maha tinggi yaitu Allah Swt…krn itulah makna sbnarnya dr syahadat yg kt baca setiap shalat, tapi mmg dlm perjalanan kehidupan kt ucapan syahadat td sering terlupakan maknanya krn keadaan dan situasi…Semoga Allah sll menaungi kt dr perbuatan syetan yg ingin manggelincirkan kt dr mengingat makna syahadat yg sll kt baca, amiiin.

    Balas
  19. rita says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanaloh,betapa bahagianya sy sbg pemeluk islam, semoga saya adl hamba yg bisa masuk syurga krn kasih sayang Allah Swt, amin.

    Balas
  20. Adelin Tolinggi says:
    16 tahun yang lalu

    Waw hadis itu sangat bgs utk kta kthui cs utk mncgh kta dri prmurtdn,insa allah ini bsa mmbntu qta smua lo,jdi qta bsa msk srga dng,wluaupn hrs d clup dlm neraka he2………

    Balas
  21. iwan caca gunawan says:
    16 tahun yang lalu

    bismillahirrahmanirrahim
    dengan mengetahui kriteria orang yang masuk surga tanpa hisab tanpa adzab, berarti qt sentiasa optimalkan sluruh hidup qt berlandaskan terhadap alQuran dan Sunnah dalam segala bidang, bidang pendidikan, politik, kesehatan dll. allohumma istaqimnaa

    Balas
  22. nayla says:
    16 tahun yang lalu

    adakah riwayat bahwa kalau seorang muslim mati dalam keadaan islam, ia pasti masuk surga tanpa melewati neraka dulu? soalnya ana ada mendengar orang ngisi pengajian begitu, namun masih asing pemahaman itu bagi ana. jazaakumullahu khairan

    Balas
    • Muslim.Or.Id says:
      16 tahun yang lalu

      @ Nayla
      Seorang muslim yang mati selama ia masih keimanan yang wajib maka ia akan masuk surga. Kalau dikatakan masuk surga bisa ada dua bentuk:
      1. Bisa jadi ia masuk surga secara langsung, tanpa mampir ke neraka terlebih dahulu.
      2. Bisa jadi ia masuk surga dengan terlebih dahulu mampir di neraka.
      Kedua2nya ini sama2 dikatakan masuk surga. Semoga Allah beri kepahaman.

      Balas
  23. agus says:
    16 tahun yang lalu

    terimakasih ya taz pEnjeLasAn bELiau, ALLAh akan mEmbaLaz aLAmL beliau………………… AMIN

    Balas
  24. Sandi Mulyadi says:
    16 tahun yang lalu

    Penjelasannya sudah cukup bagus. Tapi, masih sedikit kurang terperinci & ada sedikit bahasa yang agak sulit di mengerti. Tolong perbaikannya ya! Thx’s

    Balas
    • Muslim.Or.Id says:
      16 tahun yang lalu

      @ Sandi
      Jazakumullah khoiron atas masukannya. Semoga ada perbaikan ke depannya.

      Balas
  25. Gilang says:
    16 tahun yang lalu

    Semoga Allah memberikan balasan atas pencerahan ini, terima kasih :-)

    Balas
  26. fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    @ Laila says:
    28 February 2009 at 5:53 pm

    Saya masih belum mengerti tentang tidak bolehnya seorang meminta ruqyah. apakah ada fatwa ulama khibar mengenai seseorang yang meminta ruqyah sementara dia mengetahui dirinya bukanlah seseorang yang bagus tajwidnya, bukan pula seseorang yang tinggi iman dan taqwanya. mohon penjelasannya. Jazakumullahu khairan

    ASSALAMU ‘ALAIKUM
    SESUNGGUHNYA UNTUK MASUK SURGA TANPA HISAB HARUS ORANG TAK MEMINTA RUQYAH KEPADA ORANG LAIN ADA DI HADITS RASULULLAH YANG TERDAPAT DI KITAB TAUHID KARYA SYAIKH MUHAMMAD AT-TAMIMI.
    DAN APABILA INGIN MERUQYAH SEBAIKNYA DIRI SENDIRI SAJA WALAUPUN TAJWID ANDA KURANG BAGUS DAN PERBANYAKLAH AMALAN SHALIH SERTA BELAJAR MEMPERBAGUS TAJWID.

    Balas
  27. benifirdaus says:
    16 tahun yang lalu

    ass……….wr.wb.
    disurga ada sesosok bidadari,yang sangat cantik seakn akan satu helai rambut bidadari lebih berharga dari pada dunia dan seisinya….

    apa bila bidadari diturunkan kedunia,yang paling jeleknya saja semua orang akan saling membunuh untuk merebutkan bidadari… walaupun itu anak sama ayah……..

    Balas
  28. benifirdaus says:
    16 tahun yang lalu

    tidak mudah bagi seorang wanita untuk masuk surga…. sedang kan wanita selalu meremehkannya….
    astaghfirullahaladzimmmmmmmm………..

    bila nanti aku menikah,aku akan menjaga istri sya dan menjadikan nya ratu nya bidadari disurga……….

    aku tunggu kamu jodohkuuuuuu…

    Balas
  29. sarjoni says:
    16 tahun yang lalu

    surga adalah temapat yang seindah2 tempat..

    Balas
  30. arlini says:
    16 tahun yang lalu

    Saya mau copy teksnya….boleh ya..

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Arlini, silakan.

      Balas
  31. cashita says:
    16 tahun yang lalu

    Tatthoyyur itu apa? Belum mengerti. Terima kasih.

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Cashita
      Maksud tathoyyur adalah beranggapan sial. Itu ringkasnya.

      Balas
  32. warto ammar says:
    16 tahun yang lalu

    di kehidupan yg abadi, janganlah sampai kita merugi.

    Balas
  33. abdulloh says:
    16 tahun yang lalu

    Jadikan hidup ini Surga sebelum Surga sebenarnya. Dengan selalu Ikhlas di jalan NYA…
    Semoga kita semua mendapat Ridho NYA. Amiin…
    Salam untukmu Wahai Saudaraku…
    “Allohumma Sholli ‘ala Syaidina Muhammad”

    Balas
  34. offi says:
    16 tahun yang lalu

    Maha Suci ALLAH Dzat yang abadi dan pengasih

    Balas
  35. offi says:
    16 tahun yang lalu

    Wahai saudaraku kaum muslimin semoga ALLAH mengampuni dosa kita,dan semoga pertemuan denganNYA kelak menjadi saat terindah.dengan pemilik kasih yang sejati.ALLAH Tuhan yang maha esa tiada sekutu bagimu.

    Balas
  36. hamba allah says:
    15 tahun yang lalu

    assalam mu’alaikum…

    saya mau bertanya, tapi agak sedikit melenceng…
    yang ingin saya tanyakan adalah penggunaan kata2 sayyidina di bacaan tahiyyat di dalam sholat.. dari buku yang saya baca karya muhammad nasyiruddin al-abani tentang sifat shalat nabi bahwa tidak ada kata2 sayyidina didalam bacaan tahiyyat…
    mohon penjelasannya…

    Balas
    • Muhammad Nur Ichwan says:
      15 tahun yang lalu

      @ hamba Allah
      wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh. memang benar penggunaan lafadz sayyidina pada tahiyyat shalat tidak diperkenankan karena hadits-hadits yang menerangkan tata cara tahiyyat tidak menyebutkan penggunaan lafadz sayyidina ketika tahiyyat. namun hal ini tidak menafikan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang sayyid.
      wallahu a’lam.

      Balas
  37. amudy17 says:
    15 tahun yang lalu

    afwan mau tanya, ruqyah itu ruqyah yang bagaimana?? terima kasih :)

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #amudy17
      Silakan simak: http://buletin.muslim.or.id/fiqih/pengobatan-dengan-ruqyah

      Balas
  38. ocimnurasim says:
    14 tahun yang lalu

    setelah membaca hadits tersebut iman saya menjadi bertambah baik amiiin….

    Balas
  39. Rheyna Az Zahra says:
    14 tahun yang lalu

    Alhamdulillah slalu didoakan untuk para penebar kebaikan
    Aku percaya bagi Allah tidak ada yg tidak mungkin
    Smoga saya termasuk masuk surga yg tanpa hisab. aamiin ya Rabb :)

    Balas
  40. elchaer choiry says:
    13 tahun yang lalu

    surga insya alloh akan didapat ketika kita bertauhid kpd Alloh
    menjalan syariat nabi SAW dan yang ketiga berakhlak mulia sbgaimana rosul saw contohkan

    Balas
  41. riski saputra says:
    13 tahun yang lalu

    sungguh allah dan para malaikat trsenyum melihat para hambanya mncari surga.
    sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui apa yg tidak kita ketahui…

    bismillah…
    ya Allah…jadikan kami(muslim)sekalian umat mjd ahli surgaMU,apapun kehendakMU.
    AMINN …

    Balas
  42. paidjo says:
    13 tahun yang lalu

    alhamdulillah sangat menyejukan hati saya sebagai seorang mualaf yang hampir saja menyesali masuk Islam. karena ketakutan saya masuk surga harus melalui hisab.
    Mohon dijelaskan karena masih ada ganjalan dihati, sebelumnya ada seorang yang pintar agamanya mengatakan kita akan dihisab terlebih dahulu karena untuk membasuh dosa dosa yang lampau. Dan ketika saat menjelang ajal bagaimana jika kita tidak bisa memgucapkan syahadat secara lisan padahal kita sangat ingin mengucapkan namun jika memang bibir kita tidak bisa bergerak karena lemah akibat kecelakaan, stroke,dll
    ..krn hanya dengan cara ini katanya kita bisa mempunyai tiket masuk surga tanpa hisab, benarkah demikian? hal tersebut yang sempat melemahkan iman saya.

    Balas
  43. wawan irwansah says:
    13 tahun yang lalu

    masuk surga tanpa hisab alhamdulilah itu yang diharapkan semua orang muslim.
    marilah kita bersama sama saling nasehat menasehati dalam kebaikan.

    Balas
  44. BUD says:
    13 tahun yang lalu

    moga-moga

    Balas
  45. Abah says:
    13 tahun yang lalu

    syukron….

    Balas
  46. Septian casro says:
    7 tahun yang lalu

    Mudah2 an kita semua bisa merasakan harum nya syurga

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah