Hukum Hormat Bendera – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Hukum Hormat Bendera

Di antara permasalahan kontemporer yang perlu ditelaah dengan pemahaman yang cermat adalah permasalahan yang muncul di zaman ini terkait dengan penghormatan terhadap negara dan sistemnya serta penghormatan terhadap simbol negara. Itulah permasalahan hormat bendera.

6348 37

Hukum Hormat Bendera Hukum Menghormat Bendera Hukum Upacara Bendera Dalam Islam Hukum Upacara Bendera Hukum Menghormat Bendera Dalam Islam

Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir Alu Ubaikan (salah seorang ulama di Kerajaan Saudi Arabia) berkata,

Di antara permasalahan kontemporer yang perlu ditelaah dengan pemahaman yang cermat adalah permasalahan yang muncul di zaman ini terkait dengan penghormatan terhadap negara dan sistemnya serta penghormatan terhadap simbol negara. Itulah permasalahan hormat bendera.

Yang dimaksud dengan hormat bendera di sini adalah berdiri untuk menghormati bendera. Sebagian orang telah berbicara mengenai hukum permasalahan ini tanpa menilainya dengan melihat akar permasalahannya dan analisis fikih yang tepat. Akibatnya mereka mengeluarkan hukum yang tidak sesuai dengan realita di lapangan dan tidak sesuai dengan maksud atau tujuan orang yang memberikan penghormatan terhadap bendera.

Jika kita melihat, bendera itu pada asalnya adalah benda yang dikerubungi oleh pasukan perang dan peperangan dilakukan di bawah kibarannya. Jadi bendera perang adalah simbol tegaknya kepemimpian seorang panglima perang sehingga jatuhnya bendera perang bermakna kalah perang. Di zaman ini bendera itu menjadi simbol negara yang dikibarkan di berbagai momentum. Dengan menghormati bendera berarti menghormati kepemimpinan pemimpin negara.

Demikian pula, kita perlu menimbang kondisi orang yang memberikan penghormatan kepada bendera. Realitanya mereka tidaklah menghormati jenis kain yang menjadi bahan pembuatan bendera namun mereka menghormati negara yang bendera merupakan simbolnya.

Ulama yang berpendapat bahwa hormat bendera itu bid’ah bermakna bahwa orang yang memberikan penghormatan terhadap bendera beribadah kepada Allah dengan cara ini yaitu hormat bendera. Inilah makna bid’ah dalam hukum syariat. Namun tidak kami jumpai seorang pun yang bermaksud demikian ketika memberikan penghormatan terhadap bendera.

Andai ada orang yang mengatakan bahwa dalam penghormatan terhadap bendera terdapat pengagungan terhadap bendera itu sendiri sebagaimana pengagungan terhadap sesuatu yang disembah. Tidaklah diragukan bahwa hal tersebut adalah kemusyrikan kepada Allah namun kami tidak mengetahui seorang pun yang melakukannya.

Dengan mengkaji ‘illah atau sebab hukum yang bisa dijadikan sebagai landasan penilaian dalam masalah ini sangatlah jelas bahwa orang yang memberikan penghormatan terhadap bendera tidaklah bermaksud dengan dengan maksud-maksud di atas. Namun maksud penghormatan bendera adalah penghormatan terhadap negara dan simbol negara.

Terkait dengan bendera Kerajaan Saudi Arabia, bendera tersebut memuat kalimat tauhid (laa ilaha illallah) yang wajib dihormati oleh setiap muslim.

Suatu hal yang sudah kita ketahui bersama, dalam hukum syariat penghormatan terhadap makhluk itu jika tidak semisal dengan penghormatan terhadap Allah hukumnya boleh. Dalilnya saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkirim surat kepada Heraklius dalam suratnya Nabi mengatakan, “Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius seorang yang dihormati oleh bangsa Romawi”. Ketika Saad bin Muadz datang untuk menjatuhkan hukuman kepada Yahudi Bani Quraizhah Nabi bersabda, “Berdirilah kalian-wahai para anshar-untuk pemimpin kalian”.

Berdiri untuk menghormati orang yang datang adalah penghormatan biasa, bukan penghormatan dengan level penghambaan. Sehingga berdiri tersebut tidaklah sampai level pengagungan sebagaimana pengagungan kepada Allah. Penghormatan semisal ini hukumnya boleh diberikan kepada makhluk sebagaimana dalil-dalil di atas”.

Text fatwa:

فإن من النوازل  التي تحتاج إلى فقه دقيق هي ما ظهر في هذا الزمن من مسألة تتعلق باحترام الدولة ونظامها وتعظيم رمزها ألا وهي تحية العلم , والمقصود القيام تعظيماً للعلم وقد تكلم البعض في هذه المسألة  من غير تأصيل ولا تكييف فقهي فأصدروا أحكاماً لها لا تتوافق مع الواقع المحسوس ولا مع ما يقصده من يأتي بالتحية وإذا نظرنا إلى أن العلم أو اللواء في الأصل هو ما تلتف حوله الجيوش وتخاض تحته الحروب فكان رمزاً للقيادة وبسقوطه تحصل الهزيمة , وفي هذا الزمن أصبح العلم هو شعار الدولة فيرفع في المناسبات ويحصل بتعظيمه تعظيم القيادة , وإذا نظرنا إلى حال الذين يقومون بتحية العلم وجدنا أنهم لا يعظمون نوع القماش الذي صنع منه العلم وإنما يعظمون ما هو شعار له, فمن قال من العلماء إن تحية العلم بدعة فإنه يلزم من حكمه أن يكون المحيي للعلم متعبداً لله عز وجل بهذه الوسيلة التي هي تحية العلم وهذا معنى البدعة في الشريعة ولا نجد أحداً يقصد بالتحية هذا المعنى , ولو قال قائل إنه  بهذه التحية يعظم نفس العلم تعظيم عبادة فهذا ولا شك شرك بالله عز وجل لا نعلم أحداً فعله, وبتحقيق المناط يتضح جلياً أن الذي يحيي العلم لا يقصد ما تقدم ذكره وإنما يقصد تعظيم الدولة ورمزها ,وبالنسبة لعلم المملكة العربية السعودية فهو يحوي كلمة التوحيد والتي يجب تعظيمها من كل مسلم , ومن المعلوم شرعاً أن تعظيم المخلوق إذا لم يكن من باب تعظيم الخالق عز وجل فهو جائز كما فعل صلى الله عليه وسلم عندما كتب إلى هرقل فقال( من محمد رسول الله إلى هرقل عظيم الروم) , وقال عندما أقبل سعد بن معاذ رضي الله عنه ليقضي في بني قريظة (قوموا إلى سيدكم) و(القيام تعظيم للقادم تعظيم عادة لا تعظيم عبادة) فهو لا يرتقي إلى درجة تعظيم الخالق وهذا سائغ في حق المخلوق كما جاءت به الأدلة  والله أعلم وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه .

Lihat fatwa tersebut secara lengkap di sini. Baca pula berbagai fatwa ulama tentang hukum hormat bendera di sini.

Silakan para pembaca simpulkan bagaimana hukum hormat bendera dengan menimbang penjelasan Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir Alu Ubaikan di atas.

Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 8 Rajab 1432 H (09/06/2011)

www.muslim.or.id


Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Dukung pelunasan markaz dakwah YPIA di Yogyakarta. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:
  1. Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801.
  2. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594
  3. Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329.
  4. CIMB Niaga Syariah atasn ama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0.
  5. Rekening paypal: [email protected]
  6. Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122

Hukum Menghormati Bendera Menurut Islam Hukum Hormat Terhadap Bendera Menurut Sunnah Hukum Menghormati Bendera Hukum Hormat Kepada Bendera Merah Putih Menurut Islam Hukum Hormat Kepada Bendera Menurut Islam

Sebarkan!
2 0 0 0 0 0
In this article

Join the Conversation

  • awi

    yang jadi permasalahan juga adalah upacara bendera yang diadakan setiap hari senin bagi siswa dan pada tanggal 17 agustus merupakan bentuk pengistimewaan terhadap hari2 tertentu. Apakah hal tersebut diperbolehkan?? Sebagaimana tidak diperbolehkannya memperingati hari ulang tahun?

  • siiiiip

  • abu abdurrahman

    ust, apa2 dalil dr al-quran dan hadits dr ulama2 yg melarang hormat bendera. Seingat sy juga ad hadits larangan berdiri menyambut tamu. Atau pjlsn smisal klo g’ salah ad dlm buku sykh jamil zainu..thoifah mnshuroh. Syukron jawabny.

  • barokallohu fiikum.

  • abu abdirrohman attahunany

    izin copas

  • Fauzi

    kalo orang ga mau trus di paksa/diancem gimana tingkatannya tuh ustadz..
    Terima Kasih..

  • Dwi Arya GS

    Mengapa Allah SWT memberi kita akal pikiran?

    Supaya kita bisa membedakan mana yang haq dan bathil,mana yang haram dan halal sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Oleh karena itu,jangan asal menghalalkan atau mengharamkan sesuatu tanpa menggunakan akal terlebih dahulu.

    Wallahu ‘alam bishawab.

  • menunggu jawaban atas pertanyaan AWI n abu abdurrahman…..n Solusi dari muslim or.id

  • afwan ustaz apa ada yang salah dengan komentar ana? kuk di remove? ana hanya ingin penjelasan dari antum …?

  • Abu salsabilla

    Jazakallahu khoyr

  • abu kemal

    Innamal a’mallu bin niat

    • muksin

      se7…bahkan se1000 hehehe

  • Assalamu`alaikum
    Saya rasa dalam menghormati bendera dg mengangkat tangan adalah haram sehingga hukum penghormatan kpd bendera itu perlu dirinchi lagi deh.

  • Muslimahh

    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

    ”Barangsiapa yang suka dihormati manusia dengan cara berdiri, hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy dalam Al-Adab no. 977, Abu Dawud no. 5226; dan lain-lain – shahih].

  • abu tsabit

    Hendaknya di kumpulkan semua fatwa ulama tentang hukum mengormati bendera, Saya hanya orang awam tetapi hati saya merasa tidak suka mengangkat tangan melihat kebendera di iringi dengan lagu.

  • ijin share ke blog ane

  • imam.elfata

    innamal a’maalu binniyat. .Kalo menurt ana, nafsi2 mgkn, kalopun memang ada org yg brniat m3ngagungkan dgn seagung2nya, mrendahkn dri di hadpan bndra, menghambakan diri seraya meminta, org itlah yg tlah brbuat haram,,lgyan qt dr dlu sampai skrg, diajari pelajaran kewarganegaraan, tdak memuat satu katapun dlm bukuny agr qt bnar2 tnduk, agr qt bnar pasrah, mengagungkan aplg menghamba pd bndera, bhkan membungkukkan bdanpun tdk pernah,qt hny disuruh tegak, tangan kanan ditekuk dgn jari2 pd pelipis kanan, lengan ats agk kdpan dan membentk sdut 90′ drjajt..it sja sbgai penghormatan, bhkan qt bnyk pelajaran inspiratif n m0tivatif dr sjarah bndra it. . .

  • Klo sy bkn cm hormat benderanya yg sy tdk suka,tp beberapa rangkaian acranya.seperti hening cipta,apalgi pembina upacra mgtakan”untuk mengenang arwah para pahlawan…”dts,lalu menundukkan kepala trus diiringi nyanyian.tlong dperjels lg,sambil menunggu jg jwbn dri pertanyaan saudara “AWI”diatas.syukran!

  • Assaalamuálaykum; afwan, jika baru tahu dalilnya, dan pernah melakukannya, bagaimana? Jazakillah.

    • #Alifianty
      Permasalahan ini diperselisihkan oleh para ulama, jika anda berpegang pada pendapat yang mengharamkan dan baru tahu, insya Allah tidak berdosa.

  • mamat

    Bagaimana negara yg tidak berhukum dg Syariat Islam?
    Al-Maidah:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
    Lantas negara indonesia ini termasuk negara apa?? Kain aja kok harus dihormati?? apalagi kain simbol dari negara kafir….. PARAH

  • Menurut ku hanya orang kurang kerjaan aja ja, jika mau melakukan itu.
    Daripada cape”melakukan semua itu yang belum tentu bisa membawa kita ke syurga, mending banyak berbakti lah kepada orang tua kita dan hormat lah slalu ke orang tua karena sesungguh nya itu lebih baik daipada hormat bendera yang di buat tangan manusia.
    semua itu pendapat ku untuk teman”ya mungkin beda.
    salam

  • Pingback: Hormat Bendera Halal atau Haram.. ? | BangFirdaus.Com()

  • Konon Rosul juga punya bendera. Adakah rosul memperlakukan benderanya secara khusus seperti itu?
    ingat! Alloh tak ampuni dosa musyrik.bgt mnuru saya yg bodo ini. saya hanya mngharap rido Alloh.

  • abu najm

    Ana sedikit bingung, di artikel ini kesimpulannya boleh menghormat bendera, tp di link ustadz aris, kesimpulannya tidak boleh, jd ana harus pilih yg mana?

    • #abu najm
      Pilih yang lebih mendekati dalil Qur’an dan sunnah jika anda merasa bisa mentarjih, atau jika tidak anda bisa pilih fatwa dari orang yang lebih anda percayai keilmuannya.

  • zz

    maaf kata guru saya itu merupakan syirik .. tolong penjelasnya

  • sebenarnya semua kembali kepada illah, dan niat masing2. Kalau ana lebih cenderung kepada artikel ini, daripada yang mengharamkan secara mutlak.

  • Pingback: Hukum Hormat Bendera - Flexmedia()

  • agus riyanto

    kalau menurutku. dalam hal ini. kita dasarkarkan pada hukumnya ibadah berdasarkan pada niat. dengan niat pahala dan dosa akan bertingkat (nisbi). karena ini adalah rahasia Alloh dan hak prerogatif Alloh. Semuanya benar antara mereka yang berpendapat dengan ilmunya masing masing dengan landasan dalil masing masing. Tinggal kita memilih yang mana yang diyakini, tetapi keyakinanku bahwa kita harus taat pada Alloh, Rosullulloh, dan pada amri (penguasa/pemerintah). dari situ kita bisa ambil kebijaksanaan bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil Alami disini mengajarkan bagaimana cara memilih tindakan apa yang akan kita lakukan, jika ada 2 pilihan antara baik dan buruk pilihlah yang baik, jika ada pilihan yang baik dengan baik pilihlah yang terbaik lagi paling banyak barokahnya, jika ada pilihan buruk dengan buruk plilihlah diantara keduanya kerugianan yang terkecil. Jika kita taati undang undang negara ini kita berarti taat pada pemerintah yang telah melindungi kita sehingga kita bisa damai dan tentram didalamnya untuk melaksanakan ibadah dll.

  • Hendri

    tinggalkan subhat itu lebih baik

  • Anto

    Pertanyaan:
    Bolehkah kita berdiri untuk menghormati lagu atau bendera kebangsaan?

    Jawaban:
    Seorang muslim tidak boleh berdiri untuk menghormati bendera apapun atau lagu kebangsaan apapun. perbuatan ini bahkan termasuk bidah yang tidak penah ada di zaman Rasulullah صلی الله عليه وسلمdan pada zaman Khulafaur rasyidin. Perbuatan ini menyalahi kesempurnaan tauhid dan keharusan mengagungkan Allah semata.

    Perbuatan ini juga menyebabkan terjerumus ke dalam perbuatan syirik. Perbuatan seperti ini menyerupai perbuatan orang kafir, membeo pada kebiasaan mereka yang buruk, dan mengikuti mereka dalam menghormati pemimpin dan atribut-atribut mereka secara berlebihan. Nabi صلی الله عليه وسلمmelarang orang kafir dan tradisi mereka.

    Rujukan:
    Fatawa Lajnah Daaimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’, hal. 149. Disalin dari buku Fatwa Kontemporer Ulama Besar Tanah Suci, Media Hidayah.

  • Tanjung

    Hati-hati terhadap fitnah syubhat. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam..


Shares